Apa Penyebabnya Pria Lebih Rentan Alami Kebotakan?

Apa Penyebabnya Pria Lebih Rentan Alami Kebotakan?

Rambut dinamakan sebagai mahkota kepala, sebab selain mengayomi kepala dari penyampaian sinar matahari secara langsung, rambut menciptakan penampilan seseorang tampak sempurna. Itu lah sebabnya, tak jarang lelaki dan perempuan yang senantiasa mengawal kesehatan rambutnya.

Namun, meski sekian banyak upaya dilakukan, nyatanya rambut tak lepas dari masalah, di antaranya kerontokan yang berujung pada kebotakan. Usia, pemakaian obat-obat kimia guna pewarnaan rambut dan pun hormon disinggung sebagai penyebab utama kerontokan.

Untuk menutupi kelemahan tersebut, masyarakat seringkali menutupinya dengan memakai topi, sampai melakukan cangkok rambut yang konon dapat mengembalikan kesuburan rambut.

Meski begitu, ada pun orang yang berpikir bahwa menggunakan topi dapat menyebabkan kebotakan. Hal ini pun ditentang oleh dr. Cintawati Farmanina, seorang spesialis anti aging.

“Saya jarang menemukan permasalahan seperti itu. Kalau topi, saya rasa enggak barangkali (menyebabkan kebotakan). Mungkin dia gunakan topi sebab dia botak,” ucapnya dalam acara Ayo Hidup Sehat di tvOne yang tayang, Jumat, 31 Agustus 2018.

Ia juga mengungkapkan bahwa lelaki lebih rentan merasakan kebotakan sebab pengaruh hormon testosteron. “Testosteron menghambat perkembangan folikel rambut. Pertumbuhan rambut bakal lebih lambat bila testosteron lagi tinggi,” katanya.

Cintawati lebih lanjut mengatakan, bahwa bila sudah tidak punya folikel rambut, inginkan diberi obat atau vitamin pun, rambut tidak bakal tumbuh. Itulah sebabnya terciptalah cara cangkok atau implantasi rambut.

“Menolong sekali pada klien-klien yang telah tidak punya folikel rambut. Metode ini melibatkan pencangkokan folikel rambut pada kulit kepala,” ujarnya menambahkan.

Baca Juga :