HAK ASASI MANUSIA (HAM)

HAK ASASI MANUSIA (HAM)

HAK ASASI MANUSIA (HAM)
HAK ASASI MANUSIA (HAM)

PENDAHULUAN

  1. Latar Belakang Masalah

Hak merupakan unsur normatif yang melekat pada diri setiap manusia yang dalam penerapannya berada pada ruang lingkup hak persamaan dan hak kebebasan yang terkait dengan interaksinya antara individu atau dengan instansi. Hak juga merupakan sesuatu yang harus diperoleh. Masalah HAM adalah sesuatu hal yang sering kali dibicarakan dan dibahas terutama dalam era reformasi ini. HAM lebih dijunjung tinggi dan lebih diperhatikan dalam era reformasi dari pada era sebelum reformasi. Perlu diingat bahwa dalam hal pemenuhan hak, kita hidup tidak sendiri dan kita hidup bersosialisasi dengan orang

lain. Jangan sampai kita melakukan pelanggaran HAM terhadap orang lain dalam usaha perolehan atau pemenuhan HAM pada diri kita sendiri. Dalam hal ini penulis merasa tertarik untuk membuat makalah tentang HAM. Maka dengan ini penulis mengambil judul “Hak Asasi Manusia”.

 

  1. Identifikasi Masalah

Dalam makalah ini penulis mengidentifikasi masalah sebagai berikut:

  1. Pengertian HAM
  2. Perkembangan HAM
  3. HAM dalam tinjauan Islam
  4. Contoh-contoh pelanggaran HAM
  5. Batasan Masalah

Agar masalah pembahasan tidak terlalu luas dan lebih terfokus pada masalah dan tujuan dalam hal ini pembuatan makalah ini, maka dengan ini penyusun membatasi masalah hanya pada ruang lingkup HAM.

  1. Metode Pembahasan

Dalam hal ini penulis menggunakan:

  1. Metode deskritif, sebagaimana ditunjukan oleh namanya, pembahasan ini bertujuan untuk memberikan gambaran tentang suatu masyarakat atau kelompok orang tertentu atau gambaran tentang suatu gejala atau hubungan antara dua gejala atau lebih (Atherton dan Klemmack: 1982).
  2. Penelitian kepustakaan, yaitu Penelitian yang dilakukan melalui kepustakaan, mengumpulkan data-data dan keterangan melalui buku-buku dan bahan lainnya yang ada hubungannya dengan masalah-masalah yang diteliti.

BAB II

HAK ASASI MANUSIA (HAM)

  1. Pengertian Dan Ciri Pokok Hakikat HAM
  2. Pengertian
  • HAM adalah hak-hak dasar yang dimiliki oleh manusia, sesuai dengan kodratnya (Kaelan: 2002).
  • Menurut pendapat Jan Materson (dari komisi HAM PBB), dalam Teaching Human Rights, United Nations sebagaimana dikutip Baharuddin Lopa menegaskan bahwa HAM adalah hak-hak yang melekat pada setiap manusia, yang tanpanya manusia mustahil dapat hidup sebagai manusia.
  • John Locke menyatakan bahwa HAM adalah hak-hak yang diberikan langsung oleh Tuhan Yang Maha Pencipta sebagai hak yang kodrati. (Mansyur Effendi, 1994).
  • Dalam pasal 1 Undang-Undang Nomor 39 Tahun 1999 tentang HAM disebutkan bahwa “Hak Asasi Manusia adalah seperangkat hak yang melekat pada hakekat dan keberadaan manusia sebagai makhluk Tuhan Yang Maha Esa dan merupakan anugerah-Nya yang wajib dihormati, dijunjung tinggi, dan dilindungi oleh negara, hukum, pemerintah dan setiap orang, demi kehormatan serta perlindungan harkat dan martabat manusia”
  1. Ciri Pokok Hakikat HAM

Berdasarkan beberapa rumusan HAM di atas, dapat ditarik kesimpulan tentang beberapa ciri pokok hakikat HAM yaitu:

