Influence Theory of Leadership

Influence Theory of Leadership

Influence Theory of Leadership

Influence Theory of Leadership
Influence Theory of Leadership

Teori ini berhubungan dengan bagaimana seorang pemimpin

memengaruhi sikap dan tindakan pengikutnya. Hal ini diperlukan dalam kepemimpinan agar pemimpin mampu mengarahkan para pengikut untuk bekerjasama dalam mengatur dan mencapai tujuan. Baik pemimpin maupun pengikut, keduanya memiliki keterkaitan yakni peran hubungan resiprokal (timbal balik). Peran tersebut yang membangun suatu kepemimpinan. Namun peran yang terbagi tidak berarti bahwa terjadi dominasi maupun pemakasaan dalam kepemimpinan. Jadi, pemimpin dapat dikatakan bertugas mengajak dan menginspirasi para anggota untuk mengikuti cara pandangnya dalam proses mencapai tujuan.

H.Situational Theories of Leadership

Terdapat empat teori situasional, diantaranya: The distributed-actions theory; Bales’ interaction-process analysis; Fiedler’s situational theory; dan Hersey and Blanchard’s situational theory.
·The Distributed-Actions Theory of Leadership

Dalam teori ini terdapat dua prinsip dasar. Prinsip pertama, banyak anggota dari suatu kelompok yang menjadi seorang pemimpin dengan melakukan tindakan yang saharusnya dilakukan pemimpin, yakni membantu kelompok mencapai tujuan dan mempertahankan relasi kerja secara efektif. Prinsip kedua, kepemimpinan bersifat spesifik untuk suatu kelompok khusus dalam sebuah situasi khusus.

Interaction-Process Analysis

Teori situasional ini menjelaskan tentang proses analisis yang terjadi melalui interaksi. Misalnya, beberapa orang yang tidak saling mengenal dikumpulkan dalam satu ruangan dan memberi mereka tugas yang mengajak mereka untuk bekerja sama maka akan terjadi suatu interaksi sosial yang menimbulkan berbagai pola dan kemudian memuncul suatu struktur kepemimpinan. Orang yang bicara lebih banyak sebagian besar merupakan pemimpin (Burke, 1974; Stein & Heller, 1979). Dasar dari teori proses interaksi:

1. Ketika suatu kelompok memiliki tugas yang perlu diselesaikan, anggotanya terlibat dalam tugas yang berhubungan dengan perilaku atas dasar kesetaraan.

2. Anggota yang memiliki task behavior yang tinggi cenderung menciptakan ketegangan dan permusuhan di antara anggota yang kurang berkomitmen untuk tugas. Misalnya, orang-orang yang cenderung suka mengerjakan tugas sampai selesai dan tidak menunda-nunda pekerjaan akan menganggap remeh anggota yang lainnya yang lebih sedikit mengerjakan tugas mereka dan akan mengucilkan mereka dengan tidak berelasi dengan orang-orang tersebut.

3. Ada kebutuhan untuk tindakan yang membantu mempertahankan hubungan kerja yang efektif antar anggota. Misalnya, setiap anggota diberikan tanggung jawab untuk bekerja diluar kota bersam-sama dan melakukan pekerjaan mereka bersama, sehingga akan terjadi hubungan dan komunikasi yang baik antara anggota.
4. Anggota lain yang memiliki task actions tinggi terlibat dalam tindakan sosial-emosional. Misalnya, anggota yang suka dengan kerja lapangan jelas harus bisa berkomunikasi dengan baik dan memiliki sikap yang terbuka juga hangat terhadap orang lain, hal inilah yang dimaksudkan dengan tindakan social-emosional, karena dia dapat bersosialisasi dan memiliki control emosional yang baik.

5. Peran-peran yang berbeda (tugas dan sosio-emosional) yang stabil dan disinkronkan dengan tugas dan sosio-emosional pemimpin dapat memperkuat dan mendukung satu sama lain. Misalnya, orang yang bisa persuasi diberikan tugas untuk turun lapangan mencari data dsb, sedangkan orang yang tipe pemikir tinggal untuk melakukan pekerjaan yang melibatkan ketekunan dan ketelitian seperti mengetik atau memikirkan cara mengurangi kerugian dari produk-produk yang baru saja dirancangkan.

Fiedler’s Situational Theory of Leadership

Fiedler cenderung menekankan kepemimpinan dan kinerja organisasi. Fiedler membagi tipe pemimpin yang pertama, pemimpin yang setiap tugas anggotanya diorientasikan. Contohnya, pemimpin dengan tipe ini selalu menentukan apa yang harus dikerjakan oleh anggotanya, kemana mereka harus pergi dan bagaimana cara mereka harus bekerja. Pemimpin dengan tipe seperti ini adalah pemimpin yang kekuatan dan otoritasnya sangat tinggi. Yang kedua, pemimpin yang berorientasi pada pemeliharaan hubungan. Contohnya, seorang pemimpin yang selalu memanggil para anggotanya apabila ada kesalahan dalam pengerjaan seorang anggota. Pemimpin dengan tipe ini selalu melibatkan anggotanya dalam pengambilan keputusan. Fiedler juga mengembangkan skala yang digunakan untuk mengukur sikap seorang pemimpin agar bisa melihat siapa yang paling bisa memimpin dengan baik yang disebut skala Least Preferred Co-worker (LPC).

