Mengenal Tentang Tirta Amerta

Mengenal Tentang Tirta Amerta

Mengenal Tentang Tirta Amerta

Mengenal Tentang Tirta Amerta
Mengenal Tentang Tirta Amerta

Dikisahkan pada zaman Satyayuga

para Dewa, detya dan asura(rakshasa) mengadakan pertemuan di puncak gunung Mahameru untuk mencari cara mendapatkan tirta amerta, yaitu air suci yang jika diminum dapat membuat hidup abadi. Itulah sebabnya para Dewa dan Asyura berlomba-lomba untuk mendapatkan Tirta Amerta tersebut.

Sang Hyang Nārāyana (Wisnubersabda, “Kalau kalian menghendaki tirta amerta tersebut, aduklah lautan Ksera (Kserasagara), sebab di dasar lautan itulah terdapat tirta amerta. Maka dari itu, carilah di sana!”

Setelah mendengar perintah Sang Hyang Nārāyana, berangkatlah para Dewa dan asura menuju ke laut Ksera. Karena laut Ksera sedemikian luasnya dan sangat dalam, maka untuk mendapatkan tirta amerta adalah dengan cara mengaduk lautan tersebut. Kebetulan, tidak jauh dari laut tersebut, yaitu di Sangka Dwipa (Pulau Sangka), terdapat sebuah gunung bernama Gunung Mandara (Mandaragiri), tingginya sebelas ribu yojana. Gunung tersebut dicabut oleh Sang Anantabhoga, beserta dengan segala isinya. Naga Wasuki kemudian melilitkan tubuhnya ke lereng gunung tersebut, sebagai tali pengikat. Para Dewa bertugas memegang ekornya, sedangkan rakshasa dan detya memegang kepalanya. Dewa Indrabertugas menduduki puncaknya, agar gunung tersebut tidak melambung atau terangkat lagi ke atas.

Setelah mendapat izin dari Dewa Samudera, gunung Mandara dijatuhkan ke laut Ksera, sebagai tongkat pengaduk lautan tersebut. Seekor kura-kura raksasa (Kurma) bernama Akupa yang tidak lain adalah awatara(penjelmaan) kedua dewa Wisnu dan saat itu sedang mengapung di lautan Kserasagara atau Kseranawa (lautan susu), diminta membantu untuk menopang dasar gunung Mandara dengan tempurungnya, agar tidak tenggelam.

Setelah siap, para Dewa, rakshasa dan asura mulai memutar gunung Mandara dengan menggunakan Naga Wasuki sebagai tali. Mereka berjuang sedemikian hebatnya, demi mendapatkan tirta amerta, sehingga laut bergemuruh. Gunung Mandara menyala, Naga Wasuki menyemburkan bisa, membuat pihak asura dan rakshasa kepanasan. Lalu Dewa Indra memanggil awan mendung yang kemudian mengguyur para asura dan rakshasa. Lemak segala binatang di gunung Mandara beserta minyak kayu hutannya membuat lautan Ksera mengental, pemutaran Gunung Mandara pun makin diperhebat.

Timbulnya racun

Saat lautan diaduk, racun mematikan yang disebut Halahala menyebar. Racun tersebut dapat membunuh segala makhluk hidup. Dewa Siwakemudian meminum racun tersebut maka lehernya menjadi biru dan disebut Nilakantha (Sanskerta: Nila: biru, Kantha: tenggorokan).

Setelah  sekian lama mengaduk-aduk laut Kesra dengan gunung Mandara yang diputar-putar, berbagai dewa-dewi, binatang, dan harta karun muncul, yaitu:

  • Sura, Dewi yang menciptakan minuman anggur
  • Apsara, kaum bidadari kahyangan
  • Kostuba, permata yang paling berharga di dunia
  • Uccaihsrawa, kuda para Dewa
  • Kalpawreksa, pohon yang dapat mengabulkan keinginan
  • Kamadhenu, sapi pertama dan ibu dari segala sapi
  • Airawata, kendaraan Dewa Indra
  • Laksmi, Dewi keberuntungan dan kemakmuran
  • Dewi Sri,
  • Ardhachandra
  • Kastubhamani

Akhirnya keluarlah Dhanwantari membawa kendi berisi tirta amerta. Karena para Dewa sudah banyak mendapat bagian, sementara para asuradan rakshasa tidak mendapat bagian sedikit pun, maka para asura dan detya ingin agar tirta amerta menjadi milik mereka. Akhirnya tirta amerta berada di pihak para asura dan rakshasa dan Gunung Mandara dikembalikan ke tempat asalnya, di Sangka Dwipa.

Perebutan Tirta Amerta

Para Dewa ternyata tidak rela bila tirta amerta menjadi milk para Asura dan Detya. Para Dewa berusaha memikirkan cara untuk merebut tirta tersebut. Akhirnya Dewa Wisnu mengubah wujudnya menjadi seorang wanita sangat cantik bernama Mohini. Wanita cantik ini kemudian mendekati para rakshasa dan detya. Mereka sangat senang dan terpesona dengan kecantikan wanita jelmaan Dewa Wisnu.

