Infrastruktur Mendorong Gerakan Masyarakat Hidup Sehat

Infrastruktur Mendorong Gerakan Masyarakat Hidup Sehat

Infrastruktur Mendorong Gerakan Masyarakat Hidup Sehat

 

 

Infrastruktur Mendorong Gerakan Masyarakat Hidup Sehat

Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN) atau Bappenas menggelar sosialisasi Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas) di Ruang Rapat Djunaedi Hadisumarto, Gedung Saleh Afif, Kementerian PPN/Bappernas Jalan Taman Suropati Nomor 2 Menteng, Jakarta, Kamis (21/12/2017).  Sosialisasi yang dikemas dalam kegiatan talkshow ini turut mengundang Wali Kota Bogor Bima Arya sebagai pembicara mengenai Peran Pemerintah Daerah Menggerakkan Masyarakat Hidup Sehat di Kota Bogor.

Sebelum memparkan Bima terlebih dahulu menayangkan video tentang Kota Bogor berdurasi satu menit. Kemudian, orang nomor satu di Kota Bogor tersebut menjelaskan, saat pertama kali dirinya dilantik audiensi pertama yang ia terima yakni dari para dokter. Dokter menyajikan data angka trend penyakit tidak menular dan angka kematian yang meningkat setiap tahunnya. “Melihat data itu saya khawatir dan saya merasa perlu bergerak untuk fokus pada preventif dan promotif, bukan hanya gerakan struktural tapi juga kultur dari individunya,” ujarnya.

Ia menuturkan, Pemerintah Kota Bogor tahun ini sudah menerbitkan Peraturan Wali Kota (Perwali) Nomor 48 Tahun 2017 Tentang Gerakan Masyarakat Hidup Sehat. Namun, diatas peraturan itu, menurutnya yang terpenting yakni infrastruktur fisik. “Pemerintah mengajak masyarakat untuk berjalan kaki tetapi para pejalan kaki masih harus bersaing dengan angkot dan truk, mengajak masyarakat lari tetapi tidak ada tracknya bagaimana? Jadi Pemerintah Kota Bogor lebih dulu mendorong infrastruktur,” terangnya.

Beberapa infrastruktur pun telah dibangun mulai dari pedestrian seputar Kebun Raya Bogor dengan dana Rp. 33 Miliar, taman-taman kota baik yang direvitalisasi ataupun dibangun baru yang semua itu ada landasan pemikirannya. Sebab ia percaya membangun fasilitas publik dapat menyatukan warga. Apalagi warga Kota Bogor paling senang jalan sehat dan dengan infrastruktur yang Bagus semakin banyak warga senang berolahraga. “Di Kota Bogor anak-anaknya lagi kecanduan gadget jadi saya ajak kembali anak-anak ke permainan zaman dulu, ada pula jalur sepeda di pedestrian KRB, serta setiap minggu ada CFD sebagai tempat menghirup udara segar,” jelasnya.

Germas di Pemerintah Kota Bogor tidak sampai disitu, Bima menerangkan, pemusnahan minuman keras, melakukan Tipiring, penutupan display rokok di semua toko ritel, adanya gerakan Bogor Sehat, Mobil Curhat, mengajak siswa berlari, jumat tanpa kendaraan bermotor, hingga tes kebugaran rutin bagi kepala opd, camat, lurah turut jadi bagian dari Germas.

“Dari semua kegiatan Germas ini termasuk juga pencanangan Bogor the city of run membuat PAD Kota Bogor meningkat dikarenakan Akupasi hotel dan restauran meningkat seiring dengan banyaknya wisatawan terutama saat ada event-event lari. Kedepan Pemkot sudah merencanakan kelanjutan pembangunan pedestrian mulai dari Jalan Surya Kencana, Jalan Pajajaran hingga Jalan Sudirman,” imbuhnya.

Sementara itu, Deputi Pembangunan Manusia, Masyarakat dan Kebudayaan Kementerian PPN Subandi Sardjoko mengatakan, Germas sesuai dengan Intruksi Presiden (Inpres) Nomor 1 Tahun 2017. Upaya-upaya Germas mulai dari aktivitas fisik, lingkungan sehat, edukasi hidup sehat, pangan sehat dan bergizi, deteksi dini dan perilaku sehat.  “Germas bukan hanya urusan Kementerian Kesehatan tapi semua sektor mempunyai peran mendorong Germas,” pungkasnya.

 

Sumber : https://www.ayoksinau.com/