Perkembangan Administrasi Sebagai Ilmu

Perkembangan Administrasi Sebagai Ilmu

Perkembangan Administrasi Sebagai Ilmu

Perkembangan Administrasi Sebagai Ilmu
Perkembangan Administrasi Sebagai Ilmu

Ilmu pengetahuan dapat didefinisikan sebagai suatu objek ilmiah yang memiliki sekelompok prinsip, dalil dan rumus yang melalui percobaan-percobaan yang sistematis dilakukan berulangkali telah diuji kebenarannya, prinsip-prinsip, dalil-dalil, dan rumus-rumus dapat diajarkan dan dipelajari.

Dari segi perkembangan ilmu administrasi sejak lahir hingga sekarang, ilmu administrasi telah mencapai empat tahap :

  1. Tahap survival (1886-1930):

Pada tahap ini dimulai peletakan dasar-dasar administrasi oleh F.W. Taylor dan Hendry Fayol. Tahun 1886 sering disebut sebagai “tahun” lahirnya ilmu administrasi, karena pada tahun itulah gerakan manajemen/administrasi ilmiah dimulai oleh Frederick Winslow Taylor di Amerika Serikat yang dijuluki bapak ilmu manajemen, dan kemudian diikuti oleh Henry Fayol di Prancis yang dijuluki pula bapak ilmu Administrasi. Dalam masa ini para sarjana mulai memperjuangkan supaya pengetahuan administrasi sebagai ilmu yang mandiri atau sebagai salah satu tertib-ilmu (disiplin). Demikian juga dalam masa inilah para ahli dan sarjana mengkhususkan dirinya dalam bidang administrasi dan manajemen.

  1. Tahap konsolidasi dan penyempurnaan (1930-1945)

Pada tahap ini terjadi penyempurnaan teori-teori, sehingga kebenarannya tidak dapat dibantah lagi. Dalam jangka waktu ini pulalah gelar-gelar kesarjanaan dalam ilmu administrasi Negara dan niaga mulai banyak diberikan oleh lembaga-lembaga pendidikan tinggi.

  1. Tahap human relation (1945-1959)

Setelah teori-teori disempurnakan, maka fokusnya berubah pada factor manusia serta hubungan formal dan informal yang perlu diciftakan pada semua tingkatan organisasi demi terlaksananya kegiatan-kegiatan yang harus dilaksanakan dalam suasana yang intim dan harmonis.

Dalam masa ini para sarjana administrasi mulai memperhatikan segi manusiawi dan menyelidiki segala hubungan dari semua orang dalam kegiatan kerjasama, baik hubungan yang bersifat resmi (dinas,formal) maupun yang tidak resmi (informal). Pada masa ini pula ditulis pula hampir semua buku mengenai hubungan antar manusia dalam kegaiatan kerjasama mereka.

  1. Tahap behaviouralisme (1959-sekarang)

Pada tahap ini focus perhatiannya bukan hanya pada hubungan manusianya, tetapi sudah maju kepada tindakan-tindakan dan perilaku orang-orang dalam kehidupan berorganisasi, diselidiki pula cara-cara yang dapat ditempuh untuk lebih meningkatkan kegiatan-kegiatan yang membuat organisasi menjadi lebih efesien dan efektif, sehingga administrasi menyatu kepada manusia itu sendiri.

Baca Artikel Lainnya:

Tahap Prasejarah dalam Perkembangan Administrasi

Tahap Prasejarah dalam Perkembangan Administrasi

Tahap Prasejarah dalam Perkembangan Administrasi

Tahap Prasejarah dalam Perkembangan Administrasi
Tahap Prasejarah dalam Perkembangan Administrasi

Bukti-bukti sejarah menunjukan dengan jelas bahwa pada tahap prasejarah ini administrasi sudah berkembangdengan baik. Meskipun mungkin secara tidak sadar, masyarakat purba telah menjalankan roda administrasi sebagaimana apa yang sekarang disebut sebagai prinsip-prinsip administrasi . karena kebutuhan masyarakat yang dipuaskan melalui penerapan prinsip-prinsip administarsi dan manajemenpun relative masih sederhana maka pada umumnya system administrasi yang dipergunakan belum serumit yang digunakan sekarang ini.

Ditinjau dari segi waktu dan tempat, tahap prasejarah ini dapat dibagi pula menjadi enam tahap perkembangan, yaitu sebagai berikut.

  • Zaman Mesopotamia

Pada zaman semopotamia telah dijalankan prinsip-prinsip dasar administarsi yang diketahui pada zaman modern sekarng, terutama pada bidang pemerintahan, perdagangan, komunikasi dan pengangkutan (terutama pengangkutan sungai). Sejarah membuktikan bahwa masyarakat Mesopotamia telah menggunakan logam sebagai alat tukar, hal ini memudahkan dalam perdagangan.

  • Zaman Babilonia

Zaman babilonia, administrasi pemerintahan, perdagangan, perhubungan dan pengangkutan telah berkembang pula dengan baik. Perkembangan administrasi juga telah berkembang pada bidang teknologi, dengan bukti adanya taman gantung.

  • Mesir Kuno

Zaman mesir kuno, yang berkembang pada zaman ini adalah dibidang pemerintahan, militer, perpajakan, perhubungan dan pertanian (termasuk irigasi). Hanya saja, pada zaman mesir kuno ini, administrasi dijalankan bukan atas dasar kepentingan rakyat, tetapi hanya untuk kepentingan firaun dan keluarganya. Karena pada saat itu, firaun dianggap sebagai dewa atau setidaknya sebagai keturunan dewa, sehingga mengabdikan kepada firaun diindikasikan dengan pengabdian kepada tuhan.

  • Tiongkok Kuno

Zaman tiongkok kuno, administrasi pada zaman ini berkembang sebagaimana zaman-zaman yang telah disebutkan sebelumnya, tetapi ada yang khas pada tiongkok kuno ini, yaitu system administrasi kepegawaian yang sangat baik. Demikian baiknya system administarsi tersebut, maka system administarsi pun meminjam dari system ini dikenal dengan nama merit system. Pada zaman ini menonjol 3 toko yang memberikaan sumbangan yang sangat besar terhadap administrasi pada zaman itu, yaitu konfisius, chow, dan mo ti.

  • Romawi Kuno

Zaman romawi kuno, yang berkembang hampir sama dengan zaman-zaman sebelumnya, tetapi yang sangat menonjol adalah administrasi militer, pajak dan perhubungan melebihi yang sebelumnya, hal ini diperlukan mengingat romawi mempunyai wilayah yang sangat luas.

