Pulang dari Amerika, Dua Pemuda Ini Berbuat untuk Pendidikan

Pulang dari Amerika, Dua Pemuda Ini Berbuat untuk Pendidikan

Pulang dari Amerika, Dua Pemuda Ini Berbuat untuk Pendidikan

Pulang dari Amerika, Dua Pemuda Ini Berbuat untuk Pendidikan
Pulang dari Amerika, Dua Pemuda Ini Berbuat untuk Pendidikan

Soekarno pernah berkata, beri satu 10 pemuda akan kuguncang dunia.

Ungkapan itu ternyata bukan isapan jempol semata. Hal itu banyak bukti yang dilakukan kalangan pemuda belakangan ini yang bergerak untuk perubahan bangsa.

Begitu juga bidang yang ditekuni untuk melakukan perubahan pun sangat beragam. Mulai dari kesehatan, pendidikan, agama, konstruksi, teknologi dan lain sebagainya.

Belva Devara dan Iman Usman sepertinya mengambil pilihan di bidang pendidikan. Sikapnya terjun ke dunia edukasi, karena tidak terlepas dari fakta yang miris terhadap Indonesia.

Bangsa ini memiliki populasi masyarakat pendidikan nomor empat terbesar di dunia,

dengan lebih dari 52 juta murid dan 4 juta guru. Faktanya dari hasil literasi yang diterbitkan lembaga Program for International Student Assessment (PISA) pada 2015 lalu, kualitas pendidikan di Indonesia saat ini menduduki peringkat ke-69 dari 76 negara yang tergabung.

Atas kondisi ini Belva Devara dan Iman Usman mendirikan “Ruangguru“, sebuah perusahaan teknologi Indonesia yang berfokus pada layanan berbasis pendidikan. Kini, telah memiliki lebih dari 4 juta pengguna.

“Ruangguru menawarkan video belajar berlangganan, marketplace les privat, layanan bimbingan belajar on-demand, tryout ujian online, dan lain-lain,” ujar Belva yang mendapat gelar Master Kebijakan Publik dari Harvard University, Amerika Serikat itu.

Dia menyebut ruangguru merupakan mitra bagi pemerintah daerah demi

memberikan pendidikan berkualitas melalui Sistem Manajemen Belajar (LMS).

Hingga tahun lalu, Ruangguru berhasil bekerja sama dengan 33 dari 34 pemerintah provinsi dan lebih dari 305 pemerintah kota dan kabupaten di Indonesia. Berkat hal tersebut, Belva dan Iman berhasil masuk dalam jajaran pengusaha sukses di bawah 30 tahun melalui Forbes 30 under 30 untuk teknologi konsumen di Asia.

Sementara itu, Iman peraih gelar Master Pembangunan Pendidikan dari Columbia University, Amerika Serikat itu menyebut, Indonesia kekurangan sekolah sekaligus guru yang berkualitas.

“Bukan rahasia umum kalau negara kita adalah salah satu yang paling tertinggal. Kita tidak kekurangan sekolah atau guru, tapi kita kekurangan sekolah dan guru yang baik dan berkualitas terlepas dimana mereka berada, atau status ekonomi mereka,” tutur Iman pada kesempatan yang sama.

Kendati demikian, keduanya bersinergi mewujudkan perubahan bagi anak bangsa dalam menggapai impiannya terutama di bidang pendidikan. Sebab, pendidikan merupakan hal utama yang menjadi batu loncatan untuk meraih cita-cita.

 

Sumber :

http://www.disdikbud.lampungprov.go.id/perencanaan/jenis-jenis-kata.html