Laporan Praktikum Pengenalan Kerusakan Hutan Dan Penyebab Akibat Serangga Hama

Laporan Praktikum Pengenalan Kerusakan Hutan Dan Penyebab Akibat Serangga Hama

Laporan Praktikum Pengenalan Kerusakan Hutan Dan Penyebab Akibat Serangga Hama

Laporan Praktikum Pengenalan Kerusakan Hutan Dan Penyebab Akibat Serangga Hama
Laporan Praktikum Pengenalan Kerusakan Hutan Dan Penyebab Akibat Serangga Hama

Kutu Lilin pada Tectona grandis

Hama kutu lilin diketahui mempunyai inang lebih dari 50 jenis pohon pinus.Serangga ini menghisap cairan pada batang, pucuk dan pangkal daun pinus  sehingga menghasilkan bercak-bercak lilin yang berwarna putih. Serangan kutu ini menyebabkan kematian pucuk (dieback) secara perlahan, kehilangan dominansi pucuk, distorsi cabang, pertumbuhan terhambat, daun menjadi kecoklatan dan mati, tajuk menipis dan akhirnya terjadi kematian pohon (Chilima dan Leather, 2001).

Ngengat pada Gmelina arborea

Seekor ngengat (imago) Xyleutes ceramicus / oleng-oleng (larvanya merupakan penggerek batang Gmelina dan Jati) dapat bertelur 2 sampai 4 kali selama hidupnya (4 sampai 9 hari) dengan jumlah telur antara 4.000 sampai 12.300 butir, umur telur 12 hari dengan persentase penetasan 75 sampai 90% (Trimurti, 2001).

Hyblea puera dan Eutectona machaeralis pada Tectona grandis

Hama penggerek daun yang sering menyerang adalah dari jenis Euctona machaeralis dan Hyblaera puera. Tanda serangannya adalah daun Jati tidak utuh, berlubang, daun habis disisakan tulang daunnya saja.  Serangan hama ini dapat menyebabkan pertumbuhan Jati terganggu karena daun tidak dapat berfotosintesa dengan sempurna (Tim Penyusun, 2014).

Rayap Basah pada A. mangium

Rayap Basah (Coptotermes curvignathus) dikenal sebagai hama tanaman yang utama. Beberapa jenis tanaman perkebunan yang banyak diserang hama tersebut adalah pohon kelapa, karet, coklat, dan kelapa sawit. Serangan Coptotermes curvignathus pada tanaman kelapa seringkali menyebabkan kematian (Nandika dkk, 2003).

Kutu Loncat pada Lamtoro

Kutu loncat berukuran kecil, sekitar 1-2 mm. karena bisa meloncat dan melenting dengan cepat, hama ini disebut kutu loncat. kutu ini bersayap dua pasang, seperti membran dan transparan. sayap depan lebih besar dari sayap belakang, dan warna kuning atau hijau (Pracaya, 1999).

Kutu Tempurung / Coccidae pada Ketapang

Pertumbuhan kelompok serangga kutu tempurung (Coccus viridis) dalam famili coccidae ini dipengaruhi cuaca, populasi tertinggi pada musim kemarau. Koloni kutu tempurung lebih banyak di dataran rendah dibanding dataran tinggi (Kalshoven, 1981).

Hama Boktor / Penggerek Batang pada Sengon

Hama Boktor (Xystrocera festiva, ordo Coleoptera) mulai bersarang di batang sengon yang mengalami luka. hama ini bisasanya meletakkan telurnya di celah luka di batang sengon tersebut. jika batang telah berlubang, kemungkinan telur sudah menetas jadi larva. ciri tanaman sengon terserang hama boktor adalah adanya serbuk gerek halus pada ulit batang (Mulyana, 2010).

Ulat Kantong pada A. mangium

Ulat Kantong (Pteroma plagiophelps) ini menyerang dengan memakan jaringan daun bagian bawah, sehingga daun mengering dan layu. serangan yang serius menyebabkan tanaman nyaris tanpa daun. ulat kantong ini biasanya aktif pada malam hari (Warisno, 2009).

 

(Sumber: https://www.gurupendidikan.co.id/)