  • Yunani Kuno

Zaman yunani kuno, bidang yang berkembang dalam lingkup administrasi hampir sama dengan yang sebelumnya, tetapi disini muncul konsep demokrasi (berasal dari kata demos dan kratos yang berarti rakyat dan kekuasaan) sehingga kekuasaan berada ditangan rakyat. Definisi rakyat pada zaman ini berbeda dengan zaman sekarang yaitu:

o Pria

o Dewasa

o Lahir di Athena

o Orang tua warga Athena

Pembatasan pengertian rakyat ini memang logis pada zaman ini, karena 75% dari penduduk Athena terdiri dari pendatang yang bekerja sebagai pedagang atau budak belian. Pada zaman ini menciftakan parlemen pertama didunia yang disebut dengan orang-orang tua yang bijaksana. Untuk urusan di bidang militer diserahkan kepada dewan militer. Ada lagi ciri khas pada zaman yunani kuno yaitu setiap orang yang tergolong sebagai rakyat paling sedikit satu kali dalam hidupnya harus menjadi pegawai negeri tanpa bayaran.

Sumber: https://sel.co.id/

KOMPETENSI MANAJEMEN atau ADMINISTRASI PERKANTORAN

KOMPETENSI MANAJEMEN atau ADMINISTRASI PERKANTORAN

KOMPETENSI MANAJEMEN atau ADMINISTRASI PERKANTORAN

KOMPETENSI MANAJEMEN atau ADMINISTRASI PERKANTORAN
KOMPETENSI MANAJEMEN atau ADMINISTRASI PERKANTORAN
  • PROGRAM DIPLOMA III ADMINISTRASI PERKANTORAN

Kemampuan lulusan yang menekankan pada keahlian dan keterampilan mengaplikasikan  pekerjaan Administrasi Perkantoran dengan kompetensi  sebagai berikut:

  1. Mengoperasikan peralatan dan mesin perkantoran modern dalam menangani pekerjaan administrasi perkantoran.
  2. Menyelenggarakan  proses kegiatan administrasi/manajemen perkantoran mulai dari proses pengumpulan, pencatatan, pengolahan, penggandaan, pendistribusian, dan pendokumentasian bahan informasi untuk pengambilan keputusan.
  3. Melaksanakan kegiatan pelayanan prima kepada pemangku kepentingan baik internal maupun eksternal.
  4. Mengkomunikasikan ide dan informasi secara lisan maupun tertulis dengan baik dan benar.
  5. Menggunakan bahasa Inggris dengan baik dan benar dalam berkomunikasi lisan maupun tertulis dengan kualifikasi profesional bidang administrasi perkantoran.
  6. Mengelola kas kecil dalam pelaksanaan pekerjaan kantor.
  7. Mengelola pekerjaan perkantoran secara efektif dan efisien.
  8. Menjalankan tugas profesi dengan beretika, berkepribadian, dan berkarakter.

Kesimpulan: Program diploma Administrasi Perkantoran pada umumnya diharuskan menguasai kompetensi yang bersifat teknis yang berkaitan dengan pekerjaan kantor untuk selanjutnya dapat di praktekkan langsung di lapangan atau di tempat kerja.

  • PROGRAM S1 ADMINISTRASI PERKANTORAN

Kemampuan lulusan yang menekankan pada penguasaan dasar-dasar keilmuan dan keprofesian dalam  bidang Administrasi/Manajemen Perkantoran serta memiliki kesiapan untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi atau memasuki lapangan kerja, dengan kompetensi sebagai berikut:

  1. Mengelola  administrasi  perkantoran modern secara efektif dan efisien.
  2. Melaksanakan fungsi manajemen dalam menyelenggarakan kegiatan administrasi kantor.
  3. Menerapkan pendekatan sistem dalam rangka memecahkan permasalahan administrasi perkantoran.
  4. Mengelola teknologi informasi dalam penyelenggaraan administrasi perkantoran modern.
  5. Melaksanakan fungsi pelayanan kemasyarakatan dengan baik kepada pemangku kepentingan internal maupun eksternal.
  6. Mengkomunikasikan ide dan informasi secara lisan maupun tulis dengan baik dan benar.
  7. Menggunakan  bahasa Inggris dengan baik dan benar  dalam berkomunikasi lisan maupun tertulis dengan kualifikasi profesional bidang administrasi perkantoran.
  8. Mengelola  administrasi keuangan dengan benar pada lingkup pengelolaan organisasi kantor.
  9. Mengembangkan diri secara berkesinambungan dalam rangka melaksanakan pekerjaan perkantoran menyesuaikan perkembangan ipteks.
  10. Menjalankan tugas profesi dengan beretika, berkepribadian, dan berkarakter.

Kesimpulan: Berbeda dengan program diploma yang menekankan pada penguasaan keterampilan administrasi perkantoran, program S1 Administrasi Perkantoran menekankan pada penguasaan dasar dari keilmuan dan profesi administrasi perkantoran. Hal ini karena program S1 Administrasi Perkantoran selain disiapkan untuk memasuki lapangan pekerjaan juga disiapkan untuk melanjutkan pendidikan ke jengjang yang lebih tinggi yaitu program S2 dan S3 bidang Administrasi Perkantoran.

  • PROGRAM S1 PENDIDIKAN ADMINISTRASI PERKANTORAN

Kemampuan lulusan yang menekankan pada penguasaan dasar-dasar keilmuan dan keprofesian dalam  bidang Pendidikan Administrasi/Manajemen Perkantoran serta memiliki kesiapan untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi atau memasuki lapangan kerja, dengan kompetensi sebagai berikut:

  1. Menjadi guru/tenaga pendidik bidang Administrasi/Manajemen Perkantoran yangmenguasai kompetensi profesional, pedagogik, sosial, dan kepribadian.
  2. Mengembangkan perangkat pembelajaran administrasi perkantoran.
  3. Mengelola  pekerjaan administrasi  perkantoran modern secara efektif dan efisien.
  4. Melaksanakan fungsi manajemen dalam menyelenggarakan kegiatan administrasi kantor.
  5. Menerapkan pendekatan sistem dalam rangka memecahkan permasalahan administrasi perkantoran.
  6. Mengelola teknologi informasi dalam penyelenggaraan administrasi perkantoran modern.
  7. Melaksanakan fungsi pelayanan kemasyarakatan dengan baik kepada pemangku kepentingan internal maupun eksternal.
  8. Mengkomunikasikan ide dan informasi secara lisan maupun tulis dengan baik dan benar.
  9. Menggunakan  bahasa Inggris dengan baik dan benar  dalam berkomunikasi lisan maupun tertulis dengan kualifikasi profesional bidang administrasi perkantoran.
  10. Mengelola  administrasi keuangan dengan benar pada lingkup pengelolaan organisasi kantor.
  11. Mengembangkan diri secara berkesinambungan dalam rangka melaksanakan pekerjaan perkantoran menyesuaikan perkembangan ipteks.
  12. Menjalankan tugas profesi dengan beretika, berkepribadian, dan berkarakter.

Kesimpulan: Program S1 Pendidikan Administrasi Perkantoran mengharuskan lulusannya memiliki kualifikasi keilmuan dan profesi pendidikan administrasi perkantoran. Kualifikasi ini mengharuskan lulusan memiliki kemampuan untuk menjadi seorang pendidik, menyakut penguasaan kompetensi administrasi perkantoran dan menguasai serta mengembangkan perangkat dan teknik pembelajaran administrasi perkantoran.