Ketika sang wanita ini minta Tirta Amerta, para Asura dan Detya, tanpa pikir panjang langsung menyerahkan kendi berisi tirta amerta. Mereka berpikir, bahwa jika sang wanita yang cantik ini meminum tirta amerta ini, maka wanita ini tidak akan pernah mati dan menjadi tua, sehingga mereka dapat tetap bersama-sama. Setelah mendapatkan air tersebut, Mohini langsung pergi sambil berlari membawa tirta amerta dan mengubah wujudnya kembali menjadi Dewa Wisnu.

Para detya yang melihatnya, menjadi marah. Tak lama kemudian terjadilah pertempuran antara para Dewa dan rakshasa-detya. Pertempuran terjadi sangat lama,  karena kedua belah pihak sama-sama sakti. Kemudian Dewa Wisnu teringat dengan senjata Chakran-ya. Agar pertempuran dapat segera diakhiri, Dewa Wisnu memunculkan senjata Chakranya.

Senjata chakra kemudian turun dari langit dan menyambar-nyambar para rakshasa-detya. Banyak dari mereka yang lari terbirit-birit dengan tubuh yang penuh luka. Akhirnya, ada yang menceburkan diri ke laut dan ada pula yang masuk ke dalam tanah.

Para Dewa kemudian terbang ke Wisnuloka, kediaman Dewa Wisnu, dan di sana mereka meminum tirta amerta sehingga memiliki hidup abadi. Seorang rakshasa yang merupakan anak Sang Wipracitti dengan Sang Singhika mengetahui hal itu, kemudian ia mengubah wujudnya menjadi Dewa dan turut serta meminum tirta amerta. Hal tersebut diketahui oleh Dewa Aditya dan Chandra, yang kemudian melaporkannya kepada Dewa Wisnu. Dewa Wisnu kemudian mengeluarkan senjata chakranya dan memenggal leher sang rakshasa, tepat ketika tirta amerta sudah mencapai tenggorokannya.

Memang, badan sang rakshasa kemudian mati, namun kepalanya masih hidup karena tirta amerta sudah menyentuh tenggorokannya. Sang rakshasa marah kepada Dewa Aditya dan Chandra, dan bersumpah akan memakan mereka pada pertengahan bulan.

 

(Sumber: https://pengajar.co.id/)

Mengenal Tentang Danau Kelimutu

Mengenal Tentang Danau Kelimutu

Mengenal Tentang Danau Kelimutu

Mengenal Tentang Danau Kelimutu
Mengenal Tentang Danau Kelimutu

Danau Kelimutu (Danau Tri Warna)

terletak di Gunung Kalimutu, Kabupaten Ende, Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur, Indonesia. Ke tiga danau ini saling berhimpitan. Uniknya, sesuai dengan sebutannya, Danau Tri Warna, danau ini masing-masing memang memiliki warna yang berbeda. Danau yang berwarna merah disebut Tiwu Ata Polo, danau yang berwarna hijau zamrud disebut Tiwu Nua Muri Kooh Fai dan danau yang berwarna biru disebut Tiwu Ata Mbupu. Namun, sesekali warna ketiganya bisa pula menjadi sama.

Hampir seabad silam, tepatnya 95 tahun lalu, peneliti asal Belanda bernama BCChMM van Suchtelen, sudah sangat takjub dengan fenomena perubahan-perubahan warna air di tiga kawah Kelimutu di Kabupaten Ende, Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur, itu.

Saat itu Suchtelen melihat bahwa

Danau Tiwu Ata Polo menunjukkan warna merah darah, Tiwu Nua Muri Koo Fai hijau jamrud, sedangkan Tiwu Ata Mbupu berwarna putih. Tetapi  pada akhir 2008, Danau Kelimutu berubah warna, dimana ketiga danau ini menjadi satu warna, yaitu hijau muda. Peristiwa ini diawali Danau Tiwu Ata Polo yang saat itu berubah warna dari coklat kehitaman menjadi hijau tua. Disusul Danau Tiwu Ata Mbupu dari hijau lumut kehitaman jadi hijau muda. Warna kedua danau tersebut kini sama dengan warna Danau Tiwu Nua Muri Koo Fai.

Warna ketiga danau yang sedemikian itu, yaitu semuanya memancarkan warna hijau muda, mirip dengan peristiwa 13 tahun silam, tepatnya pada 9 April 1996. Persitiwa saat itu tercatat dalam data Pusat Penelitian Geoteknologi Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) dan Balai Taman Nasional (BTN) Kelimutu. Saat itu Tiwu Ata Polo berwarna hijau, Tiwu Nua Muri Koo Fai hijau muda, dan Tiwu Ata Mbupu hijau tua.

Lebih unik lagi, warna ke tiga danau di Gunung Kalimutu ini, bahkan berubah menjadi hitam (lihat gambar). Jadi Warna danau ini bisa berubah-ubah setiap saat. Misalnya, dari merah menjadi hijau tua, dan merah hati. Dari hijau tua menjadi hijau muda.Dari coklat kehitaman kemudian berubah menjadi biru langit. Ini sungguh luar biasa.