  • HAM tidak perlu diberikan, dibeli ataupun diwarisi. HAM adalah bagian dari manusia secara otomatis.
  • HAM berlaku untuk semua orang tanpa memandang jenis kelamin, ras, agama, etnis, pandangan politik atau asal-usul sosial dan bangsa.
  • HAM tidak bisa dilanggar. Tidak seorangpun mempunyai hak untuk membatasi atau melanggar hak orang lain. Orang tetap mempunyai HAM walaupun sebuah Negara membuat hukum yang tidak melindungi atau melanggar HAM (Mansyur Fakih, 2003).
  1. Perkembangan Pemikiran HAM
  • Dibagi dalam 4 generasi, yaitu :

o Generasi pertama berpendapat bahwa pemikiran HAM hanya berpusat pada bidang hukum dan politik. Fokus pemikiran HAM generasi pertama pada bidang hukum dan politik disebabkan oleh dampak dan situasi perang dunia II, totaliterisme dan adanya keinginan Negara-negara yang baru merdeka untuk menciptakan sesuatu tertib hukum yang baru.

o Generasi kedua pemikiran HAM tidak saja menuntut hak yuridis melainkan juga hak-hak sosial, ekonomi, politik dan budaya. Jadi pemikiran HAM generasi kedua menunjukan perluasan pengertian konsep dan cakupan hak asasi manusia. Pada masa generasi kedua, hak yuridis kurang mendapat penekanan sehingga terjadi ketidakseimbangan dengan hak sosial-budaya, hak ekonomi dan hak politik.

o Generasi ketiga sebagai reaksi pemikiran HAM generasi kedua. Generasi ketiga menjanjikan adanya kesatuan antara hak ekonomi, sosial, budaya, politik dan hukum dalam suatu keranjang yang disebut dengan hak-hak melaksanakan pembangunan. Dalam pelaksanaannya hasil pemikiran HAM generasi ketiga juga mengalami ketidakseimbangan dimana terjadi penekanan terhadap hak ekonomi dalam arti pembangunan ekonomi menjadi prioritas utama, sedangkan hak lainnya terabaikan sehingga menimbulkan banyak korban, karena banyak hak-hak rakyat lainnya yang dilanggar.

o Generasi keempat yang mengkritik peranan negara yang sangat dominant dalam proses pembangunan yang terfokus pada pembangunan ekonomi dan menimbulkan dampak negative seperti diabaikannya aspek kesejahteraan rakyat. Selain itu program pembangunan yang dijalankan tidak berdasarkan kebutuhan rakyat secara keseluruhan melainkan memenuhi kebutuhan sekelompok elit. Pemikiran HAM generasi keempat dipelopori oleh Negara-negara di kawasan Asia yang pada tahun 1983 melahirkan deklarasi hak asasi manusia yang disebut Declaration of the basic Duties of Asia People and Government.

 

Sumber : https://www.ayoksinau.com/

Siapkah Indonesia Menghadapi Digitalisasi Dalam Dunia Pendidikan?

Siapkah Indonesia Menghadapi Digitalisasi Dalam Dunia Pendidikan?

Indonesia diproyeksikan menduduki posisi ketiga dalam susunan Top 5 Buyers of Mobile Learning Products and Services di semua dunia pada tahun 2017. Proyeksi ini mencerminkan bahwa Indonesia merespons baik pertumbuhan teknologi yang semakin menggerus cara konvensional.

Kehidupan masyarakat Indonesia ketika ini terutama di perkotaan telah semakin dimanjakan oleh sekian banyak  layanan berbasis aplikasi. Mulai dari sistem transportasi yang merambah dunia online dengan perusahaan Go-Jek atau Grab, kemudian perusahaan digital marketplace yang semakin tidak sedikit jumlahnya, sampai penggalangan dana secara online yang diangkat oleh Kitabisa.com

Di dunia edukasi pun enggan ketinggalan. Perkembangan sekian banyak  startup Indonesia semakin mendekatkan masyarakat dengan cara belajar e-learning. Startup yang bergerak di bidang edukasi di antaranya ialah 7Pagi dan BulletinBoard yang mendigitalisasi kegiatan komunikasi antara guru di sekolah dan orangtua siswa sehingga kegiatan anak lebih terpantau, HarukaEdu yang memungkinkan mendapat  gelar sarjana dengan cara e-learning, HomeworkHero dan Mejakita yang memungkinkan murid belajar dengan rekan sebaya guna memecahkan soal-soal latihan sekolah secara online, sampai Ruangguru, Quipper, dan Zenius yang adalah platform tuntunan belajar online dengan memanfaatkan fitur website pembeljaran interaktif, video tutorial, modul digital (e-book).