  • PROGRAM S2  ADMINISTRASI PERKANTORAN

Menghasilkan lulusan yang mampu berperan dalam  mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi  bidang  Administrasi/Manajemen Perkantoran dengan kompetensi sebagai berikut:

  1. Menjadi manajer administrasi kantor pada lembaga bisnis maupun non bisnis.
  2. Menganalisis dan mengembangkan model sistem analisis administrasi perkantoran.
  3. Mengembangkan ipteks dalam bidang administrasi perkantoran melalui penelitian dan pengembangan serta publikasi karya ilmiah.
  4. Mengaplikasikan teknologi informasi dan komunikasi perkantoran.
  5. Memiliki kemampuan untuk mengikuti studi lanjut dalam rangka pengembangan ilmu Administrasi/Manajemen Perkantoran.
  6. Mengkomunikasikan ide dan informasi secara lisan maupun tulis dengan baik dan benar.
  7. Melakukan negosiasi dengan pemangku kepentingan internal maupun eksternal dalam rangka peningkatan kinerja organisasi.
  8. Menggunakan  bahasa Inggris dengan baik dan benar dalam berkomunikasi lisan maupun tertulis dengan kualifikasi profesional bidang administrasi perkantoran.
  9. Mengembangkan diri dalam rangka melaksanakan pekerjaan perkantoran secara berkesinambungan menyesuaikan perkembangan ipteks.
  10. Menjalankan tugas profesi dengan beretika, berkepribadian, dan berkarakter.

Kesimpulan: Kompetensi yang harus dicapai pada program S2 Administrasi Perkantoran tidak hanya menguasi dasar keilmuan administrasi perkantoran, namun lulusan juga diharapkan mampu mengembangkan gagasan-gagasan baru dalam bidang ilmu administrasi perkantoran, serta mampu melakukan pekerjaan administrasi perkantoran pada tingkatan yang lebih tinggi.

  • PROGRAM S2 PENDIDIKAN ADMINISTRASI PERKANTORAN

Menghasilkan lulusan yang mampu berperan dalam  mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi  bidang  Pendidikan Administrasi/Manajemen Perkantoran dengan kompetensi sebagai berikut:

  1. Menjadi tenaga pendidik profesional pada lembaga pendidikan menengah kejuruan dan lembaga pendidikan tinggi bidang administrasi/manajemen perkantoran.
  2. Menganalisis dan mengembangkan model-model pembelajaran inovatif dalam bidang administrasi/manajemen perkantoran.
  3. Mengembangkan ipteks dalam bidang pendidikan administrasi/manajemen perkantoran melalui penelitian dan pengembangan serta publikasi ilmiah.
  4. Mengaplikasikan teknologi informasi dan komunikasi perkantoran dengan baik untuk pengembangan pendidikan administrasi/manajemen perkantoran.
  5. Mengkomunikasikan ide dan informasi secara lisan maupun tulis dengan baik dan benar.
  6. Melakukan negosiasi dengan pemangku kepentingan internal maupun eksternal dalam rangka peningkatan kinerja organisasi.
  7. Menggunakan  bahasa Inggris dengan baik dan benar dalam berkomunikasi lisan maupun tertulis dengan kualifikasi profesional bidang administrasi perkantoran.
  8. Mengembangkan diri dalam rangka melaksanakan pekerjaan perkantoran secara berkesinambungan menyesuaikan perkembangan ipteks.
  9. Menjalankan tugas profesi dengan beretika, berkepribadian, dan berkarakter.
  10. Memiliki kemampuan untuk mengikuti studi lanjut dalam rangka pengembangan ilmu Pendidikan Administrasi/Manajemen Perkantoran.

Kesimpulan: Program S2 Pendidikan Administrasi Perkantoran mampu mengembangkan, menciptakan ilmu pengetahuan dan teknologi dalam proses pembelajaran/pendidikan administrasi perkantoran.

  • PROGRAM DOKTOR (S-3) ADMINISTRASI PERKANTORAN

Menjadi ilmuwan yang mempunyai pengetahuan lanjut, secara mandiri mampu menghasilkan konsep, dan inovasi dalam ilmu pengetahuan dan teknologi Administrasi/Manajemen Perkantoran dengan kompetensi sebagai berikut:

  1. Menganalisis dan mengembangkan model sistem analisis administrasi perkantoran.
  2. Melakukan inovasi dan mengembangkan ipteks dalam bidang Administrasi Perkantoran.
  3. Melakukan  penelitian dan pengembangan serta publikasi ilmiah dalam bidang Administrasi/Manajemen Perkantoran.
  4. Mengkomunikasikan ide dan informasi secara lisan maupun tulis dengan baik dan benar.
  5. Melakukan negosiasi dengan pemangku kepentingan internal maupun eksternal dalam rangka peningkatan kinerja organisasi.
  6. Menggunakan  bahasa Inggris dengan baik dan benar dalam berkomunikasi lisan maupun tertulis dengan kualifikasi profesional bidang administrasi perkantoran.
  7. Mengembangkan diri dalam rangka melaksanakan pekerjaan perkantoran secara berkesinambungan menyesuaikan perkembangan ipteks.
  8. Mengembangkan teknologi informasi dan komunikasi perkantoran.
  9. Mendesain dan mengembangkan jejaring  bidang Administrasi /Manajemen Perkantoran.
  10. Menjalankan tugas profesi dengan beretika, berkepribadian, dan berkarakter.

Kesimpulan: kualifikasi yang harus dicapai oleh lulusan S3 Administrasi Perkantoran lebih tinggi lagi, dimana lulusan harus mampu memiliki pengetahuan yang medalam dan mengembangkan konsep dan inivasi baru dalam bidang keilmuan administrasi perkantoran.

Sumber: https://duniapendidikan.co.id/

Definisi Manusia dan Kebudayaan

Definisi Manusia dan Kebudayaan

Definisi Manusia dan Kebudayaan

 

Definisi Manusia dan Kebudayaan

Manusia dan Kebudayaan

Manusia dan kebudayaan merupakan salah satu ikatan yang tak bisa dipisahkan dalam kehidupan ini. Manusia sebagai makhluk Tuhan yang paling sempurna menciptakan kebudayaan mereka sendiri dan melestarikannya secara turun menurun. Budaya tercipta dari kegiatan sehari hari dan juga dari kejadian – kejadian yang sudah diatur oleh Yang Maha Kuasa.

Budaya tercipta atau terwujud merupakan hasil dari interaksi antara manusia dengan segala isi yang ada di alam raya ini. Manusia di ciptakan oleh tuhan dengan dibekali oleh akal pikiran sehingga mampu untuk berkarya di muka bumi ini dan secara hakikatnya menjadi khalifah di muka bumi ini. Disamping itu manusia juga memiliki akal, intelegensia, intuisi, perasaan, emosi, kemauan, fantasi dan perilaku.Dengan semua kemampuan yang dimiliki oleh manusia maka manusia bisa menciptakan kebudayaan. Ada hubungan dialektika antara manusia dan kebudayaan. Kebudayaan adalah produk manusia, namun manusia itu sendiri adalah produk kebudayaan. Dengan kata lain, kebudayaan ada karena manusia yang menciptakannya dan manusia dapat hidup ditengah kebudayaan yang diciptakannya. Kebudayaan akan terus hidup manakala ada manusia sebagai pendudukungnya Manusia.