Sedangkan pada pertengahan Juli 2010, danau Tiwu Nua Muri Koo Fai berwarna hijau muda kebiruan, danau Tiwu Ata Polo berwarna hijau, dan danau Tiwu Ata Mbupu berwarna hijau lumut kehitaman.

Selama ini, Danau Tiwu Ata Polo, lebih didominasi warna gelap, seperti merah, hijau tua, dan coklat. Adapun Danau Tiwu Nua Muri Koo Fai, lebih sering berwarna hijau muda dan pernah berubah menjadi biru sebanyak 6 kali, putih 10 kali, yang terakhir terjadi tahun 2004—dari warna hijau ke putih telur asin—sedangkan Danau Tiwu Ata Mbupu, lebih sering berwarna hijau lumut, hitam, coklat tua, terkadang juga biru, dan pernah dua kali menjadi putih, pada tahun 1915 dan 1960.

Kalangan ilmuwan dan peneliti menyatakan bahwa, faktor penyebab perubahan warna air danau pada Gunung Kelimutu yang memiliki ketinggian 1.690 meter itu, adalah disebabkan adanya kandungan kimia berupa garam, besi, sulfat, mineral lain, serta tekanan gas aktivitas vulkanik, dan sinar matahari.

”Aktivitas kegempaan juga dapat mengubah warna kawah danau. Fenomena geologis ini memang sungguh unik dan hanya terjadi di Danau Kelimutu di Indonesia. Di negara lain, antara lain Italia dan Selandia Baru, kalaupun ada, perubahan warna airnya, tetapi  tidak signifikan dan tidak beraneka warna,” kata peneliti Pusat Penelitian Geoteknologi Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Bandung, Eko Soebowo, Rabu (18/8/2010).

Pagi hari adalah waktu yang terbaik untuk menyaksikan keindahan danau Kelimutu. Sedangkan menjelang tengah hari, apalagi sore hari, biasanya pemandangan danau Kelimutu akan terhalang oleh kabut yang tebal.

Selain pemandangan danau Kelimutu, dapat pula disaksikan keindahan alam lain di Taman Nasional Kelimutu seperti Hutan Lindung yang banyak ditumbuhi pepohonan pinus dan cemara, serta kicauan burung-burung yang menghuni kawasan Taman Nasional Kelimutu.

Di kawasan seluas 5.356,5 hektar itu juga mudah ditemukan aneka jenis flora dan satwa liar langka. Burung garugiwa(Pachycephala nudigula)merupakan salah satunya. Burung berkepala warna hitam, sedangkan badan, sayap, hingga ekor berwarna hijau kekuningan ini merupakan spesies endemik di sana yang tidak terdapat di tempat lain.

Saat menuju puncak kawah Danau Kelimutu, sekitar pukul 08.00 Wita, terdengar aneka suara unik burung garugiwa jantan. Semarak kicauan burung yang keras dan nyaring tersebut saling bersahutan, menghiasi pagi di Danau Kelimutu, bagaikan sambutan selamat datang yang ramah, bahkan turut menghangatkan suasana.

Burung garugiwa biasa berkicau mulai pukul 06.00 hingga 10.00 saja. Kicauan burung ini berbeda-beda sesuai ketinggian. Pada kawasan 1.400 meter di atas permukaan laut, ada sekitar 12 kicauan. Menurut penduduk setempat, pada ketinggian lebih dari 1.400 meter di atas permukaan laut, terdapat burung- burung yang memiliki sekitar 17 kicauan.

”Karena itu, masyarakat di sini ada yang menyebutnya burung arwah. Selain sulit ditangkap, burung itu juga hanya muncul saat tertentu,” kata Muhammad Sendi, pedagang kopi di sekitar tugu pemantauan Danau Kelimutu.

Radar alam

Bagi masyarakat setempat, perubahan warna air kawah Danau Kelimutu juga diibaratkan sebagai radar, pertanda awal akan terjadinya peristiwa negeri ini. Mereka meyakini, gempa bumi yang terjadi di Tasikmalaya, Jawa Barat, dan Sumatera Barat, didahului oleh berubahnya warna air kawah.

Masyarakat etnik Lio di daerah itu meyakini kawasan Kelimutu sebagai tempat yang sangat sakral, yakni kampung arwah leluhur mereka. Ini sesuai dengan nama Kelimutu yang terdiri dari kata ”keli” yang berarti ”gunung”dan kata ”mutu” yang bermakna ”berkumpul”. Itu sebabnya, mereka yang berkunjung ke daerah itu tak berani omong sembarangan atau takabur.

Pada pintu gerbangnya (Pere Konde) tertulis, danau ini dijaga Konde Ratu, sang penguasa. Danau Tiwu Ata Polo adalah tempat berkumpulnya arwah orang jahat, Danau Tiwu Nua Muri Koo Fai menjadi tempat berkumpulnya arwah anak-anak muda, sedangkan Danau Tiwu Ata Mbupu merupakan tempat berkumpulnya arwah kaum tua yang bijaksana.