Terdapat 3 variabel yang menurut Fiedler berpengaruh pada peran dan pengaruh seorang pemimpin, yaitu:

1. Hubungan pemimpin dan anggota: Keinginan anggota untuk mengikuti arahan pemimpin dan pemimpin pun disukai dan dipercaya oleh anggotanya.
2. Struktur tugas: Sejauh mana anggota dapat menyelesaikan tugas berdasarkan instruksi dan prosedur yang telah ditentukan.
3. Kekuasaan berdasar posisi: Pemimpin dapat mengatur otoritas dalam memberikan punishment dan reward.

Bahaya Mengucir Rambut Ekor Kuda

Bahaya Mengucir Rambut Ekor Kuda

Bahaya Mengucir Rambut Ekor Kuda

Bahaya Mengucir Rambut Ekor Kuda
Bahaya Mengucir Rambut Ekor Kuda

Menguncir rambut merupakan kebiasaan setiap perempuan

yang memiliki rambut panjang. Bahkan beberapa laki-laki juga menganggap bahwa wanita terlihat lebih menarik ketika rambutnya dikuncir. Ada beberapa model kuncir rambut, ada yang dicepol maupun kuncir ekor kuda.

Bagi kamu yang sering menguncir rambut gaya buntut perlu waspada. Ternyata menguncir rambut menyerupai ekor kuda berbahaya bagi kesehatan. Salah satunya adalah bisa menyebabkan sakit kepala atau migrain.

Dilansirmetro, Selasa (6/11), kuncir rambut ekor kuda memang terlihat lebih rapi karena ikatannya sangat kencang. Kendati demikian, mengucir dengan cara tersebut justru menarik saraf di kulit kepala dan sekitar wajah. Pengambilan ujung saraf sensoris ini menyebabkan sakit kepala atau migrain. Kondisi semakin parah saat seseorang mengalami stres atau ketegangan.

Meskipun seorang mungkin senang memberikan

sedikit pengencangan pada wajah dengan mengikat rambut ke atas, hal tersebut menyebabkan sakit punggung dan leher jika terlalu lama. Kulit kepala akan mengalami lebih banyak tekanan jika Anda memiliki rambut tebal. Sehingga rasa sakit meluas ke punggung dan leher jika memaksanya untuk tetap terjaga.

Sementara pita karet adalah jenis yang paling buruk

untuk rambut. Mereka mungkin terlihat mudah diperbaiki ketika rambut terikat, tetapi pita karet menyebabkan kerusakan. Menggunakan ini terlalu sering justru mempercepat membuat sejumlah besar helai rambut yang rusak.

Dalam kasus ekstrem, gaya ini dapat menyebabkan ketegangan atau daya tarik alopecia. Ini adalah ketika menarik rambut menyebabkan mereka melonggarkan dari akar folikelnya. Itu bisa terjadi dengan wig dan tenun yang ketat juga. Dalam beberapa kasus, ini dapat menyebabkan garis rambut surut.

Menurut Health Line, alopesia mungkin muncul sebagai tonjolan kecil

Di kulit kepala yang terlihat seperti jerawat. Ketika kondisi berlanjut, gejala utama hilang dan rambut menjadi rontok. Rambut di bagian depan dan sisi kulit kepala adalah yang paling sering terkena.

Hal ini dapat diperbaiki jika kamu berhenti menekan kepala dengan tidak mengenakan kuncir ekor kuda yang ketat, atau kepang. Dalam beberapa kasus, folikel rambut bisa menjadi sangat rusak sehingga tidak dapat menghasilkan rambut baru.

Untuk menghindari ini, cara terbaik ialah dengan membiarkan rambut bebas saat tidur. Kemudian oleskan minyak ketika bisa dan pijat dalam-dalam. Cobalah untuk tidak mencuci rambut terlalu sering untuk memungkinkan kelembaban alami untuk keluar.

Sumber : http://www.ngegas.com/

Kunjungan Disdik Sulawesi Utara, Pelajari Sistem Pendidikan Berbasis TIK di Jawa Barat

Kunjungan Disdik Sulawesi Utara, Pelajari Sistem Pendidikan Berbasis TIK di Jawa Barat

 Kunjungan Disdik Sulawesi Utara, Pelajari Sistem Pendidikan Berbasis TIK di Jawa Barat

 

Kunjungan Disdik Sulawesi Utara, Pelajari Sistem Pendidikan Berbasis TIK di Jawa Barat

 

Kepala Dinas Pendidikan Jawa Barat

Ahmad Hadadi menerima kunjungan Dinas Pendidikan Sulawesi Utara dalam rangka mempelajari sistem informasi, teknologi dan komunikasi berbasis aplikasi yang telah diterapkan di Dinas Pendidikan Jawa Barat. Kunjungan dilaksanakan di Kantor Dinas Pendidikan Jawa Barat, Jalan Dr. Radjiman No.6, Kota Bandung, pada Rabu 24 Oktober 2018.

Hadadi mengatakan sesuai dengan visi Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil, pendidikan berbasis teknologi adalah hal yang penting. Dinas Pendidikan Jawa Barat berfokus pada hal tersebut dan terus mengembangkan pendidikan berbasis teknologi dalam berbagai program. Apalagi kini sudah terdapat Balai Teknologi Informasi dan Komunikasi Pendidikan (Tikomdik) Dinas Pendidikan Jawa Barat.

“Jawa Barat melalui Gubernur,

ingin pendidikan berbasis teknologi sesuai dengan visi misi yang ada,” ujar Hadadi.

