Di Hadapan Mahasiswa, Menteri Amran Ceritakan Masa Sulit Kehidupannya

Di Hadapan Mahasiswa, Menteri Amran Ceritakan Masa Sulit Kehidupannya

Di Hadapan Mahasiswa, Menteri Amran Ceritakan Masa Sulit Kehidupannya

Di Hadapan Mahasiswa, Menteri Amran Ceritakan Masa Sulit Kehidupannya
Di Hadapan Mahasiswa, Menteri Amran Ceritakan Masa Sulit Kehidupannya

Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, meminta Universitas Tanjungpura (Untan) dan lulusannya untuk mengguncang Asia melalui pengembangan sektor agraria.

Amran optimis civitas akedemika Untan dapat merealisasikannya, karena memiliki sumber daya manusia (SDM) dan lokasinya berada di perbatasan.

“Syaratnya, jangan biarkan rumput tumbuh di Kalimantan Barat,” ujarnya saat memberikan kuliah umum Auditorium Untan, Pontianak, Kalbar. Maksud Menteri Amran ialah mengoptimalkan lahan gambut dan lahan tidur yang cukup luas di Kalimantan Barat.

Untuk membangkitkan semangat ratusan mahasiswa yang memadati auditorium,

Menteri Amran lantas menceritakan pengalaman hidupnya.

Katanya, sejak umur sembilan tahun harus membanting tulang dengan berjualan batu dan memancing di empang orang lain, agar bisa makan. Kerja keras harus dilakoninya selama 20 tahun, karena berasal dari keluarga kurang mampu.

“Aku boleh lahir dalam keadaan miskin, tapi jangan biarkan aku dikubur dalam keadaan miskin,” ungkapnya. Cita-cita tersebut membulatkan tekad untuk bangkit.

Kerja keras berbuah manis. Dirinya dikenal sebagai salah seorang pengusaha sukses asal Bone, Sulawesi Selatan, mulanya fokus di sektor pertanian. Sekarang, tumbuh dan bergeliat di berbagai lini bisnis.

Lalu, Menteri Amran dipercaya Presiden Joko Widodo

untuk memimpin Kementerian Pertanian (Kementan) semenjak 20 Oktober 2014. “Kami ditakdirkan jadi menteri, Pak Presiden minta tiga bulan tidak selesai, you tahu diri (reshuffle),” ungkapnya.

Menteri Amran pun berusaha keras untuk memenuhi perminta Presiden. Upaya “paksa”, satu cara yang dilakukan. Sebab, dia menilai, rendahnya produksi pertanian kala itu, lantaran masyarakat Indonesia tak bekerja maksimal.

Lalu, memperbaiki sejumlah regulasi yang ada, seperti mengubah pola tender menjadi e-Catalog berbasis dalam jaringan (daring) atau online. Kemudian, membenahi infrastruktur, hilirisasi pertanian, dan sejumlah terobosan lain.

Alhasil, produksi empat komoditas strategis, cabai, bawang merah,

jagung, dan beras, melonjak drastis. “Tiga tahun hari ini, janji pemerintah, Insya Allah bisa swasembada,” katanya.

Karenanya, Menteri Amran meminta mahasiswa Untan bekerja keras untuk menggoncang Asia. Terlebih, mengenyam pendidikan tinggi, melampaui sejumlah tokoh sukses yang gagal dalam dunia pendidikan, seperti Steve Jobs dan Henry Ford.

“Kalian S-1, goncang ini Kalimantan Barat,” serunya.

“Tidak akan berubah nasibnya suatu kaum, termasuk kalian, bila tidak mengubah nasibnya sendiri,” pungkas peraih gelar doktor dari Universitas Hasanuddin (Unhas) Makassar itu mengingatkan.

 

Sumber :

http://www.disdikbud.lampungprov.go.id/perencanaan/afiksasi-adalah.html