Keajaiban alam Danau Kelimutu, begitu pula mitos yang diejawantahkan secara nyata lewat berbagai ritual magis, memberikan pesona luar biasa. Belum lagi di Kelimutu juga terdapat arboretum, hutan mini seluas 4,5 hektar, tempat tumbuhnya berbagai jenis pohon yang mewakili potensi biodiversitas Taman Nasional Kelimutu. Di sana terdapat aneka flora yang jumlahnya 78 jenis pohon, yang berkelompok dalam 36 suku.

Di antara flora itu ada yang endemik Kelimutu, yakni uta onga (Begonia kelimutuensis) dan turuwara (Rhododendron renschianum), di samping tanaman arngoni (Vaccinium varingiaefolium) yang berbunga kecil berwarna putih dan buahnya berwarna hitam jika matang—yang oleh masyarakat setempat biasa disebut makanan para dewa. Juga kawanan kera ekor panjang (Macaca fascicularis) yang memerlukan bantuan pawang untuk menyaksikannya.

Di sepanjang jalan dari kota Ende menuju Danau Kelimutu, yang berjarak sekitar 55 km, jalannya berkelok-kelok, naik turun bukit tinggi, dengan lebar jalan hanya 4 meter. Untuk mencapai ke danau ini membutuhkan waktu sekitar 2 jam dari kota Ende. Sungguh merupakan suatu perjalanan yang sangat mengasyikkan. Di sisi kanan-kiri jalan tersebut adalah tebing. Siapa pun yang mengunjungi Danau Kelimutu akan memperoleh sensasi tersendiri.

Kekayaan alam danau Kelimutu ditunjang pula dengan kekayaan budaya berupa rumah adat, tarian tradisional dan kerajinan tenun ikat yang merupakan ciri khas warga setempat. Selain itu pula, terdapat sumber air panas, air terjun, dan perkampungan adat yang sayang kalau dilewatkan. Waktu yang paling tepat untuk berkunjung ke danau Kelimutu adalah antara bulan Juli sampai September.

Sayangnya, Danau Kelimutu belum dipromosikan secara optimal. Padahal, banyak orang ingin menikmati pesona alam Indonesia yang fenomenal tersebut.

 

(Sumber: https://thesrirachacookbook.com/)

Penerimaan Siswa ABK di Sekolah Inklusif Berdasarkan Domisili

Penerimaan Siswa ABK di Sekolah Inklusif Berdasarkan Domisili

Penerimaan Siswa ABK di Sekolah Inklusif Berdasarkan Domisili

Penerimaan Siswa ABK di Sekolah Inklusif Berdasarkan Domisili

Anak Berkebutuhan Khusus

Masih adanya sekolah inklusif yang mempunyai Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) dengan jumlah lebih banyak di banding sekolah inklusif lainnya membuat Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Bogor membuat sebuah kebijakan baru, yakni kebijakan penerimaan siswa ABK sesuai dengan domisili. Rencananya kebijakan ini akan diberlakukan tahun depan pada saat pendaftaran calon siswa baru.

Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Bogor Fahrudin mengatakan

di Kota Bogor sekolah yang ditunjuk sebagai sekolah inklusif ada 57 sekolah. 57 sekolah tersebut terdiri dari delapan PAUD, 37 Sekolah Dasar (SD) dan 12 Sekolah Menengah Pertama (SMP). Sekolah-sekolah yang ditunjuk ini gurunya menjadi prioritas untuk diikutsertakan pelatihan. 

“Kalau sekolah inklusif ini kejauhan untuk ABK maka sekolah yang paling dekat wajib menerima ABK karena memang sebenarnya saat ini semua sekolah sudah diwajibkan menerima ABK,” ujarnya seusai menghadiri acara sosialisasi pendidikan Inklusif 2017 di Gedung Kusnoto Lippi, jalan Ir. H. Djuanda, Kota Bogor, Selasa (10/10/2017).

Fahrudin menuturkan

Meski sekolah inklusif jumlahnya sudah banyak dan sekolah-sekolah reguler juga dapat menerima ABK, ada sekolah inklusif yang mendapat kepercayaan lebih dari orang tua. Kepercayaan ini membuat sekolah tersebut jumlah siswa ABKnya lebih banyak. Padahal idealnya siswa ABK pada satu kelas tiga sampai lima orang dari jumlah siswa 20 orang.

Jadi kedepan begitu mau masuk SD

ABK akan dipetakan terlebih dahulu. Sekolah akan melaporkan ke Disdik dan tidak bisa langsung diterima sama sekolah. Sebaliknya, Disdik akan mengundang orang tua calon siswa untuk berdiskusi bersama untuk menentukan sekolah berdasarkan domisi terdekat,” jelasnya. 