E-learning ditafsirkan sebagai cara pembelajaran jarak jauh secara online dan memanfaatkan pertumbuhan tekonologi. Menurut sekian banyak  penelitian, cara belajar e-learning bisa memberikan tidak sedikit manfaat khususnya pada level perguruan tinggi.

Penelitian yang dilaksanakan di pelajaran.id Carnegie Mellon University (CMU) di Amerika menunjukkan nilai ujian mahasiswa merasakan peningkatan sebagai hasil dari cara e-learning yang diterapkan (Scott, 2000). Pemanfaatan teknologi ini memperluas cakupan pendidikan, mulai dari lokasi, waktu, sampai usia murid yang menerima guna e-learning. Tak heran, cara e-learning kemudian disebutkan sebagai penyokong konsep, “Life Long Learning”.

Penerapan cara e-learning di level perguruan tinggi memungkinkan mahasiswa memilih ruang belajar yang mereka minati, dengan masa-masa yang sesuai untuk mereka guna belajar, dengan kecepatan, dan keterampilan belajar yang bisa disesuaikan dengan individu masing-masing. Penelitian lain pun menunjukkan bahwa cara e-learning yang diterapkan di perguruan tinggi menghasilkan alumni yang secara teoritis dan praktis siap guna bekerja di era informasi (Holey, 2002).

Merespons pertumbuhan yang terjadi ketika ini, Ketua Dewan Guru Besar FKM UI yang pun adalahAdjunct Professor di Department of Infectious Disease and Global Health, Cummings School of Veterinary Medicine,Tufts University, Massachusetts, USA, Prof Wiku Adisasmito mengungkapkan bahwa institusi edukasi di Indonesia mesti mulai menawarkan edukasi yang berkualitas untuk mahasiswanya supaya tidak terlindas oleh pasar internasional.

“Salah satu teknik yang dapat dipakai untuk menambah kualitas edukasi Indonesia ialah dengan merealisasikan metode belajar e-learning,” ujar Prof Wiku Adisasmito.

Untuk tersebut Indonesia One Health University Network (INDOHUN) menginisiasi i-Learn, yakni dengan menciptakan platform edukasi kesehatan digital. Selain tersebut mengajak sekian banyak  institusi edukasi untuk bekerjasama dalam meluangkan ilmu pengetahuan yang bisa diakses sekian banyak  kalangan.

Topik pembelajaran yang ditawarkan utamanya berhubungan konsep “One health”, kesehatan masyarakat, dan kesehatan global yang merupakan konsentrasi utama pekerjaan INDOHUN. Peluncuran platform ini diinginkan dapat memperkuat sistem edukasi kesehatan di Indonesia dengan membina jejaring antar institusi. Platform i-Learn sekarang dapat diakses melewati tautan https://indohun.learnbook.com.au/ atau www.i-learn.id.

Kelebihan dan Kelemahan Metode Demonstrasi

Kelebihan dan Kelemahan Metode Demonstrasi

Metode Demonstrasi
Metode Demonstrasi

Demonstrasi merupakan metode yang sangat efektif, sebab membantu siswa untuk mencari jawaban dengan usaha sendiri berdasarkan fakta atau data yang benar. Metode demonstrasi merupakan metode penyajian pelajaran dengan memperagakan dan mempertunjukkan kepada siswa tentang suatu proses, situasi atau benda tertentu, baik sebenarnya atau hanya sekadar tiruan. Sebagai metode penyajian, demonstrasi tidak terlepas dari penjelasan secara lisan oleh guru. Walaupun dalam proses demonstrasi peran siswa hanya sekadar memerhatikan, akan tetapi demonstrasi dapat menyajikan bahan pelajaran lebih konkret. Dalam strategi pembelajaran, demonstrasi dapat digunakan untuk mendukung keberhasilan strategi pembelajaran ekspositori dan inkuiri.