Dalam kunjungan tersebut turut hadir Kepala Balai Tikomdik, Endang Susilastuti. Teradapat tiga aplikasi pendidikan yang dipaparkan dalam kunjungan tersebut, pertama adalah Aplikasi Pemetaan Guru dan tenaga Kependidikan (Aplikasi DSO) atau Sistem Informasi Pengendali Kebutuhan Pendidik dan Tenaga Kependidikan (Sidakep). Endang mengatakan, Aplikasi DSO ini bertujuan untuk mengikat sekolah dalam pengumpulan data di sekolah tersebut.

“Jadi jika kita memiliki data tertulis, guru tidak bisa begitu saja pindah, apalagi kalau di sekolah tersebut kekurangan guru, ada datanya di sistem. Data dimonitor oleh Cabang Dinas wilayah masing-masing,” ujar Endang.

Kedua adalah aplikasi SIAJAR

Sistem SIAJAR merupakan aplikasi pelaksanaan kelas digital untuk SMA Terbuka dan SMK Pendidikan Jarak Jauh (PJJ) di Jawa Barat. SIAJAR dilengkapi pembelajaran dari perancangan, pembelajaran hingga penilaian. SIAJAR menyediakan materi pembejaran dan soal yang dapat dikembangkan oleh guru.

Ketiga adalah aplikasi penetapan angka kredit secara online (OPAK). Aplikasi ini bertujuan membantu guru dalam proses kenaikan pangkat. Aplikasi ini memberikan edukasi untuk guru dalam proses kenaikan pangkat. Seluruh proses dan persyaratan kenaikan pangkat dapat dilihat dan dipantau di aplikasi ini.

Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi Utara

Liesie G. L. Punuh mengatakan, pemilihan kunjungan kerja ke Dinas Pendidikan Jawa Barat dilatarbelakangi oleh pengharagaan Anugerah Kihajar 2018 yang dimenangkan oleh Gubernur Jawa Barat, dalam kategori utama sebagai Kepala Daerah Peduli TIK untuk Pendidikan dan Kebudayaan. Selanjutnya aplikasi yang telah dipaparkan tersebut akan dipelajari dan diterapkan di Sulawesi Utara.

“Kita melihat dari penghargaan Kihajar kemarin, kita ingin belajar ke Jawa Barat. Yang akan diterapkan pertama yang terpenting pastinya aplikasi DSO dan OPAK tadi,” ujar Liesie.

 

Artikel Terkait:

Fortnite Bukukan Pendapatan Rp 34 Triliun Sepanjang 2018

Fortnite Bukukan Pendapatan Rp 34 Triliun Sepanjang 2018

Fortnite Bukukan Pendapatan Rp 34 Triliun Sepanjang 2018

Fortnite Bukukan Pendapatan Rp 34 Triliun Sepanjang 2018

Jakarta – Fortnite menjadi sebuah fenomena di dunia gim

Terlepas dari popularitasnya, gim battle royale ini ternyata juga sangat menguntungkan.

Menurut firma analisis SuperData, Fortnite menjadi gim gratis terbaik tahun lalu.

Bahkan, dalam hal pendapatan, gim ini dikatakan telah berhasil meraup pendapatan US$ 2,4 miliar atau sekitar Rp 34 triliun sepanjang 12 tahun. Demikian sebagaimana dikutip Tekno Liputan6.com dari The Verge, Sabtu (19/1/2019).

Sekadar informasi

sebagian besar pendapatan Fortnite datang dari penjualan skin karakter dan emote.

SuperData mengatakan, 34 persen dari pemain gim Fortnite di Amerika Serikat membeli tiket pertempuran musiman.

Tiket ini merupakan sebuah fitur yang telah ada di gim lain seperti PUBG dan gim Rocket League.

Sebagai perbandingan, menurut penemuan dari SuperData

Fortnine memperoleh pendapatan lebih ketimbang gim lain seperti Honour of Kings milik Tencent. Pendapatan untuk gim ini mencapai angka US$ 1,3 miliar.

Sementara, gim mobile lain yang juga terkenal adalah PUBG. Gim ini mendapatkan pendapatan setengah dari Fortnite, yakni US$ 1,035 miliar.

Gim Paling Banyak Diunduh

Adapun gim lainnya yakni Pokemon Go mendapatkan US$ 1,1 miliar, dan Candy Crush sebesar US$ 1 miliar.

Lain lagi dengan analis aplikasi mobile App Anie, Fortnite menjadi salah satu dari lima gim paling banyak diunduh di Amerika Serikat, Inggris, dan Kanada.

Pendapatan Fortnite untuk tahun 2018 adalah jumlah yang besar. Tentu hal tersebut tidak mengejutkan.

Pasalnya pada bulan April lalu, SuperData melaporkan, pendapatan bulanan gim ini sebesar US$ 300 juta.

Sejak saat itu, gim Fortnite menjadi lebih populer dan diperluas ke platform baru seperti Android dan Nintendo Switch.

 

Sumber : http://situsiphone.com/

Peringati Bulan Bahasa, SMK Kartika XIX-1 Kota Bandung Selenggarakan Literasi Bahasa

Peringati Bulan Bahasa, SMK Kartika XIX-1 Kota Bandung Selenggarakan Literasi Bahasa

Peringati Bulan Bahasa, SMK Kartika XIX-1 Kota Bandung Selenggarakan Literasi Bahasa

 

Peringati Bulan Bahasa, SMK Kartika XIX-1 Kota Bandung Selenggarakan Literasi Bahasa

 

Peringati Bulan Bahasa

SMK Kartika XIX-1 Kota Bandung Selenggerakan literasi bahasa dalam bentuk perlombaan, Rabu, 25 Oktober 2018. Kegiatan tersebut diikuti oleh seluruh siswa kelas X dan XI dengan beraneka macam lomba kebahasaan yang melingkupi tiga bahasa, yakni Bahasa Indonesia, Sunda dan Inggris. Tujuan digelarnya acara tersebut yakni agar siswa tergugah untuk terus mempelajari bahasa ibu, melestarikan bahasa daerah dan mengenal bahasa internasional.