Menurut Fahrudin, kebijakan ini untuk mengurangi beban sekolah inklusif yang jumlah ABKnya banyak. Dan tentunya pengawasan terhadap ABK pun menjadi lebih optimal. Hal menarik dari sekolah inklusif juga membuat anak tanpa hambatan menjadi lebih peka dan peduli terhadap ABK. Sebab anak tanpa hambatan ikut mendampingi ABK. “Bagi ABK mereka bisa lebih mandiri sebab di kedepan mereka hidup di tengah orang-orang tanpa hambatan,” jelasnya.

Sementara itu, hal senada turut dikatakan Bunda Anak Istimewa Yane Ardian

ABK mempunyai hak pendidikan yang sama dengan anak tanpa hambatan. Namun, jika ada sekolah yang jumlah ABK nya banyak, ia khawatir anak-anak malah tidak mendapatkan pelayanan yang baik. Apalagi jika tidak didukung dengan pengajar yang mampu menangani ABK.  “Hal terpenting itu pelatihan terhadap pengajarnya dalam menangani ABK harus terus dilakukan,” pungkasnya.

Arikel terkait :

Penguatan Landasan Hukum, Perwali Tentang Pendidikan Inklusif

Penguatan Landasan Hukum, Perwali Tentang Pendidikan Inklusif

Penguatan Landasan Hukum, Perwali Tentang Pendidikan Inklusif

 

Penguatan Landasan Hukum, Perwali Tentang Pendidikan Inklusif

Pada kegiatan Sosialisasi Pendidikan Inklusif di Lantai 6 Gedung LIPI

Kota Bogor, Selasa (10/10/2017) Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Bogor Fahrudin menargetkan bisa menerbitkan Peraturan Wali Kota (Perwali) Tentang Pendidikan Inklusif. Menurutnya Perwali tersebut penting untuk mengatur sekolah inklusif agar ketika pimpinan sekolah berganti akan tetap menjalankan kewajibannya menerima ABK. “Kalau belum ada Perwali khawatir persepsinya menjadi beda lagi,” ujarnya.

Ia mengatakan, dirimya ingin Perwali ini dapat selesai dalam satu atau dua Bulan kedepan

Mengingat Perwali tidak terlalu sulit dibandingkan dengan Peraturan Daerah (Perda) dan Wali Kota sudah sangat memahami akan kebutuhan ABK.  “Nanti di Perwali bisa jadi akan ada tulisan ABK perlu mendapatkan perhatian di alat pembelajaran atau alat bantu agar mereka bisa belajar dan bisa dianggarkan untuk itu,” ujarnya.

Sejauh ini, lanjut Fahrudin

Anggaran yang ada Rp 300 juta hanya untuk pelatihan guru belum kepada fasilitas untuk ABKnya. Sebab dalam tahapannya dimulai dengan memberikan pemahaman kepada Kepala Sekolah tentang pendidikan untuk semua harus di jalankan bukan hanya teori saja.  “Dari sisi itu sudah aman terlihat semua sekolah sudah terbuka untuk menerima ABK tinggal urusannya masyarakat yang memilih,” terangnya. 

Ia menjelaskan, tahap kedua yang dilakukan setelah akses terbuka yakni meningkatkan mutu layanan melalui kompetisi guru-gurunya. Salah satunya dengan kegiatan sosialisasi ini. Sedangkan tahap ketiga menuju sekolah ramah anak termasuk sekolah ramah ABK. 

“ABK harus mendapatkan tempat yang aman di sekolah kalau misalnya harus pake krusi roda tempat alan kursi rodanya harus ada jangan tangga semua. Nanti masuk ke fisik, kamar mandinya harus ramah ABK juga,” imbuhnya.

Wali Kota Bogor Bima Arya mengatakan

Pemeritah Kota Bogor akan menambah komitmen anggaran untuk pelatihan guru pembimbing. Saat ini baru Rp 300 juta tetapi setiap tahun coba terus ditambah agar sekolah inklusif ini siap dari segi SDM, dari fasilitas infrastruktur bertahap akan ditambah dan diperbaiki serta terus lakukan sosialisasi untuk menambah kesadaran masyarakat menangani ABK. 

“Iya boleh dibuat Perwali kalau perlu penguatan dalam landasan hukum akan dilakukan. Serta akan berkoordinasikan dengan dewan mengingat komitmen ini memerlukan dukungan dewan untuk menambah anggaran,” pungkasnya .

 

Sumber : https://pakdosen.co.id/

APEKSI Dapat Bersinergi Dengan Lembaga Lain

APEKSI Dapat Bersinergi Dengan Lembaga Lain

APEKSI Dapat Bersinergi Dengan Lembaga Lain

 

APEKSI Dapat Bersinergi Dengan Lembaga Lain

Bima Arya

Wali Kota Bogor Bima Arya memberikan usulan agar Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI) ke depannya untuk dapat lebih bersinergi lagi dengan lembaga-lembaga negara lainnya.

Wali Kota

Hal tersebut disampaikan Wali Kota saat mengikuti rapat koordinasi Dewan Pengurus APEKSI di Bridge Function Room, Hotel Aston Rasuna, Jakarta, Selasa (10/10/2017).

