Laporan Praktikum Pengenalan Gejala Penyakit Tanaman Oleh Penyakit Abiotik

Laporan Praktikum Pengenalan Gejala Penyakit Tanaman Oleh Penyakit Abiotik

Laporan Praktikum Pengenalan Gejala Penyakit Tanaman Oleh Penyakit Abiotik
Laporan Praktikum Pengenalan Gejala Penyakit Tanaman Oleh Penyakit Abiotik

Klorosis

Gejala daun menguning ditandai dengan perubahan warna daun yang semula hijau menjadi kuning pada bagian ujungnya. jika kondisi ini tetap dibiarkan tanpa ada solusi, akan terjadi klorosis pada seluruh bagian daun, mulai dari bagian bawah hingga atas. Ada tiga penyebab klorosis daun, yakni media tanam sudah jenuh, akar tanaman membusuk, dan defisiensi nitrogen (Budiana, 2007).

Ekor Serigala / Foxtail pada Pinus

Gejala serangan penyakit ekor serigala ditandai dengan tumbuhnya batang pokok secara berlebihan dan miskin percabangan sehingga bentuknya seperti ekor serigala. Internoida memanjang secara tidak normal, batang utama (leader shoot) tumbuh ramping dan ujungnya terbentuk buah kerucut yang tumbuh rapat, kecil dan mengandung sedikit biji. Serangan penyakit ekor serigala dapat  mengakibatkan tanaman pinus mudah patah dan tidak dapat tumbuh secara normal, terutama didaerah – daerah yang terbuka dan banyak angin (Siregar, 2005).

Cekaman Air

Cekaman air berpengaruh langsung maupun tidak langsung terhadap tanaman. Gardner et al. (1985) menyatakan bahwa cekaman air mempengaruhi semua aspek pertumbuhan tanaman, termasuk proses fisiologis dan biokimia tanaman serta menyebabkan terjadinya modifikasi anatomi dan morfologi tanaman.
Suhu tinggi (di atas optimum) akan merusak tanaman dengan mengacau arus respirasi dan absorpsi air.

Sunburn

Bila suhu udara meningkat, laju transpirasi meningkat, karena penurunan defisit tekanan uap dari udara yang hangat dan suhu daun tinggi, yang mengakibatkan peningkatan tekanan uap air padanya. Kelayuan akan terjadi apabila laju absorpsi air terbatas karena kurangnya air atau kerusakan sistem vaskuler atau sistem perakaran. Tingkat kerusakan akibat suhu tinggi, lebih besar pada jaringan yang lebih muda, karena terjadi denaturasi protoplasma oleh dehidrasi (Jumin, 1992).

Springfrost / Latefrost

Kerusakan tumbuhan yang disebabkan oleh suhu rendah lebih besar dibanding dengan suhu tinggi. Suhu di bawah tiitik beku menyebabkan berbagai kerusakan terhadap tumbuhan.  Kerusakan tersebut meliputi kerusakan yang disebabkan oleh late frost (embun upas) terhadap titik meristematik muda atau keseluruhan bagian tumbuhan herba, embun upas yang membunuh tunas pada persik, cherry, dan pepohonan lain, dan membunuh bunga, buah muda dan kadang kadang ranting sukulen sebagian pepohohonan (Yunasfi, 2002).

Etiolasi pada Jati

Tanaman yang mendapat cekaman naungan cenderung mempunyai jumlah cabang sedikit dan batang yang lebih tinggi dibanding tanaman yang ditanam dalam kondisi tanpa naungan. Perubahan tinggi batang tanaman pada beberapa tanaman akibat naungan sudah tampak mengalami etiolasi pada naungan lebih dari 25%. Etiolasi yang terjadi pada sebagian besar tanaman akibat naungan disebabkan karena adanya produksi dan distribusi auksin yang tinggi,sehingga merangsang pemanjangan sel yang mendorong meningkatnya tinggi tanaman (Gatut, 2001).

 

(Sumber: https://www.ilmubahasainggris.com/)