Dalam kegiatan tersebut

ada beraneka macam mata lomba yang diperlombakan. Di bidang bahasa Indonesia, ada perlombaan mading, resensi buku dan drama. Sedangkan di bidang bahasa sunda ada pembacaan sajak sunda dan kawih. Dan untuk bahasa inggris melombakan speech atau pidato.

Kepala Sekolah SMK Kartika XIX-1 Kota Bandung

Abdurahman mengatakan, kegiatan ini rutin dilaksanakan setiap tahunnya pada bulan Oktober, dimana sering diperingati sebagai bulan bahasa dan bulan lahirnya sumpah pemuda. Dengan mengangkat tema “Satukan Bangsa dengan Membangun Karakter Pemuda melalui Literasi dan Kompetensi”, Abdurahman berhadap siswanya mampu menjadi pemersatu bangsa lewat bahasa.

“Alhamdulillah respon siswa juga baik, mereka senang, mendukung dan mampu mengekspresikan kemampuan berkreasi mereka dalam kegiatan ini. Mereka juga belajar untuk tampil di depan, guna mengasah mental dan ini termasuk pendidikan karakter juga,” ucap Abdurahman saat ditemui di SMK Kartika XIX-1 Kota Bandung, Jalan Aceh, Kota Bandung.

Dia pun menuturkan, pada zaman sekarang, kemampuan berbahasa menjadi modal utama agar menjadi manusia yang maju dan unggul. “Bahasa adalah kunci di era sekarang, ia dapat memperluas pergaulan. Makanya kita coba motivasi siswa agar memiliki kemampuan berbahasa,” tuturnya.

Selain itu pula, lewat kegiatan ini, ia bisa menemukan bakat yang dimiliki oleh siswanya dalam bidang tersebut. “Ini juga jadi ajang pencarian bakat bagi sekolah. Jadi kita bisa menemukan bibit siswa yang berpotensi. Jadi jika nanti ada ajang perlombaan antar sekolah, kita sudah punya siswa yang berkompetensi di bidangnya,” katanya menambahkan.

Salah satu siswa

Elsa Raysa Agustina mengatakan sangat antusias dalam mengikuti kegiatan tersebut. Siswi jurusan Teknik Komputer Jaringan (TKJ) ini juga menambahkan, menjadi penting bagi siswa untuk mempelajari dan menguasi berbagai macam bahasa.

“Penting banget soalnya bahasa itu jadi sebuah modal untuk tampil di dunia. Kalau kita kuasai semua bahasa, kita ga akan buta,” ucap siswa yang mengikuti perlombaan speech tersebut.

 

Sumber : http://situsiphone.com/

Perkembangan Administrasi Sebagai Ilmu

Perkembangan Administrasi Sebagai Ilmu

Perkembangan Administrasi Sebagai Ilmu

Perkembangan Administrasi Sebagai Ilmu
Perkembangan Administrasi Sebagai Ilmu

Ilmu pengetahuan dapat didefinisikan sebagai suatu objek ilmiah yang memiliki sekelompok prinsip, dalil dan rumus yang melalui percobaan-percobaan yang sistematis dilakukan berulangkali telah diuji kebenarannya, prinsip-prinsip, dalil-dalil, dan rumus-rumus dapat diajarkan dan dipelajari.

Dari segi perkembangan ilmu administrasi sejak lahir hingga sekarang, ilmu administrasi telah mencapai empat tahap :

  1. Tahap survival (1886-1930):

Pada tahap ini dimulai peletakan dasar-dasar administrasi oleh F.W. Taylor dan Hendry Fayol. Tahun 1886 sering disebut sebagai “tahun” lahirnya ilmu administrasi, karena pada tahun itulah gerakan manajemen/administrasi ilmiah dimulai oleh Frederick Winslow Taylor di Amerika Serikat yang dijuluki bapak ilmu manajemen, dan kemudian diikuti oleh Henry Fayol di Prancis yang dijuluki pula bapak ilmu Administrasi. Dalam masa ini para sarjana mulai memperjuangkan supaya pengetahuan administrasi sebagai ilmu yang mandiri atau sebagai salah satu tertib-ilmu (disiplin). Demikian juga dalam masa inilah para ahli dan sarjana mengkhususkan dirinya dalam bidang administrasi dan manajemen.

  1. Tahap konsolidasi dan penyempurnaan (1930-1945)

Pada tahap ini terjadi penyempurnaan teori-teori, sehingga kebenarannya tidak dapat dibantah lagi. Dalam jangka waktu ini pulalah gelar-gelar kesarjanaan dalam ilmu administrasi Negara dan niaga mulai banyak diberikan oleh lembaga-lembaga pendidikan tinggi.

  1. Tahap human relation (1945-1959)

Setelah teori-teori disempurnakan, maka fokusnya berubah pada factor manusia serta hubungan formal dan informal yang perlu diciftakan pada semua tingkatan organisasi demi terlaksananya kegiatan-kegiatan yang harus dilaksanakan dalam suasana yang intim dan harmonis.