“Dengan sinergi dan koordinasi antara kita (APEKSI) dengan lembaga-lembaga pemerintahan yang ada ini tentunya akan sangat baik dan membantu kinerja ke depannya dari masing-masing kepala daerah,” papar Bima.

Rapat koordinasi kali ini diisi dengan sejumlah agenda pokok berupa rencana pengisian posisi wakil ketua dan direktur eksekutif APEKSI serta membahas rencana rapat kerja nasional APEKSI pertengahan tahun 2018 mendatang yang akan digelar di Kota Tarakan, Kalimantan Timur.

Ketua Dewan Pengurus APEKSI

Ketua Dewan Pengurus APEKSI Airin Rachmi yang langsung memimpin rapat tersebut dengan dihadiri sejumlah jajaran pengurus lainnya. Diantara mereka hadir Wali Kota Binjai Idham, Wali Kota Pangkal Pinang Irwansyah, dan Wali Kota Malang M. Anton.

Sumber : https://solopellico3p.com/

Contoh Surat Pemberitahuan Acara Reuni

Contoh Surat Pemberitahuan Acara Reuni

Contoh Surat Pemberitahuan Acara Reuni – Salah satu acara yang barangkali pernah kamu hadiri adalah reuni alumni. Pemberitahuan acara umumnya dibuat dalam bentuk surat pemberitahuan atau undangan. Untuk membawa dampak surat pemberitahuan ini tentunya tidak ada format baku. Salah satunya contohnya adalah sebagai berikut.

Kepada yth;

Saudaraku

se Angkatan ’2003 – Alumni 2006

SMA Negeri 1 Makassar

Salam Reuni

Bersama surat ini kita selaku Tim perencana reuni Angkatan 2003 Alumni 2006 SMA Negeri Makassar.

Memberitahukan bahwasanya bakal menyelenggarakan Reuni spesifik angkatan 2003 alumni 2006 untuk pertama kalinya sejak 12 th. selanjutnya kita terpisah. Format acara Reuni lebih berwujud kekeluargaan (non formil) dan simple mengingat belum seutuhnya saudara kita yang sanggup terlacak, tapi tidak menutup barangkali bakal diwacanakan terhadap reuni selanjutnya untuk mengarah ke Reuni yang lebih besar.

Untuk itu kita terlampau mengharap Kedatangan saudara beserta keluarga, pada:

Hari/ Tanggal      :               20 Oktober 2018

Pukul     :               09.00 Wita – Selesai

Tempat                :               Hotel Aston Makassar

Demi sukses dan lancarnya agenda tersebut, kita tim panitia telah menyepakati dan menyimpulkan dari hasil rapat dan survey bersama dengan mewajibkan tiap tiap peserta berkontribusi sekurang-kurangnya Rp. 25.000,00 (sudah juga keluarga), dan Maksimal tidak terbatas seumpama saudara mau untuk mendonasi sebagai sponsor Reuni, tapi juga tidak menutup barangkali seumpama saudara mendambakan beri tambahan Sumbangsih Dana lebih se Ikhlasnya diluar kontribusi wajib.

Kami panitia bakal terlampau bersyukur dan menjunjung sekali seumpama tidak cuma nilai Nominal rupiah yang saudara mempertimbangkan untuk berkontribusi tapi keberhasilan dari acara Reuni selanjutnya untuk menjadikan sesuatu yang sungguh berarti bagi kita semua, kita percaya berapapun nominal rupiah yang saudara kontribusikan tidak ada berarti bagi saudara, dibandingkan bersama dengan nilai sebuah kerinduan yang telah 12 th. lamanya.

Demikianlah Surat pemberitahuan ini kita sampaikan jauh hari di awalnya sehingga jadi perhatian tersendiri di benak saudaraku se Angkatan 2003 – Alumni 2006 SMA N 1 Makassar.

Untuk Info selanjutnya saudara/i sanggup menghubungi team panitia reuni.

Besar harapan kita atas perhatian saudara untuk berpartisipasi terhadap acara Reuni tersebut. Sebelum dan sesudahnya tim panitia mohon maaf seumpama ada kata yang kurang mau dihati saudaraku.

Terimakasih banyak

Team Panitia Reuni

Angkatan 2003 – Alumni 2006

SMA Negeri 1 Makassar

Ketua Panitia     Bendahara

 

Ilham Hidayat    Nelma Kharisma

 

Sumber : https://www.kumpulansurat.co.id/

Surat Pemberitahuan Acara 17 Agustus

Surat Pemberitahuan Acara 17 Agustus

Surat Pemberitahuan Acara 17 Agustus – Perayaan 17 Agustus atau hari kemerdekaan Negara Republik Indonesia selamanya diisi dengan beragam acara. Acara selanjutnya ditunaikan baik berasal dari tingkatan RT, Kelurahan sampai pada skala nasional. Tentunya pembuatan acara selanjutnya butuh surat pemberitahuan kepada orang yang berkepentingan di dalamnya.