A. Kelebihan dan Kelemahan Metode Demonstrasi

Sebagai suatu metode pembelajaran demonstrasi memiliki beberapa kelebihan, di antaranya:

  1. Melalui metode demonstrasi terjadinya verbalisme akan dapat dihindari, sebab siswa disuruh langsung memperhatikan bahan pelajaran yang dijelaskan.
  2. Proses pembelajaran akan lebih menarik, sebab siswa tak hanya mendengar, tetapi juga melihat peristiwa yang terjadi.
  3. Dengan cara mengamati secara langsung siswa akan memiliki kesempatan untuk membandingkan antara teori dan kenyataan. Dengan demikian siswa akan lebih meyakini kebenaran materi pembelajaran.

Di samping beberapa kelebihan, metode demonstrasi juga memiliki beberapa kelemahan, di antarannya:

  1. Metode demonstrasi memerlukan persiapan yang lebih matang, sebab tanpa persiapan yang memadai demonstrasi bisa gagal sehingga dapat menyebabkan metode ini tidak efektif lagi. Bahkan sering terjadi untuk menghasilkan pertunjukan suatu proses tertentu, guru harus beberapa kali mencobanya terlebih dahulu, sehingga dapat memakan waktu yang banyak.
  2. Demonstrasi memerlukan peralatan, bahan-bahan, dan tempat yang memadai yang berarti penggunaan metode ini memerlukan pembiayaan yang lebih mahal dibandingkan dengan ceramah.
  3. Demonstrasi memerlukan kemampuan dan keterampilan guru yang khusus, sehingga guru dituntut untuk bekerja lebih profesional. Di samping itu demonstrasi juga memerlukan kemauan dan motivasi guru yang bagus untuk keberhasilan proses pembelajaran siswa.

B. Langkah-langkah Menggunakan Metode Demonstrasi

a. Tahap Persiapan
Pada tahap persiapan ada beberapa hal yang harus dilakukan:

  1. Rumuskan tujuan yang harus dicapai oleh siswa setelah proses demonstrasi berakhir.
  2. Persiapkan garis besar langkah-langkah demonstrasi yang akan dilakukan.
  3. Lakukan uji coba demonstrasi.

b. Tahap Pelaksanaan

  1. Langkah pembukaan.Sebelum demonstrasi dilakukan ada beberapa hal yang harus diperhatikan, di antaranya:  a).Aturlah tempat duduk yang memungkinkan semua siswa dapat memperhatikan dengan jelas apa yang didemonstrasikan. b) Kemukakan tujuan apa yang harus dicapai oleh siswa. c)Kemukakan tugas-tugas apa yang harus dilakukan oleh siswa, misalnya siswa ditugaskan untuk mencatat hal-hal yang dianggap penting dari pelaksanaan demonstrasi.
  2. Langkah pelaksanaan demonstrasia) Mulailah demonstrasi dengan kegiatan-kegiatan yang merangsang siswa untuk berpikir, misalnya melalui pertanyaanpertanyaan yang mengandung teka-teki sehingga mendorong siswa untuk tertarik memperhatikan demonstrasi. b) Ciptakan suasana yang menyejukkan dengan menghindari suasana yang menegangkan. c) Yakinkan bahwa semua siswa mengikuti jalannya demonstrasi dengan memerhatikan reaksi seluruh siswa. d) Berikan kesempatan kepada siswa untuk secara aktif memikirkan lebih lanjut sesuai dengan apa yang dilihat dari proses demonstrasi itu.
  3. Langkah mengakhiri demonstrasi. Apabila demonstrasi selesai dilakukan, proses pembelajaran perlu diakhiri dengan memberikan tugas-tugas tertentu yang ada kaitannya dengan pelaksanaan demonstrasi dan proses pencapaian tujuan pembelajaran. Hal ini diperlukan untuk meyakinkan apakah siswa memahami proses demonstrasi itu atau tidak. Selain memberikan tugas yang relevan, ada baiknya guru dan siswa melakukan evaluasi bersama tentang jalannya proses demonstrasi itu untuk perbaikan selanjutnya.