Dalam masa ini para sarjana administrasi mulai memperhatikan segi manusiawi dan menyelidiki segala hubungan dari semua orang dalam kegiatan kerjasama, baik hubungan yang bersifat resmi (dinas,formal) maupun yang tidak resmi (informal). Pada masa ini pula ditulis pula hampir semua buku mengenai hubungan antar manusia dalam kegaiatan kerjasama mereka.

  1. Tahap behaviouralisme (1959-sekarang)

Pada tahap ini focus perhatiannya bukan hanya pada hubungan manusianya, tetapi sudah maju kepada tindakan-tindakan dan perilaku orang-orang dalam kehidupan berorganisasi, diselidiki pula cara-cara yang dapat ditempuh untuk lebih meningkatkan kegiatan-kegiatan yang membuat organisasi menjadi lebih efesien dan efektif, sehingga administrasi menyatu kepada manusia itu sendiri.

Baca Artikel Lainnya:

Tahap Prasejarah dalam Perkembangan Administrasi

Tahap Prasejarah dalam Perkembangan Administrasi

Tahap Prasejarah dalam Perkembangan Administrasi

Tahap Prasejarah dalam Perkembangan Administrasi
Tahap Prasejarah dalam Perkembangan Administrasi

Bukti-bukti sejarah menunjukan dengan jelas bahwa pada tahap prasejarah ini administrasi sudah berkembangdengan baik. Meskipun mungkin secara tidak sadar, masyarakat purba telah menjalankan roda administrasi sebagaimana apa yang sekarang disebut sebagai prinsip-prinsip administrasi . karena kebutuhan masyarakat yang dipuaskan melalui penerapan prinsip-prinsip administarsi dan manajemenpun relative masih sederhana maka pada umumnya system administrasi yang dipergunakan belum serumit yang digunakan sekarang ini.

Ditinjau dari segi waktu dan tempat, tahap prasejarah ini dapat dibagi pula menjadi enam tahap perkembangan, yaitu sebagai berikut.

  • Zaman Mesopotamia

Pada zaman semopotamia telah dijalankan prinsip-prinsip dasar administarsi yang diketahui pada zaman modern sekarng, terutama pada bidang pemerintahan, perdagangan, komunikasi dan pengangkutan (terutama pengangkutan sungai). Sejarah membuktikan bahwa masyarakat Mesopotamia telah menggunakan logam sebagai alat tukar, hal ini memudahkan dalam perdagangan.

  • Zaman Babilonia

Zaman babilonia, administrasi pemerintahan, perdagangan, perhubungan dan pengangkutan telah berkembang pula dengan baik. Perkembangan administrasi juga telah berkembang pada bidang teknologi, dengan bukti adanya taman gantung.

  • Mesir Kuno

Zaman mesir kuno, yang berkembang pada zaman ini adalah dibidang pemerintahan, militer, perpajakan, perhubungan dan pertanian (termasuk irigasi). Hanya saja, pada zaman mesir kuno ini, administrasi dijalankan bukan atas dasar kepentingan rakyat, tetapi hanya untuk kepentingan firaun dan keluarganya. Karena pada saat itu, firaun dianggap sebagai dewa atau setidaknya sebagai keturunan dewa, sehingga mengabdikan kepada firaun diindikasikan dengan pengabdian kepada tuhan.

  • Tiongkok Kuno

Zaman tiongkok kuno, administrasi pada zaman ini berkembang sebagaimana zaman-zaman yang telah disebutkan sebelumnya, tetapi ada yang khas pada tiongkok kuno ini, yaitu system administrasi kepegawaian yang sangat baik. Demikian baiknya system administarsi tersebut, maka system administarsi pun meminjam dari system ini dikenal dengan nama merit system. Pada zaman ini menonjol 3 toko yang memberikaan sumbangan yang sangat besar terhadap administrasi pada zaman itu, yaitu konfisius, chow, dan mo ti.

  • Romawi Kuno

Zaman romawi kuno, yang berkembang hampir sama dengan zaman-zaman sebelumnya, tetapi yang sangat menonjol adalah administrasi militer, pajak dan perhubungan melebihi yang sebelumnya, hal ini diperlukan mengingat romawi mempunyai wilayah yang sangat luas.

  • Yunani Kuno

Zaman yunani kuno, bidang yang berkembang dalam lingkup administrasi hampir sama dengan yang sebelumnya, tetapi disini muncul konsep demokrasi (berasal dari kata demos dan kratos yang berarti rakyat dan kekuasaan) sehingga kekuasaan berada ditangan rakyat. Definisi rakyat pada zaman ini berbeda dengan zaman sekarang yaitu:

o Pria

o Dewasa

o Lahir di Athena

o Orang tua warga Athena

Pembatasan pengertian rakyat ini memang logis pada zaman ini, karena 75% dari penduduk Athena terdiri dari pendatang yang bekerja sebagai pedagang atau budak belian. Pada zaman ini menciftakan parlemen pertama didunia yang disebut dengan orang-orang tua yang bijaksana. Untuk urusan di bidang militer diserahkan kepada dewan militer. Ada lagi ciri khas pada zaman yunani kuno yaitu setiap orang yang tergolong sebagai rakyat paling sedikit satu kali dalam hidupnya harus menjadi pegawai negeri tanpa bayaran.