A. MANUSIA

Dipandang dari segi ilmu eksakta, manusia adalah kumpulan dari partikel-partikel atom yang membentuk jaringan system yang dimiliki oleh manusia ( ilmu kimia ). Manusia merupakan kumpulan dari berbagai sistem fisik yang saling terkait satusama lain dan merupakan kumpulan dari energi ( ilmu fisika ). Manusia merupakan mahluk biologis yang tergolong dalamgolongan mahluk mamalia ( biologi ). Dalam ilmu-ilmu sosial, manusia merupakan mahluk yang ingin memperolehkeuntungan atu selalu memperhitungkan setiap kegiatan, sering disebut homo economicus ( ilmu ekonomi ). Manusia merupakan mahluk sosial yang tidak dapat berdiri sendiri ( sosiologi ), mahluk yang selalu ingin mempunyai kekuasaan( politik ). Dan lain sebagainya.
1. Manusia itu terdiri dari empat unsure yang saling terkait, yaitu :
a. Jasad ; yaitu badan kasar manusia yang nampak pada luarnya, dapat diraba, dan difoto, dan menempati ruangdan waktu.
b. Hayat; yaitu mengandung unsure hidup, yang ditandai dengan gerak
c. Ruh ; yaitu bimbingan dan pimpinan Tuhan, daya yang bekerja secara spiritual dan memahami kebenaran,suatu kemampuan mencipta yang bersift konseptual yang menjadi pusat lahirnya kebudayaan.
d. Nafs ; dalam pengertian diri atau keakuan, yaitu kesadaran tentang diri sendiri

2. Manusia sebagai satu kepribadian yang mengandung 3 unsur yaitu :

a. Id
Yang merupakan struktur kepribadian yang paling primitive dan paling tidak nampak. Id merupakan libido murni, atau energi psikis yang menunjukkan ciri alami yang irasional dan terkait masalah sex, yang secara instingtual menentukan proses-proses ketidaksadaran. Id tidak berhubungan dengan lingkungan luar diri,tetapi terkait dengan struktur lain kepribadian yang pada gilirannya menjadi mediator antara insting Id dengan dunia luar.

b. Ego.
Merupakan bagian atau struktur kepribadian yang pertama kali dibedakan dari Id, seringkali disebut sebagai kepribadian “eksekutif” karena peranannya dalam menghubungkan energi Id ke dalam saluran osial yang dapat dimengerti oleh orang lain.

c. Superego.
Merupakan struktur kepribadian yang paling akhir, muncul kira-kira pada usia limat tahun. Dibandingkan dengan Id dan ego, yang berkembang secara internal dalam diri individu, superego terbentuk dari lingkungan eksternal. Jadi superego menunjukkan pola aturan yang dalam derajat tertentu menghasilkan control diri melalui sistem imbalan dan hukuman yang terinternalisasi.

Hakekat Manusia

Manusia diciptakan oleh Tuhan sebagai makhluk hidup yang paling sempurna, melebihi ciptaan Tuhan yang lain. Manusia terdiri dari jiwa dan raga yang dilengkapi dengan akal pikiran serta hawa nafsu. menanamkan akal dan pikiran kepada manusia agar dapat digunakan untuk kebaikan mereka masing – masing dan untuk orang di sekitar mereka. Manusia diberikan hawa nafsu agar mampu tetap hidup di bumi ini. Manusia diturunkan ke bumi oleh Tuhan agar dapat menjadi khalifah dan pemimpin. Menghuni bumi yang kita tinggali sekarang ini untuk melanjutkan hidup sebelum kembali kepada-Nya. Salah satu hakekat manusia lainnya ialah manusia sebagai makhluk sosial, hidup berdampingan satu sama lain, berinteraksi dan saling berbagi.

B. KEBUDAYAAN

Kebudayaan berasal dari kata budaya yang berarti hal-hal yang berkaitan dengan budi dan akal manusia. Definisi Kebudyaan itu sendiri adalah sesuatu yang akan mempengaruhi tingkat pengetahuan dan meliputi sistem ide atau gagasan yang terdapat dalam pikiran manusia, sehingga dalam kehidupan sehari-hari, kebudayaan itu bersifat abstrak. Namun kebudayaan juga dapat kita nikmati dengan panca indera kita. Lagu, tari, dan bahasa merupakan salah satu bentuk kebudayaan yang dapat kita rasakan.
Tujuh unsur kebudayaan universal
1. Sistem Religi
Kepercayaan manusia terhadap adanya Sang Maha Pencipta yang muncul karena kesadaran bahwa ada zat yang lebih dan Maha Kuasa.

2. Sistem Organisasi Kemasyarakatan
Sistem yang muncul karena kesadaran manusia bahwa meskipun diciptakan sebagai makhluk yang paling sempurna namun tetap memiliki kelemahan dan kelebihan masing – masing antar individu sehingga timbul rasa utuk berorganisasi dan bersatu.

3. Sistem Pengetahuan
Sistem yang terlahir karena setiap manusia memiliki akal dan pikiran yang berbeda sehingga memunculkan dan mendapatkan sesuatu yang berbeda pula, sehingga perlu disampaikan agar yang lain juga mengerti.

4. Sistem Mata Pencaharian Hidup
Sistem Mata Pencaharian Hidup dan Sistem – Sistem EkonomiTerlahir karena manusia memiliki hawa nafsu dan keinginan yang tidak terbatas dan selalu ingin lebih.

5. Sistem Teknologi dan Peralatan
Sistem yang timbul karena manusia mampu menciptakan barang – barang dan sesuatu yang baru agar dapat memenuhi kebutuhan hidup dan membedakan manusia dengam makhluk hidup yang lain

6. Bahasa
Bahasa Sesuatu yang berawal dari hanya sebuah kode, tulisan hingga berubah sebagai lisan untuk mempermudah komunikasi antar sesama manusia. Bahkan sudah ada bahasa yang dijadikan bahasa universal seperti bahasa Inggris.

7. Kesenian
Setelah memenuhi kebutuhan fisik manusia juga memerlukan sesuatu yang dapat memenuhi kebutuhan psikis mereka sehingga lahirlah kesenian yang dapat memuaskan.

Perubahan kebudayaan

Perubahan kebudayaan pada dasarnya tidak lain dari para perubahan manusia yang hidup dalam masyarakat yang menjadi wadah kebudayaan itu. Perubahan itu terjadi karena manusia mengadakan hubungan dengan manusia lainnya, atau karena hubungan antara kelompok manusia dalam masyarakat. Tidak ada kebudayaan yanga statis, setiap perubahan kebudayaan mempunyai dinamika, mengalami perubahan; perubahan itu akibat dari perubahan masyarakat yang menjadi wadah kebudayaan tersebut.

