Mobilitas Penduduk dengan Mudik

Mobilitas Penduduk dengan Mudik

Nggak mulai sebentar kembali hari kemenangan segera tiba. Sudah siap-siap untuk mudik lebaran, Squad? Jangan lupa siapkan fisik, kendaraan dan uang tentu saja untuk belanja keperluan di perjalanan. Inget ya sementara mudik, keselamatan menjadi hal yang paling penting.

Mudik merupakan moment untuk kembali ke kampung halamannya merayakan hari raya dengan keluarga sesudah repot mencari nafkah di ibu kota. Mudik kebanyakan ditunaikan pada sementara yang hampir sejalan oleh ribuan apalagi jutaan penduduk Indonesia, maka dari itu kemacetan berjalan di mana-mana. Bahkan kamu sanggup lihat segera kepadatan arus mudik melalui liputan khusus mudik di televisi.

Tapi kamu menyadari tidak Squad, kecuali mudik itu ada hubungannya dengan mobilitas penduduk lho. Kira-kira bagaimana ya hubungannya? Keep scrolling!

Nah, pada mulanya kamu perlu menyadari pernah apa itu mobilitas penduduk? Mobilitas penduduk adalah pindahan penduduk dari tempat ke tempat lain. Yap, mudik kebanyakan ditunaikan dari ibu kota ke kampung halaman seperti ke Solo, Tuban, Jember, Lampung dan lain-lain. Jadi, orang yang mudik sama dengan laksanakan mobilitas penduduk, Squad.

Squad, perlu diketahui terhitung kecuali mobilitas penduduk ada jenis-jenisnya lho, antara lain:

1. Mobilitas Vertikal

Gerakan penduduk untuk menaikkan standing sosial. Contohnya, nanti sesudah kamu lulus dari SMA melanjutkan pendidikan ke bangku perkuliahan sampai beroleh gelar sarjana. Akhirnya, nanti kamu sanggup bekerja cocok dengan keahilan kamu atau apalagi sanggup menjadi direktur di suatu perusahaan ternama.

2. Mobilitas Horizontal

Gerakan penduduk berpindah dari suatu tempat ke tempat lain dalam jangka sementara khusus lewat batas wilayah khusus seperti batas wilayah provinsi, kabupaten, kecamatan, desa, dan sebagainya.

Hayo, kurang lebih mudik masuk mobilitas yang jenis apa ya? Berdasarkan penjelasan di atas mudik dari ibu kota ke tempat lain hanya untuk datang ke keluarga dan merayakan lebaran dengan sanggup dikategorikan sebagai mobilitas horizontal, Squad.

Oh iya, kamu menyadari tidak kecuali tiap tiap tahunnya orang yang berkunjung ke ibu kota lebih besar daripada jumlah pemudik pasca lebaran. Biasanya beberapa pemudik membawa teman, kerabat, atau tetangga untuk mengadu nasib di kota. Nah, dalam bahasan ini disebut sebagai faktor sentifugal. Faktor sentifugal adalah kemampuan yang mendorong penduduk untuk meninggalkan daerahnya seperti kurangnya peluang kerja, dan lain-lain. Padahal untuk mendapat pekerjaan dibutuhkan keahlian, kemampuan dan pendidikan yang mumpuni untuk beroleh pekerjaan yang diinginkan. Untuk mengatasi hal selanjutnya pemerintah laksanakan hal-hal selanjutnya ini:

1. Pemerataan pembangunan antarwilayah agar penduduk tidak terkonsentrasi pada salah satu wilayah

2. Pembangunan sarana dan prasarana transportasi diseluruh wilayah Indonesia

3. Pembangunan industri di luar Pulau Jawa yang membawa potensi sumber kekuatan alam

4. Penyebaran penduduk ke daerah-daerah perbatasan antarnegara dan tempat tertinggal dan juga pulau-pulau kecil terluar

5. Pemerataan persebaran penduduk melalui kerjasama antardaerah. www.gurukelas.co.id/

Nah, itu tadi penjelasan tentang pertalian mudik dengan mobilitas penduduk.