Sumber: https://sel.co.id/

KOMPETENSI MANAJEMEN atau ADMINISTRASI PERKANTORAN

KOMPETENSI MANAJEMEN atau ADMINISTRASI PERKANTORAN

KOMPETENSI MANAJEMEN atau ADMINISTRASI PERKANTORAN

KOMPETENSI MANAJEMEN atau ADMINISTRASI PERKANTORAN
KOMPETENSI MANAJEMEN atau ADMINISTRASI PERKANTORAN
  • PROGRAM DIPLOMA III ADMINISTRASI PERKANTORAN

Kemampuan lulusan yang menekankan pada keahlian dan keterampilan mengaplikasikan  pekerjaan Administrasi Perkantoran dengan kompetensi  sebagai berikut:

  1. Mengoperasikan peralatan dan mesin perkantoran modern dalam menangani pekerjaan administrasi perkantoran.
  2. Menyelenggarakan  proses kegiatan administrasi/manajemen perkantoran mulai dari proses pengumpulan, pencatatan, pengolahan, penggandaan, pendistribusian, dan pendokumentasian bahan informasi untuk pengambilan keputusan.
  3. Melaksanakan kegiatan pelayanan prima kepada pemangku kepentingan baik internal maupun eksternal.
  4. Mengkomunikasikan ide dan informasi secara lisan maupun tertulis dengan baik dan benar.
  5. Menggunakan bahasa Inggris dengan baik dan benar dalam berkomunikasi lisan maupun tertulis dengan kualifikasi profesional bidang administrasi perkantoran.
  6. Mengelola kas kecil dalam pelaksanaan pekerjaan kantor.
  7. Mengelola pekerjaan perkantoran secara efektif dan efisien.
  8. Menjalankan tugas profesi dengan beretika, berkepribadian, dan berkarakter.

Kesimpulan: Program diploma Administrasi Perkantoran pada umumnya diharuskan menguasai kompetensi yang bersifat teknis yang berkaitan dengan pekerjaan kantor untuk selanjutnya dapat di praktekkan langsung di lapangan atau di tempat kerja.

  • PROGRAM S1 ADMINISTRASI PERKANTORAN

Kemampuan lulusan yang menekankan pada penguasaan dasar-dasar keilmuan dan keprofesian dalam  bidang Administrasi/Manajemen Perkantoran serta memiliki kesiapan untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi atau memasuki lapangan kerja, dengan kompetensi sebagai berikut:

  1. Mengelola  administrasi  perkantoran modern secara efektif dan efisien.
  2. Melaksanakan fungsi manajemen dalam menyelenggarakan kegiatan administrasi kantor.
  3. Menerapkan pendekatan sistem dalam rangka memecahkan permasalahan administrasi perkantoran.
  4. Mengelola teknologi informasi dalam penyelenggaraan administrasi perkantoran modern.
  5. Melaksanakan fungsi pelayanan kemasyarakatan dengan baik kepada pemangku kepentingan internal maupun eksternal.
  6. Mengkomunikasikan ide dan informasi secara lisan maupun tulis dengan baik dan benar.
  7. Menggunakan  bahasa Inggris dengan baik dan benar  dalam berkomunikasi lisan maupun tertulis dengan kualifikasi profesional bidang administrasi perkantoran.
  8. Mengelola  administrasi keuangan dengan benar pada lingkup pengelolaan organisasi kantor.
  9. Mengembangkan diri secara berkesinambungan dalam rangka melaksanakan pekerjaan perkantoran menyesuaikan perkembangan ipteks.
  10. Menjalankan tugas profesi dengan beretika, berkepribadian, dan berkarakter.

Kesimpulan: Berbeda dengan program diploma yang menekankan pada penguasaan keterampilan administrasi perkantoran, program S1 Administrasi Perkantoran menekankan pada penguasaan dasar dari keilmuan dan profesi administrasi perkantoran. Hal ini karena program S1 Administrasi Perkantoran selain disiapkan untuk memasuki lapangan pekerjaan juga disiapkan untuk melanjutkan pendidikan ke jengjang yang lebih tinggi yaitu program S2 dan S3 bidang Administrasi Perkantoran.

  • PROGRAM S1 PENDIDIKAN ADMINISTRASI PERKANTORAN

Kemampuan lulusan yang menekankan pada penguasaan dasar-dasar keilmuan dan keprofesian dalam  bidang Pendidikan Administrasi/Manajemen Perkantoran serta memiliki kesiapan untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi atau memasuki lapangan kerja, dengan kompetensi sebagai berikut:

  1. Menjadi guru/tenaga pendidik bidang Administrasi/Manajemen Perkantoran yangmenguasai kompetensi profesional, pedagogik, sosial, dan kepribadian.
  2. Mengembangkan perangkat pembelajaran administrasi perkantoran.
  3. Mengelola  pekerjaan administrasi  perkantoran modern secara efektif dan efisien.
  4. Melaksanakan fungsi manajemen dalam menyelenggarakan kegiatan administrasi kantor.
  5. Menerapkan pendekatan sistem dalam rangka memecahkan permasalahan administrasi perkantoran.
  6. Mengelola teknologi informasi dalam penyelenggaraan administrasi perkantoran modern.
  7. Melaksanakan fungsi pelayanan kemasyarakatan dengan baik kepada pemangku kepentingan internal maupun eksternal.
  8. Mengkomunikasikan ide dan informasi secara lisan maupun tulis dengan baik dan benar.
  9. Menggunakan  bahasa Inggris dengan baik dan benar  dalam berkomunikasi lisan maupun tertulis dengan kualifikasi profesional bidang administrasi perkantoran.
  10. Mengelola  administrasi keuangan dengan benar pada lingkup pengelolaan organisasi kantor.
  11. Mengembangkan diri secara berkesinambungan dalam rangka melaksanakan pekerjaan perkantoran menyesuaikan perkembangan ipteks.
  12. Menjalankan tugas profesi dengan beretika, berkepribadian, dan berkarakter.