 

Sumber : https://pendidikan.co.id/

Unsur Utama Mikro

Unsur Utama Mikro

Unsur Utama Mikro

Unsur Utama Mikro
Unsur Utama Mikro

 

Pada Postingan Yang Lalu

Pada postingan yang lalu membahas tentang unshur hara makro, pada kesempatan kali ini membahas tentang unshur hara mikro. OK kita langsung saja ketopik pembahasan sobat.
Unsur Hara Mikro adalah unsur hara yang diperlukan tanaman dalam jumlah yang sangat kecil, tanaman membutuhkan lebih dari tiga unshur hara makro untuk berkembang .

Beberapa unshur hara mikro berikut

Beberapa unshur hara mikro berikut diketahui dapat membuat tanaman menjadi berkembang dan sehat.
# Boron
Dikombinasikan dengan Kalsium , membantu untuk membentuk dinding sel.
# Kalsium
Dikombinasikan dengan Boron , membantu untuk membentuk dinding sel.
# Tembaga
Mengaktifkan enzim dan diperlukan untuk respirasi dan fotosintesis.
# Besi
Digunakan untuk membentuk klorofil dan respirasi gula untuk energi.
# Magnesium
Dapat mengkatalisis proses pertumbuhan dan membuat oksigen selama fotosintesis.
# Sulfur
Dapat mensintesis protein , membantu pembuahan , penyerapan air dan juga bertindak sebagai fungisida organik.
# Zinc

Membantu dalam membentuk klorofil

Membantu dalam membentuk klorofil , membantu respirasi dan metabolisme nitrogen.

Sekian Postingan kali ini sobat AH, semoga bermanfaat. Pastikan komentar ya sobat biar saya tahu pendapatnya tentang unshur hara mikro.

Sumber : https://www.dosenmatematika.co.id/

Gangguan Sistem Pertahanan Tubuh

Gangguan Sistem Pertahanan Tubuh

ternyata nggak hanya sepakbola aja lho yang punya proses pertahanan. Ternyata tubuh kami termasuk punya proses pertahanan sendiri yang hebat banget, lho! Meskipun hebat banget, proses pertahanan tubuh kami termasuk selamanya berpotensi mengalami gangguan. Kira-kira, apa saja ya masalah proses pertahanan tubuh? Yuk, dibahas bareng-bareng!

Ada 4 style masalah proses pertahanan tubuh yang berpotensi menyerang proses pertahanan tubuh kita. Keempat masalah berikut adalah hipersensitivitas (alergi), autoimun, imunodefisiensi, isoimunitas. Simak satu persatu, yuk!

Hipersensitivitas (Alergi)

Yang dimaksud bersama dengan hipersensitivitas adalah peningkatan sensitivitas atau reaktivitas pada antigen yang dulu dikenal sebelumnya. Dengan kata lain, tubuhmu dapat jadi lebih peka pada antigen-antigen tertentu. Respon imunitas jadi benar-benar berlebihan dan sanggup mengakibatkan ketidaknyamanan. Biasanya setiap orang mengalami gejala alergi yang berbeda-beda, namun tersedia sebagian gejala yang umum dialami penderita alergi. Gejala berikut antara lain gatal-gatal, ruam, mata merah, kram berlebih, dan kesulitan bernapas. Oh iya, antigen yang mengakibatkan alergi disebut alergen. Diingat-ingat, ya!

Autoimun

Squad, yang dimaksud bersama dengan autoimun adalah kegagalan proses imunitas untuk membedakan sel tubuh bersama dengan sel asing sehingga proses imunitas menyerang sel tubuh sendiri. Wah, serem banget ya, rasanya seperti berperang bersama dengan diri sendiri. Contohnya artritis rematoid, penyakit Grave, anemia pernisiosa, penyakit Addison, dan DM style I.

Imunodefisiensi

Imunodefisiensi adalah suasana menurunnya keefektifan proses imunitas atau ketidakmampuan proses imunitas untuk merespons antigen. Ada 2 style imunodefisiensi, yaitu defisiensi imun kongenital dan AIDS. Penderita defisiensi imun kongenital mesti hidup di dalam lingkungan steril gara-gara tidak punya sel B dan sel T sejak lahir. Sedangkan jumlah sel T helper pada penderita AIDS konsisten berkurang sehingga proses imunitasnya melemah. Penyakit AIDS disebabkan oleh virus HIV. Jangan tertukar nama virus dan penyakitnya ya, Squad!

Isoimunitas (Alloimunitas)

Kalian dulu mendengar arti Isoimunitas? Isoimunitas adalah suasana kala tubuh mendapatkan kekebalan dari individu lain yang melawan sel tubuhnya sendiri. Biasanya keluar akibat transfusi darah atau cangkok organ. Oleh gara-gara itu, sebelum mendonorkan darah atau organ, tersedia serangkaian tes yang mesti dijalani untuk paham tingkat kecocokan antara organ dan penerima. www.biologi.co.id/

Mobilitas Penduduk dengan Mudik

Mobilitas Penduduk dengan Mudik

Nggak mulai sebentar kembali hari kemenangan segera tiba. Sudah siap-siap untuk mudik lebaran, Squad? Jangan lupa siapkan fisik, kendaraan dan uang tentu saja untuk belanja keperluan di perjalanan. Inget ya sementara mudik, keselamatan menjadi hal yang paling penting.

Mudik merupakan moment untuk kembali ke kampung halamannya merayakan hari raya dengan keluarga sesudah repot mencari nafkah di ibu kota. Mudik kebanyakan ditunaikan pada sementara yang hampir sejalan oleh ribuan apalagi jutaan penduduk Indonesia, maka dari itu kemacetan berjalan di mana-mana. Bahkan kamu sanggup lihat segera kepadatan arus mudik melalui liputan khusus mudik di televisi.

Tapi kamu menyadari tidak Squad, kecuali mudik itu ada hubungannya dengan mobilitas penduduk lho. Kira-kira bagaimana ya hubungannya? Keep scrolling!

Nah, pada mulanya kamu perlu menyadari pernah apa itu mobilitas penduduk? Mobilitas penduduk adalah pindahan penduduk dari tempat ke tempat lain. Yap, mudik kebanyakan ditunaikan dari ibu kota ke kampung halaman seperti ke Solo, Tuban, Jember, Lampung dan lain-lain. Jadi, orang yang mudik sama dengan laksanakan mobilitas penduduk, Squad.

Squad, perlu diketahui terhitung kecuali mobilitas penduduk ada jenis-jenisnya lho, antara lain:

1. Mobilitas Vertikal

Gerakan penduduk untuk menaikkan standing sosial. Contohnya, nanti sesudah kamu lulus dari SMA melanjutkan pendidikan ke bangku perkuliahan sampai beroleh gelar sarjana. Akhirnya, nanti kamu sanggup bekerja cocok dengan keahilan kamu atau apalagi sanggup menjadi direktur di suatu perusahaan ternama.