PANITIA HUT KE-73 KEMERDEKAAN RI

PERUM GREEN CAKRA RESIDENCE, DESA TAENG

_______________________________________________________________

Pallangga, 2 Agustus 2018

Nomor : 02/HUTRI/08/2018

Perihal : Pemberitahuan acara 17 Agustus

Kepada Yth……….

Di Tempat

Dengan Hormat,

Berdasarkan rapat pada 25 Juli 2018 di Balai Sekretariat RT 03 RW Perumahan Green Cakra Residence, kita panitia HUT ke-73 Kemerdekaan RI menyepakati hal-hal sebagai berikut:

  1. Susunan Panitia Pelaksana HUT Kemerdekaan RI (terlampir)
  2. Jadwal acara (terlampir)
  3. Besarnya iuran per kepala keluarga Rp 10.000 (sepuluh ribu rupiah) yang bakal dibayarkan ke bendahara RT masing-masing paling lambat pada 10 Agustus 2018.
  4. Anggaran acara 17 Agustus 2018 (terlampir)
  5. Masing-masing kepala keluarga mesti menempatkan bendera Merah-Putih merasa 14 Agustus 2018.

Kami berharap partisipasi dan peran dan juga seluruh perumahan Green Cakra Residence di dalam pelaksanaan aktivitas peringatan HUT ke-73 Kemerdekaan RI demi meningkatkan kerjasama dan rasa kebersamaan. Demikian surat ini kita buat, atas perhatiannya diucapkan menerima kasih.

Hormat kami,

Ketua Panitia     Sekretaris

Ilham Hidayat    Nelma Kharisma

Mengetahui

Ketua RT 03/ RW 05

Amran Nasir

 

Baca Juga:

Pengelolaan Wakaf Harus Profesional

Pengelolaan Wakaf Harus Profesional

Pengelolaan Wakaf Harus Profesional

Pengelolaan Wakaf Harus Profesional
Pengelolaan Wakaf Harus Profesional

Berbagai cara bisa dilakukan oleh seseorang untuk mendapatkan kebaikan dan Ridha dari Allah SWT

, salah satunya dengan wakaf, yaitu memindahkan hak milik pribadi menjadi milik suatu badan yang memberi manfaat bagi masyarakat.

Pengurus Pusat Masyarakat Ekonomi Syariah, Muhammad Yusuf Helmy mengatakan, harta wakaf dapat digunakan untuk membangun berbagai fasilitas umum, seperti rumah ibadah, lembaga pendidikan, rumah sakit, properti, perkebunan, dan lain-lain yang tidak bertentangan dengan prinsip syariah.

“Harta wakaf pada masa kini juga dapat berupa uang (cash waqaf), seperti melalui manfaat asuransi dan manfaat investasi dari polis asuransi jiwa syariah,” kata Helmy,
dalam sebuah diskusi di Hara Cafe, Jln. Sutami No.62, Bandung, Sabtu (23/02).

Menurut Helmy, pengelolaan dana wakaf secara profesional sangat penting untuk memastikan nilai harta

wakaf tetap terjaga dan hasil usaha wakaf terus memberikan manfaat bagi masyarakat, karena itu, Prudential Indonesia bermitra dengan tiga lembaga wakaf atau nazhir yang terpercaya, yaitu Dompet Dhuafa, iWakaf dan Lembaga Wakaf Majelis Ulama Indonesia (LW-MUI).

“Nasabah dapat memilih nazhir di antara ketiga lembaga tersebut dan program ini mendukung nasabah yang sedang mencari solusi modern dan cerdas untuk menunaikan wakaf, sekaligus memastikan dirinya dan keluarganya memperoleh proteksi dan perencanaan investasi yang tepat,” ucapnya.

Sementara itu, Government Relations and Community Investment Director Prudential Indonesia

, Nini Sumohandoyo mengatakan, program wakaf kami fokus kepada kemudahan nasabah dalam menyalurkan wakaf asuransinya yang sejalan dengan slogan “Selalu Berbagi, Selamanya Berarti,” yang mengajak kita untuk terus berderma demi manfaat yang abadi dan menjadi bagian dari komitmen perusahaan untuk turut mengatasi tantangan sosial ekonomi Indonesia saat ini.

“Badan Wakaf Indonesia (BWI), tanah seluas 2.700 kilometer persegi di lebih dari 366 ribu lokasi telah masyarakat wakafkan. Sedangkan potensi wakaf tunai diperkirakan mencapai Rp180 triliun per tahun. Kita akan turut menggali potensi wakaf di Indonesia yang sedemikian besar sehingga masyarakat bisa menyalurkan dermanya dengan lebih tepat guna,” jelasnya.