Kesimpulan: Program S1 Pendidikan Administrasi Perkantoran mengharuskan lulusannya memiliki kualifikasi keilmuan dan profesi pendidikan administrasi perkantoran. Kualifikasi ini mengharuskan lulusan memiliki kemampuan untuk menjadi seorang pendidik, menyakut penguasaan kompetensi administrasi perkantoran dan menguasai serta mengembangkan perangkat dan teknik pembelajaran administrasi perkantoran.

  • PROGRAM S2  ADMINISTRASI PERKANTORAN

Menghasilkan lulusan yang mampu berperan dalam  mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi  bidang  Administrasi/Manajemen Perkantoran dengan kompetensi sebagai berikut:

  1. Menjadi manajer administrasi kantor pada lembaga bisnis maupun non bisnis.
  2. Menganalisis dan mengembangkan model sistem analisis administrasi perkantoran.
  3. Mengembangkan ipteks dalam bidang administrasi perkantoran melalui penelitian dan pengembangan serta publikasi karya ilmiah.
  4. Mengaplikasikan teknologi informasi dan komunikasi perkantoran.
  5. Memiliki kemampuan untuk mengikuti studi lanjut dalam rangka pengembangan ilmu Administrasi/Manajemen Perkantoran.
  6. Mengkomunikasikan ide dan informasi secara lisan maupun tulis dengan baik dan benar.
  7. Melakukan negosiasi dengan pemangku kepentingan internal maupun eksternal dalam rangka peningkatan kinerja organisasi.
  8. Menggunakan  bahasa Inggris dengan baik dan benar dalam berkomunikasi lisan maupun tertulis dengan kualifikasi profesional bidang administrasi perkantoran.
  9. Mengembangkan diri dalam rangka melaksanakan pekerjaan perkantoran secara berkesinambungan menyesuaikan perkembangan ipteks.
  10. Menjalankan tugas profesi dengan beretika, berkepribadian, dan berkarakter.

Kesimpulan: Kompetensi yang harus dicapai pada program S2 Administrasi Perkantoran tidak hanya menguasi dasar keilmuan administrasi perkantoran, namun lulusan juga diharapkan mampu mengembangkan gagasan-gagasan baru dalam bidang ilmu administrasi perkantoran, serta mampu melakukan pekerjaan administrasi perkantoran pada tingkatan yang lebih tinggi.

  • PROGRAM S2 PENDIDIKAN ADMINISTRASI PERKANTORAN

Menghasilkan lulusan yang mampu berperan dalam  mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi  bidang  Pendidikan Administrasi/Manajemen Perkantoran dengan kompetensi sebagai berikut:

  1. Menjadi tenaga pendidik profesional pada lembaga pendidikan menengah kejuruan dan lembaga pendidikan tinggi bidang administrasi/manajemen perkantoran.
  2. Menganalisis dan mengembangkan model-model pembelajaran inovatif dalam bidang administrasi/manajemen perkantoran.
  3. Mengembangkan ipteks dalam bidang pendidikan administrasi/manajemen perkantoran melalui penelitian dan pengembangan serta publikasi ilmiah.
  4. Mengaplikasikan teknologi informasi dan komunikasi perkantoran dengan baik untuk pengembangan pendidikan administrasi/manajemen perkantoran.
  5. Mengkomunikasikan ide dan informasi secara lisan maupun tulis dengan baik dan benar.
  6. Melakukan negosiasi dengan pemangku kepentingan internal maupun eksternal dalam rangka peningkatan kinerja organisasi.
  7. Menggunakan  bahasa Inggris dengan baik dan benar dalam berkomunikasi lisan maupun tertulis dengan kualifikasi profesional bidang administrasi perkantoran.
  8. Mengembangkan diri dalam rangka melaksanakan pekerjaan perkantoran secara berkesinambungan menyesuaikan perkembangan ipteks.
  9. Menjalankan tugas profesi dengan beretika, berkepribadian, dan berkarakter.
  10. Memiliki kemampuan untuk mengikuti studi lanjut dalam rangka pengembangan ilmu Pendidikan Administrasi/Manajemen Perkantoran.

Kesimpulan: Program S2 Pendidikan Administrasi Perkantoran mampu mengembangkan, menciptakan ilmu pengetahuan dan teknologi dalam proses pembelajaran/pendidikan administrasi perkantoran.

  • PROGRAM DOKTOR (S-3) ADMINISTRASI PERKANTORAN

Menjadi ilmuwan yang mempunyai pengetahuan lanjut, secara mandiri mampu menghasilkan konsep, dan inovasi dalam ilmu pengetahuan dan teknologi Administrasi/Manajemen Perkantoran dengan kompetensi sebagai berikut:

  1. Menganalisis dan mengembangkan model sistem analisis administrasi perkantoran.
  2. Melakukan inovasi dan mengembangkan ipteks dalam bidang Administrasi Perkantoran.
  3. Melakukan  penelitian dan pengembangan serta publikasi ilmiah dalam bidang Administrasi/Manajemen Perkantoran.
  4. Mengkomunikasikan ide dan informasi secara lisan maupun tulis dengan baik dan benar.
  5. Melakukan negosiasi dengan pemangku kepentingan internal maupun eksternal dalam rangka peningkatan kinerja organisasi.
  6. Menggunakan  bahasa Inggris dengan baik dan benar dalam berkomunikasi lisan maupun tertulis dengan kualifikasi profesional bidang administrasi perkantoran.
  7. Mengembangkan diri dalam rangka melaksanakan pekerjaan perkantoran secara berkesinambungan menyesuaikan perkembangan ipteks.
  8. Mengembangkan teknologi informasi dan komunikasi perkantoran.
  9. Mendesain dan mengembangkan jejaring  bidang Administrasi /Manajemen Perkantoran.
  10. Menjalankan tugas profesi dengan beretika, berkepribadian, dan berkarakter.