2. Mobilitas Horizontal

Gerakan penduduk berpindah dari suatu tempat ke tempat lain dalam jangka sementara khusus lewat batas wilayah khusus seperti batas wilayah provinsi, kabupaten, kecamatan, desa, dan sebagainya.

Hayo, kurang lebih mudik masuk mobilitas yang jenis apa ya? Berdasarkan penjelasan di atas mudik dari ibu kota ke tempat lain hanya untuk datang ke keluarga dan merayakan lebaran dengan sanggup dikategorikan sebagai mobilitas horizontal, Squad.

Oh iya, kamu menyadari tidak kecuali tiap tiap tahunnya orang yang berkunjung ke ibu kota lebih besar daripada jumlah pemudik pasca lebaran. Biasanya beberapa pemudik membawa teman, kerabat, atau tetangga untuk mengadu nasib di kota. Nah, dalam bahasan ini disebut sebagai faktor sentifugal. Faktor sentifugal adalah kemampuan yang mendorong penduduk untuk meninggalkan daerahnya seperti kurangnya peluang kerja, dan lain-lain. Padahal untuk mendapat pekerjaan dibutuhkan keahlian, kemampuan dan pendidikan yang mumpuni untuk beroleh pekerjaan yang diinginkan. Untuk mengatasi hal selanjutnya pemerintah laksanakan hal-hal selanjutnya ini:

1. Pemerataan pembangunan antarwilayah agar penduduk tidak terkonsentrasi pada salah satu wilayah

2. Pembangunan sarana dan prasarana transportasi diseluruh wilayah Indonesia

3. Pembangunan industri di luar Pulau Jawa yang membawa potensi sumber kekuatan alam

4. Penyebaran penduduk ke daerah-daerah perbatasan antarnegara dan tempat tertinggal dan juga pulau-pulau kecil terluar

5. Pemerataan persebaran penduduk melalui kerjasama antardaerah. www.gurukelas.co.id/

Nah, itu tadi penjelasan tentang pertalian mudik dengan mobilitas penduduk.

Proses Terbentuknya Keseimbangan Pasar

Proses Terbentuknya Keseimbangan Pasar

Kamu udah membaca artikel mengenai rumus faedah dan kurva permintaan-penawaran? Sudah jelas belum? Kalau anda udah paham, anda bisa lho menggunakannya untuk mengikuti dan mengawasi pertumbuhan terbentuknya keseimbangan harga pasar. Penasaran seperti apa proses terbentuknya harga keseimbangan pasar? Dan apa hubungannya bersama kurva permintaan-penawaran? Yuk simak penjelasannya di bawah ini.

Keseimbangan pasar adalah terbentuknya suatu harga keseimbangan, harga keseimbangan itu adalah harga di mana costumer atau produsen sama-sama tidak dambakan meningkatkan atau mengurangi barang/jasa yang dujual atau dikonsumsi.

Selalu anda ingat ya, kami bisa menyebut harga keseimbangan cuma kecuali permohonan dan penawaran tersedia terhadap titik yang sama, tidak lebih, tidak kurang. Karena kecuali harga tersedia di bawah harga keseimbangan, maka akan berjalan kelebihan permintaan, gara-gara permohonan akan meningkat akibat harga yang rendah, dan lantas penawaran menurun. Sebaliknya, kecuali harga pasar melebihi harga keseimbangan maka akan berjalan kelebihan penawaran, namun costumer enggan membeli/jumlah permohonan menurun.

Pada suasana keseimbangan pasar (market equilibrium), kuantitas permohonan (QD) akan mirip bersama kuantitas penawaran (QS) atau terbentuk kuantitas keseimbangan (QE). Harga yang diminta (PD) pun akan mirip bersama harga yang di tawarkan (PS) sehingga terbentuk harga keseimbangan (PE). Secara grafik harga keseimbangan ini berjalan terhadap titik potong pada kurva permohonan bersama kurva penawaran (titik E/titik equilibrium).

Nih ‘kan ya, di artikel ini pake misal tukang bakso, biar berkesinambungan dan asyik, kami pake misal tukang bakso ulang ya. Pada misal masalah bakso sebelumnya, bisa dicermati dalam skedul/tabel permohonan dan penawaran bahwa harga keseimbangan adalah Rp16.000,00 dan kuantitas keseimbangan adalah 160 mangkok.

Untuk mencapai sebuah keseimbangan pasar, mesti tersedia yang ditunaikan nih Squad. Biasanya pemerintah mengintervensi bersama sebagian kebijakan sehingga keseimbangan pasar senantiasa terjaga, tersedia sebagian usaha yang ditunaikan oleh pemerintah, seperti selanjutnya ini.

PENGENDALIAN HARGA

Tujuan dari pengendalian harga adalah untuk merawat costumer atau produsen. Bentuk pemeriksaan harga yang paling umum digunakan adalah penetapan harga basic (price floor) dan harga maksimum (price ceilling).

A. Harga Dasar/Harga Terendah/Price Floor

Kebijakan ini ditunaikan pemerintah waktu tersedia barang/jasa yang harga jualnya sangat rendah, sehingga bisa merugikan produsen yang menjual barang/jasa tersebut. Untuk membantu mengurangi kerugian maka pemerintah memutuskan harga menjual paling rendah barang/jasa tersebut, walau namanya harga terendah, namun pemerintah akan memutuskan harga di atas harga itu.

Nah gara-gara kebijakan ini, kebanyakan penjual akan memakai suasana bersama menawarkan lebih banyak, sehingga akan tersedia kelebihan penawaran (excess supply). Nah kecuali tersedia kelebihan begini, pemerintah akan belanja kelebihannya, disimpan dan dijual lantas hari.

B. Harga Tertinggi/Harga Maksimum/Price Ceilling.

Nah kecuali yang ini kebalikannya harga minimum. Pemerintah memutuskan harga menjual tertinggi sehingga barang/jasa masih bisa dibeli oleh costumer secara wajar. Harga tertinggi di sini adalah harga yang ditetapkan oleh pemerintah dan itu merupakan patokan harga tertinggi yang diperbolehkan. Jadi produsen boleh menjual di bawah atau mirip bersama harga itu, namun tidak boleh melebihi harga tersebut.

Nah kecuali kebijakan ini nantinya akan menghasilkan kelebihan permintaan, sehingga nantinya akan tersedia kekurangan pasokan barang atau kelangkaan (shortage). Cara paling enteng untuk menangani hal ini adalah bersama merawat ketersediaan dan mengimport barang atau mendorong peningkatan produksi.

itulah yang diperlukan dan ditunaikan dalam pengetahuan ekonomi untuk mencapai suatu keseimbangan terhadap pasar. Keseimbangan harga dan permohonan senantiasa di upayakan sehingga tidak tersedia pihak-pihak yang terasa dirugikan. Pembeli bisa belanja barang bersama wajar, dan penjual/produsen senantiasa mendapatkan untungkan dari apa yang dibuat. Dengan pengetahuan pengetahuan yang anda punya mengenai materi ini, anda bisa mengawasi setiap kebijakan yang dikeluarkan pemerintah, dan juga bisa terhitung menyaksikan suasana ideal harga yang di tawarkan pasar.

