Sistem Pembelajaran Full Day School

Sistem Pembelajaran Full Day School

Sistem Pembelajaran Full Day School

Full Day School menerapkan suatu rencana basic “Integrated-Activity” dan “Integrated-Curriculum” (Azizah, 2014: 11) Pada Penerapan Full Day School untuk Model ini yang membedakan dengan sekolah pada umumnya. Dalam full day school semua program dan kesibukan siswa di sekolah, baik belajar, bermain, beribadah dikemas didalam sebuah proses pendidikan. Titik tekan pada full day school adalah siswa selamanya berprestasi studi didalam proses pembelajaran yang berkwalitas yakni diinginkan bakal terjadi pergantian positif dari setiap individu siswa sebagai hasil dari proses dan kesibukan didalam belajar. Adapun prestasi studi menurut Syah (2004: 154-156) terdapat pada tiga ranah, yaitu:

Sistem Pembelajaran Full Day School

Prestasi yang berupa kognitif, seperti kemampuan siswa didalam mengingat, memahami, menerapkan, mengamati, menganalisa, mengakibatkan analisa dan lain sebagainya. Konkritnya, siswa dapat menyebutkan dan menguraikan pelajaran minggu lalu, berarti siswa berikut telah dapat dianggap punya prestasi yang berupa kognitif.
Prestasi yang berupa afektif, siswa dapat dianggap punya prestasi yang berupa afektif, terkecuali ia telah dapat bersikap untuk menghargai, serta dapat menerima dan menolak pada suatu pengakuan dan masalah yang tengah mereka hadapi.

Prestasi yang berupa psikomotorik, yang terhitung prestasi yang berupa psikomotorik yakni kecakapan eksperimen verbal dan nonverbal, keterampilan bertindak dan gerak. Misalnya seorang siswa menerima pelajaran tentang adab sopan santun kepada orang lain, terlebih kepada orang tuanya, maka si anak telah dianggap dapat mengaplikasikannya didalam kehidupannya.

Sebelum mengkaji tentang proses pembelajaran full day school, perlu diketahui makna proses pembelajaran itu sendiri. Sistem adalah seperangkat elemen yang saling berhubungan satu mirip lain. Adapun proses pembelajaran adalah suatu proses dikarenakan merupakan perpaduan beraneka elemen yang berhubungan satu mirip lain. Tujuannya agar siswa studi dan berhasil, yakni bertambah pengetahuan dan keterampilan serta punya sikap benar. Dari proses pembelajaran inilah bakal membuahkan sejumlah siswa dan lulusan yang telah meningkat pengetahuan dan keterampilannya dan beralih sikapnya menjadi lebih baik. Adapun proses inti proses pembelajaran full day school pada lain:

Proses pembelajaran yang terjadi secara aktif, kreatif, transformatif sekaligus intensif. Sistem persekolahan dengan pola full day school mengindikasikan proses pembelajaran yang aktif didalam artian mengoptimalisasikan semua potensi untuk raih tujuan pembelajaran secara optimal baik didalam penggunaan layanan dan prasarana di lembaga dan mewujudkan proses pembelajaran yang kondusif demi pengembangan potensi siswa yang seimbang.
Proses pembelajaran yang ditunaikan selama aktif sehari penuh tidak memforsir siswa pada pengkajian, penelaahan yang terlalu menjenuhkan. Akan tetapi, yang difokuskan adalah proses relaksasinya yang santai dan lepas dari jadwal yang membosankan
Dari uraian di atas tadi, bahwa rencana pengembangan dan inovasi didalam full day school adalah untuk meningkatkan kualitas pendidikan dikarenakan kualitas pendidikan di Indonesia sekarang ini dipertanyakan.

Maka beraneka cara dan metode dikembangkan. Penerapan full day school mengembangkan kreativitas yang mencakup tiga ranah, yakni kognitif, afektif, dan psikomotorik secara seimbang, yang diwujudkan didalam program-programnya yang dikemas sebagaimana berikut:

Pada jam sekolah, sesuai dengan alokasi sementara didalam standar nasional selamanya di jalankan pemberian materi pelajaran sesuai kurikulum standar Nasional.

ruangguru.co.id Di luar jam sekolah (sebelum jam tujuh dan setelah jam 12) ditunaikan kesibukan seperti pengayaan materi pelajaran umum, menambahkan kesibukan yang berupa pengembangan diri seperti musik, dan keagamaan seperti praktik ibadah dan sholat berjama’ah. Namun siswa selamanya diberi kesempatan untuk istirahat siang sebagaimana ditunaikan di rumah. Pola hubungan pada guru dan siswa (vertical) dan guru dengan guru (horizontal) dilandasi dengan bangunan akhlak yang diciptakan dan didalam konteks pendidikan serta situasi kekeluargaan.

Dalam proses penerapan full day school ini, diterapkan terhitung format game (bermain), dengan tujuan agar proses studi mengajar penuh dengan kegembiraan, penuh dengan permainan-permainan yang menarik bagi siswa untuk belajar. Walaupun terjadi selama sehari penuh, hal ini sesuai dengan teori Bloom dan Yacom, yang menunjukkan bahwa metode game (bermain) didalam pembelajaran keliru satunya adalah dengan mengfungsikan kegembiraan didalam mengajarkan dan mendorong tercapainya tujuan-tujuan instruksional.

Hal senada terhitung disampaikan oleh Meier, bahwa permainan studi terkecuali dimanfaatkan dengan bijaksana dapat menghilangkan keseriusan yang menghambat dan menghilangkan stres didalam lingkungan belajar. Semua teknik bukanlah tujuan, melainkan semata-mata rencana untuk raih tujuan, yakni meningkatkan kualitas/mutu pembelajaran dan kualitas pendidikan.