Kesimpulan: kualifikasi yang harus dicapai oleh lulusan S3 Administrasi Perkantoran lebih tinggi lagi, dimana lulusan harus mampu memiliki pengetahuan yang medalam dan mengembangkan konsep dan inivasi baru dalam bidang keilmuan administrasi perkantoran.

Sumber: https://duniapendidikan.co.id/

Pacar Suka Marah dan Temperamental, Bertahan atau Tinggalkan Saja?

Pacar Suka Marah dan Temperamental, Bertahan atau Tinggalkan Saja?

 

Pacar Suka Marah dan Temperamental, Bertahan atau Tinggalkan Saja?

Pacar Suka Marah dan Temperamental

Jakarta Beberapa orang akan mementingkan soal kemapanan saat memilih pasangan. Mereka mengabaikan soal temperamen atau bahkan belum tahu saat masih PDKT dulu. Karena itulah saat bertemu dengan pria temperamental, mudah emosi dan marah, saat itu juga perempuan akan bingung menghadapinya.

Jika terjebak dalam hubungan percintaan seperti ini haruskan melanjutkan hubungan atau disudahi di sini saja?

Ada beberapa hal yang perlu dipertimbangkan Sahabat Fimela

Jika pasangan memang memiliki watak yang mudah sekali marah dan temperamental maka akan sulit sekali untuk mengubahnya. Jika memang dirimu berkomitmen untuk menerima apa adanya maka jalan yang harus ditempuh adalah tenang dan sabar.

7 Bulan sudah Dimas Anggara dan Nadine Chandrawinata resmi menjadi suami-istri. Banyak kisah yang dialami baik Dimas dan Nadine dalam menjalani pernikahan. Yuk, simak cerita Dimas dan Nadine menjalani rumah tangga selama 7 bulan ini.

Temperamen itu bisa berubah kok Sahabat Fimela

Namun, memang dibutuhkan kesabaran dan waktu yang tidak sebentar. Jika memang sudah berkomitmen untuk menjalin hubungan dengannya, maka pelan-pelan berikan pengertian yang bisa diterima olehnya. Berikan kesempatan untuknya berbicara dan menunggu giliranmu berbicara. Lakukan ini dengan tenang dan tidak ikut emosional.

Kuncinya adalah komunikasi yang baik

Dirimu wajib tahu di mana sela dan bisa mengendalikan emosi pasangan, maka perlahan temperamennya akan bisa dikurangi.

 

Artikel Terkait :

Melihat Parade Busana Ready to Wear Desainer Lokal

Melihat Parade Busana Ready to Wear Desainer Lokal

 

Melihat Parade Busana Ready to Wear Desainer Lokal

Parade Busana Ready to Wear

Jakarta Konsistensi untuk mengembangkan bidang fashion tanah air semakin terlihat di langkah para pegiat mode, salah satunya yakni LOCALSTRUNK. Dikenal sebagai wadah bagi desainer lokal, di awal tahun 2019 ini LOCALSTRUNK memulai langkah baru dengan menggelar pagelaran.

Acara yang diberi tajuk “White Box, Style the Weekend” berlangsung 11-12 Januari 2019 di atrium Plaza Senayan. Tema “White Box” yang diusung punya filosofi bahwa langkah pertama LOCALSTRUNK ini ibarat kotak putih polos yang siap melahirkan kejutan baru dan dihiasi warna-warni di kesempatan selanjutnya.

Tak hanya fashion show, “White Box, Style the Weekend” juga berisi serangkaian acara menarik lainnya, seperti demo makeup dan hairdo, juga workshop dengan para tenant arts & crafts.

Merek kecantikan asal Korea Selatan, LANEIGE

Merek kecantikan asal Korea Selatan, LANEIGE, menutup tahun 2018 dengan perayaan meriah “LANEIGE X Fimela Christmas Dinner : Sparkle My Way”. Kegiatan ini berlangsung di Hotel Ritz CarltonPacific Place, Jakarta Pusat, pada tanggal 20 Desember 2018 di…

Kerja Sama dengan Berbagai Pihak

Dalam dua hari acaranya, 15 lokal brand yang lolos kurasi LOCALSTRUNK akan bekerja sama dengan fashion stylist ternama untuk memeragakan koleksi terbaru mereka. Di antaranya, VOW, Zoelle, FAUX the Label, KIVEE, NORE, MAVEN, dan masih banyak lainnya.

LOCALSTRUNK

LOCALSTRUNK juga bekerja sama dengan Rudy Hadisuwarno dan Y.O.U makeups untuk penyelenggaraan acara ini. Melalui acara ini LOCALSTRUNK berharap para desainer lokal dapat terwadahi untuk mengembangkan bisnis serta kreativitas mereka dalam dunia mode di Indonesia.

Sumber :https://www.modelbajumuslimbatik.com/