Baca Juga :

Menguatkan Dunia Pendidikan, Memajukan Kebudayaan

Menguatkan Dunia Pendidikan, Memajukan Kebudayaan – Pendidikan adalah pondasi peradaban sebuah bangsa. Hasil dari pendidikan tersebut sendiri secara holistik akan dominan ke sektor-sektor lainnya di dalam pertumbuhan sebuah Negara. Pendidikan juga diinginkan dapat menanggulangi masalah-masalah sosial, kebiasaan dan persamaan hak dan gender. Masalah kebiasaan contohnya, di Indonesia masalah ini begitu popular dimana Indonesia mempunyai keberagaman yang begitu perumahan dibanding negara lainnya dari adat istiadat, bahasa, agama dan wilayah.

Masalah edukasi di Indonesia bukan sesuatu yang baru dan bukan pula sesuatu yang tidak bisa diselesaikan. Dari tidak sedikit penelitian sebelum-sebelumnya, ada sejumlah masalah dalam edukasi di Indonesia laksana masalah infrastruktur, sumber belajar, tenaga pendidik dan peran orangtua.

Penulis mengusung satu masalah yakni peran orangtua dikarenakan sekitar ini orangtua telah melalaikan perannya diakibatkan ketidaktahuannya sekitar ini.

Penulis secara realistis menilai masalah peran orangtua ini dapat ditamatkan segera bila urusan ini diinformasikan secara merata dan secara terus menerus untuk orangtua. Karena tidak sedikit penelitian mengaku bahwa keterlibatan orangtua dalam edukasi anak sangatlah menunjang dan dapat menanggulangi masalah belajar anak. Prestasi anak dalam edukasi sangat bersangkutan erat dengan keterlibatan orangtua dalam prosesnya.

Sebab-sebab orangtua tidak memainkan perannya dalam edukasi anak?

Dari tidak sedikit survei masalah edukasi masih terdapat tidak sedikit orangtua melulu mengandalkan sekolah dalam proses pembelajaran anak mereka dan melalaikan perannya sebagai orangtua dalam menyokong pendidikan si anak.

Pengabaian peran orangtua tersebut sendiri disebabkan sejumlah faktor contohnya mereka meragukan bahwa keterlibatan mereka bisa membuat tidak sedikit perbedaan dan merasa sekitar anak di sekolah, anak telah maksimal dalam mengemban proses pembelajaran.

Kedua penyebab di atas adalah keterbatasan pengetahuan orangtua tersebut sendiri dalam mengetahui perannya dalam edukasi anak.

Sekolah membina kemitraan dengan orangtua

Perlu adanya upaya mengenalkan faedah dan peran orangtua tersebut. Sekolah telah seharusnya menjadi pusat informasi untuk orangtua dalam mengetahui perannya. Sekolah mesti merancang program kemitraan untuk orangtua dalam menjangkau tujuan bareng yaitu edukasi yang tepat sasaran dan sesuai keperluan peserta didik. Sekolah tentunya diuntungkan dengan adanya kemitraan ini dimana masalah peserta didik dapat dilaksanakan dua arah baik sekolah maupun di rumah.

Bagaimana peran orangtua dalam menguatkan edukasi anak?

Peran orangtua sangatlah penting disaksikan dari format keterlibatan orangtua yang lebih aktif menghasilkan pencapaian murid yang lebih baik pula. Peran orangtua sangatlah vital dalam perkembangan edukasi siswa.

Pemerintah merangkai Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Permendikbud) Nomor 30 Tahun 2017 mengenai Pelibatan Keluarga pada Penyelenggaraan Pendidikan dalam rangka memprogramkan peran orangtua untuk anak-anaknya.

Dengan adanya aturan ini, maka diharapkan orangtua dan sekolah bisa menyadari pentingnya keterlibatan orangtua dalam edukasi anak. Dan Pertumbuhan keterampilan orang tua untuk tercebur sebagai sumber daya untuk pertumbuhan akademik, sosial dan psikologis anak-anak mereka.

Keterlibatan orang tua dengan murid dapat disaksikan dari berbagai format partisipasi orangtua – misalnya, orang tua mengawasi pekerjaan rumah, menolong siswa menciptakan rencana belajar dan memilih program yang menyokong rencana pendidikan. Tidak hingga disitu, semestinya orangtua pun menunjukkan dukungannya lewat perilakunya contohnya orangtua menunjukkan kegiatan membaca yang mana mendorong anak untuk menyimak pula.

Konsep kemitraan edukasi antara orangtua dan sekolah adalah salah satu teknik mendorong orang tua mereka untuk tercebur dalam edukasi anak-anak mereka. Agar kemitraan dalam edukasi benar-benar berhasil, butuh ada kerangka kerja yang baik guna mengimplementasikan keterlibatan orang tua. Kerangka kerja kemitraan sekolah dan orangtua merujuk pada perbuatan dan perilaku yang dilaksanakan orang tua dengan tujuan menyokong sekolah anak-anak mereka.

Bagaimana peran edukasi dalam memajukan kebudayaan?

Kebudayaan di Indonesia sangatlah pelbagai dan tidak tidak banyak konflik terjadi di Indonesia diakibatkan perbedaan kebiasaan tiap daerah. Tidak dapat anda pungkiri bahwa pendidikan memiliki peran tersendiri dalam membina dan melestarikan budaya.

Budaya sendiri memiliki makna sebuah pekerjaan yang dilaksanakan berulang-ulang dan menjadi kebiasaan. Setiap wilayah memiliki kebijaksanaan lokal yang dapat dipertahankan dan dilestarikan lewat edukasi baik formal dan non formal. Tidak melulu sampai mempromosikan kebijaksanaan lokal, tapi mesti lebih mengarah untuk promosi keberagaman kebudayaan tersebut sendiri.

Pendidikan mesti menyokong kesadaran keberagaman kebudayaan disebabkan kebudayaan bangsa Indonesia yang mempunyai keberagaman terbesar di dunia. Penguatan kebudayaan dari segi pendidikan bakal memungkinkan guru untuk memahami arah perbuatan yang dibutuhkan untuk mengolah sekolah menjadi lingkungan edukasi yang cocok untuk keragaman etnis dan budaya, dan pun membuka dialog yang menghasilkan evolusi mendalam dalam masyarakat majemuk dalam urusan struktur dan etnisitas.

Kurikulum edukasi dapat menguatkan budaya

Harus terdapat perumusan kurikulum yang lebih memfokuskan untuk keanekaragaman budaya, yang akan menolong siswa untuk mengartikan peristiwa, konflik dari perspektif kebiasaan dan etnis yang berbeda, untuk menolong siswa mengembangkan kompetensi dalam manajemen sosialnya.