 

Baca Juga :

 

 

Juara AFF U-22, Presiden Jokowi: Perbedaan Menjelma Jadi Harmoni dan Kekuatan

Juara AFF U-22, Presiden Jokowi Perbedaan Menjelma Jadi Harmoni dan Kekuatan

Juara AFF U-22, Presiden Jokowi: Perbedaan Menjelma Jadi Harmoni dan Kekuatan

Juara AFF U-22, Presiden Jokowi Perbedaan Menjelma Jadi Harmoni dan Kekuatan
Juara AFF U-22, Presiden Jokowi Perbedaan Menjelma Jadi Harmoni dan Kekuatan

Presiden Joko Widodo menyambut gembira hasil pertandingan final Piala AFF U-22

yang mempertemukan Indonesia dan Thailand pada Selasa malam (26/2). Di laga tersebut, Garuda Muda mengungguli Thailand dan keluar sebagai juara.

Bagi Presiden, pertandingan dan kemenangan ini menunjukkan semangat nyata dari Bhinneka Tunggal Ika yang dimiliki tim Garuda Muda. Berasal dari daerah dan latar belakang yang berbeda, menjadikan perbedaan menjelma sebagai kekuatan besar.

“Para pemain Timnas U-22 Indonesia berasal dari berbagai daerah, suku, dan agama. Di lapangan, perbedaan itu menjelma menjadi harmoni dan kekuatan yang menghasilkan gelar juara,” ujarnya dalam akun Instagram pribadi pada Selasa malam, 26 Februari 2019.

Ia berharap gelar juara yang diperoleh ini menjadi inspirasi tersendiri bagi dunia sepak bola

di Tanah Air sekaligus menjadi awal bagi kebangkitan sepak bola nasional.

“Saya berharap kemenangan ini menjadi awal bagi kebangkitan dan kemajuan sepak bola Indonesia. Dari Tanah Air, saya menyampaikan selamat kepada Timnas U-22 Indonesia!” tandasnya.

Release dari Setneg, dalam laga final yang digelar di Phnom Penh, Kamboja

, Garuda Muda asuhan Indra Sjafri berhasil membalikkan keadaan menjadi 2-1 setelah sebelumnya sempat tertinggal lebih dahulu. Gol Sani Rizki Fauzi dan Osvaldo Haay menjadi penentu gelar juara menjadi milik Garuda Muda.

 

Sumber :

kulit berfungsi sebagai alat ekskresi karena

Jabar Raih Kategori “Baik” Dalam Pengawasan Kearsipan Tahun 2018

Jabar Raih Kategori Baik Dalam Pengawasan Kearsipan Tahun 2018

Jabar Raih Kategori “Baik” Dalam Pengawasan Kearsipan Tahun 2018

Jabar Raih Kategori Baik Dalam Pengawasan Kearsipan Tahun 2018
Jabar Raih Kategori Baik Dalam Pengawasan Kearsipan Tahun 2018

Mewakili Pemerintah Provinsi Jawa Barat, Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Barat Iwa

Karniwa menerima penghargaan dalam Laporan Monitoring Tindak Lanjut Pengawasan Kearsipan Tahun 2018 dari Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI) dan memperoleh kategori “Baik” di Padang, Sumatera Barat, Rabu (27/2/19).

“Alhamdulillah Pemerintah Provinsi Jawa Barat mendapat peringkat ke 2-dari 34 Provinsi di Indonesia, dengan kategori “Baik”,” ungkap Iwa.

Selain provinsi, ada juga Kelompok Pemerintah Daerah Kabupaten/Kota dengan Kategori “Baik” diberikan pada tiga kabupaten/kota di Jawa Barat. Yaitu, Kabupaten Bogor, Kabupaten Bekasi dan Kota Bogor. Rakor ini dibuka Gubernur Sumatera Barat Irwan Prayitno dan dihadiri oleh 723 peserta dari seluruh Jawa Barat.

Selanjutnya Iwa sangat berharap kearsipan di Pemprov Jawa Barat dan Kabupaten

/kota pun mempunyai predikat kategori “Sangat Baik”. Sehingga mampu menyamai bahkan mengalahkan provinsi dan kabupaten/kota lain di Indonesia.

“Adapun langkah-langkah menuju kategori “Sangat Baik” dengan mendokumentasikan semua aktivitas dan disimpan secara rapi. Karena nantinya jika dibutuhkan akan mudah dicari dengan cepat dan tepat,” papar Iwa.

“Inilah tata cara kelola yang baik, yang akan kita terapkan di Jawa Barat,” ujarnya.

Deputi Bidang Kelembagaan dan Tatalaksana Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara

dan Reformasi Birokrasi RI, Rini Widyantini, mengatakan pengelolaan arsip merupakan salah satu yang penting dan fundamental dalam melakukan administrasi pemerintahan yang efektif dan efisien.

“Pencataan informasi yang dihasilkan administrasi pemerintahan sudah seharusnya mengikuti kaidah dan prinsip kearsipan,” tegasnya.

Sehingga, tutur Rini, arsip digunakan tidak hanya sebagai catatan historis, tetapi digunakan juga sebagai informasi dalam pengambilan keputusan, baik yang bersifat teknis maupun strategis sebagaimana telah diatur dalam Undang-Undang Kearsipan.

 

Sumber :

https://blog.fe-saburai.ac.id/peranan-tumbuhan-paku/