Sumber: bahasainggris.co.id

HAK ASASI MANUSIA (HAM)

HAK ASASI MANUSIA (HAM)

HAK ASASI MANUSIA (HAM)
HAK ASASI MANUSIA (HAM)

PENDAHULUAN

  1. Latar Belakang Masalah

Hak merupakan unsur normatif yang melekat pada diri setiap manusia yang dalam penerapannya berada pada ruang lingkup hak persamaan dan hak kebebasan yang terkait dengan interaksinya antara individu atau dengan instansi. Hak juga merupakan sesuatu yang harus diperoleh. Masalah HAM adalah sesuatu hal yang sering kali dibicarakan dan dibahas terutama dalam era reformasi ini. HAM lebih dijunjung tinggi dan lebih diperhatikan dalam era reformasi dari pada era sebelum reformasi. Perlu diingat bahwa dalam hal pemenuhan hak, kita hidup tidak sendiri dan kita hidup bersosialisasi dengan orang

lain. Jangan sampai kita melakukan pelanggaran HAM terhadap orang lain dalam usaha perolehan atau pemenuhan HAM pada diri kita sendiri. Dalam hal ini penulis merasa tertarik untuk membuat makalah tentang HAM. Maka dengan ini penulis mengambil judul “Hak Asasi Manusia”.

 

  1. Identifikasi Masalah

Dalam makalah ini penulis mengidentifikasi masalah sebagai berikut:

  1. Pengertian HAM
  2. Perkembangan HAM
  3. HAM dalam tinjauan Islam
  4. Contoh-contoh pelanggaran HAM
  5. Batasan Masalah

Agar masalah pembahasan tidak terlalu luas dan lebih terfokus pada masalah dan tujuan dalam hal ini pembuatan makalah ini, maka dengan ini penyusun membatasi masalah hanya pada ruang lingkup HAM.

  1. Metode Pembahasan

Dalam hal ini penulis menggunakan:

  1. Metode deskritif, sebagaimana ditunjukan oleh namanya, pembahasan ini bertujuan untuk memberikan gambaran tentang suatu masyarakat atau kelompok orang tertentu atau gambaran tentang suatu gejala atau hubungan antara dua gejala atau lebih (Atherton dan Klemmack: 1982).
  2. Penelitian kepustakaan, yaitu Penelitian yang dilakukan melalui kepustakaan, mengumpulkan data-data dan keterangan melalui buku-buku dan bahan lainnya yang ada hubungannya dengan masalah-masalah yang diteliti.

BAB II

HAK ASASI MANUSIA (HAM)

  1. Pengertian Dan Ciri Pokok Hakikat HAM
  2. Pengertian
  • HAM adalah hak-hak dasar yang dimiliki oleh manusia, sesuai dengan kodratnya (Kaelan: 2002).
  • Menurut pendapat Jan Materson (dari komisi HAM PBB), dalam Teaching Human Rights, United Nations sebagaimana dikutip Baharuddin Lopa menegaskan bahwa HAM adalah hak-hak yang melekat pada setiap manusia, yang tanpanya manusia mustahil dapat hidup sebagai manusia.
  • John Locke menyatakan bahwa HAM adalah hak-hak yang diberikan langsung oleh Tuhan Yang Maha Pencipta sebagai hak yang kodrati. (Mansyur Effendi, 1994).
  • Dalam pasal 1 Undang-Undang Nomor 39 Tahun 1999 tentang HAM disebutkan bahwa “Hak Asasi Manusia adalah seperangkat hak yang melekat pada hakekat dan keberadaan manusia sebagai makhluk Tuhan Yang Maha Esa dan merupakan anugerah-Nya yang wajib dihormati, dijunjung tinggi, dan dilindungi oleh negara, hukum, pemerintah dan setiap orang, demi kehormatan serta perlindungan harkat dan martabat manusia”
  1. Ciri Pokok Hakikat HAM

Berdasarkan beberapa rumusan HAM di atas, dapat ditarik kesimpulan tentang beberapa ciri pokok hakikat HAM yaitu:

  • HAM tidak perlu diberikan, dibeli ataupun diwarisi. HAM adalah bagian dari manusia secara otomatis.
  • HAM berlaku untuk semua orang tanpa memandang jenis kelamin, ras, agama, etnis, pandangan politik atau asal-usul sosial dan bangsa.
  • HAM tidak bisa dilanggar. Tidak seorangpun mempunyai hak untuk membatasi atau melanggar hak orang lain. Orang tetap mempunyai HAM walaupun sebuah Negara membuat hukum yang tidak melindungi atau melanggar HAM (Mansyur Fakih, 2003).
  1. Perkembangan Pemikiran HAM
  • Dibagi dalam 4 generasi, yaitu :

o Generasi pertama berpendapat bahwa pemikiran HAM hanya berpusat pada bidang hukum dan politik. Fokus pemikiran HAM generasi pertama pada bidang hukum dan politik disebabkan oleh dampak dan situasi perang dunia II, totaliterisme dan adanya keinginan Negara-negara yang baru merdeka untuk menciptakan sesuatu tertib hukum yang baru.

o Generasi kedua pemikiran HAM tidak saja menuntut hak yuridis melainkan juga hak-hak sosial, ekonomi, politik dan budaya. Jadi pemikiran HAM generasi kedua menunjukan perluasan pengertian konsep dan cakupan hak asasi manusia. Pada masa generasi kedua, hak yuridis kurang mendapat penekanan sehingga terjadi ketidakseimbangan dengan hak sosial-budaya, hak ekonomi dan hak politik.

o Generasi ketiga sebagai reaksi pemikiran HAM generasi kedua. Generasi ketiga menjanjikan adanya kesatuan antara hak ekonomi, sosial, budaya, politik dan hukum dalam suatu keranjang yang disebut dengan hak-hak melaksanakan pembangunan. Dalam pelaksanaannya hasil pemikiran HAM generasi ketiga juga mengalami ketidakseimbangan dimana terjadi penekanan terhadap hak ekonomi dalam arti pembangunan ekonomi menjadi prioritas utama, sedangkan hak lainnya terabaikan sehingga menimbulkan banyak korban, karena banyak hak-hak rakyat lainnya yang dilanggar.

o Generasi keempat yang mengkritik peranan negara yang sangat dominant dalam proses pembangunan yang terfokus pada pembangunan ekonomi dan menimbulkan dampak negative seperti diabaikannya aspek kesejahteraan rakyat. Selain itu program pembangunan yang dijalankan tidak berdasarkan kebutuhan rakyat secara keseluruhan melainkan memenuhi kebutuhan sekelompok elit. Pemikiran HAM generasi keempat dipelopori oleh Negara-negara di kawasan Asia yang pada tahun 1983 melahirkan deklarasi hak asasi manusia yang disebut Declaration of the basic Duties of Asia People and Government.

 

Sumber : https://www.ayoksinau.com/