Strategi Pengelolaan Kelas Dalam Meningkatkan Belajar Siswa

Strategi Pengelolaan Kelas Dalam Meningkatkan Belajar Siswa

Strategi Pengelolaan Kelas Dalam Meningkatkan Belajar Siswa
Strategi Pengelolaan Kelas Dalam Meningkatkan Belajar Siswa

Menciptakan suasana atau kondisi kelas yang optimal Seseorang guru harus bisa menciptakan suasana atau kondisi dari kondisi interaksi pendidikan dengan jalan menciptakan kondisi baru yang menguntungkan proses belajar mengajar sehingga siswa bersemangat dalam belajarnya. Keterampilan yang harus dimiliki guru yang berhubungan dengan penciptaan dan pemeliharaan kondisi belajar adalah sikap tanggap, membagi perhatian, dan pemusatan perhatian kelompok.

b. Berusaha menghentikan tingkah laku siswa yang menyimpang
Seorang guru melakukan identifikasi masalah dengan jalan berusaha memahami dan menyelidiki penyimpangan tingkah laku siswa yang mengganggu kelancaran proses belajar mengajar di kelas. Setelah itu guru memberikan teguran dan bimbingan serta pengarahan-pengarahan agar tercipta tingkah laku siswa yang mendukung kelancaran proses belajar mengajar.


c. Menciptakan disiplin kelas
Pembinaan disiplin kelas atau pencegahan terjadinya pelanggaran disiplin bisa dilakukan dengan cara membuat tata tertib kelas (Djamarah, 1996: 212).

d. Menciptakan keharmonisan antara guru dengan siswaKeharmonisan hubungan guru dengan siswa mempunyai efek terhadap pengelolaan kelas terutama dalam meningkatkan efektifitas belajar mengajar. Hubungan guru dan siswa dikatakan baik apabila hubungan itu memiliki sifat-sifat sebagai berikut:


1. Keterbukaan, guru maupun siswa saling bersikap jujur dan membuka diri antar satu dengan yang lain.
2. Tanggap, bilamana seseorang tahu bahwa tindakannya dinilai orang lain.
3. Saling ketergantungan antara satu dengan yang lain
4. Kebebasan yang memperbolehkan setiap orang tumbuh dan mengembangkan keunikannya, kreatifitasnya, dan kepribadiannya.
5. Saling memenuhi kebutuhan sehingga tidak ada kebutuhan satu orangpun yang tidak terpenuhi (Gordon, 1990: 28).

Demikianlah konsepsi dasar tentang pengelolaan kelas yang menjadi tugas guru selaku learning manajer. Guru harus mengetahui bahwa tingkah laku dan perbuatan anak didik dari waktu ke waktu selalu mengalami perubahan. Oleh karena itu, tugas guru selaku pengelola kelas untuk selalu berusaha mengkondisikan kelas agar dinamis yang mendukung proses interaksi edukatif mencapai tujuan pembelajaran.


Sumber : https://www.gurupendidikan.co.id/

Sistem Pembelajaran Full Day School

Sistem Pembelajaran Full Day School

Sistem Pembelajaran Full Day School

Full Day School menerapkan suatu rencana basic “Integrated-Activity” dan “Integrated-Curriculum” (Azizah, 2014: 11) Pada Penerapan Full Day School untuk Model ini yang membedakan dengan sekolah pada umumnya. Dalam full day school semua program dan kesibukan siswa di sekolah, baik belajar, bermain, beribadah dikemas didalam sebuah proses pendidikan. Titik tekan pada full day school adalah siswa selamanya berprestasi studi didalam proses pembelajaran yang berkwalitas yakni diinginkan bakal terjadi pergantian positif dari setiap individu siswa sebagai hasil dari proses dan kesibukan didalam belajar. Adapun prestasi studi menurut Syah (2004: 154-156) terdapat pada tiga ranah, yaitu:

Sistem Pembelajaran Full Day School

Prestasi yang berupa kognitif, seperti kemampuan siswa didalam mengingat, memahami, menerapkan, mengamati, menganalisa, mengakibatkan analisa dan lain sebagainya. Konkritnya, siswa dapat menyebutkan dan menguraikan pelajaran minggu lalu, berarti siswa berikut telah dapat dianggap punya prestasi yang berupa kognitif.
Prestasi yang berupa afektif, siswa dapat dianggap punya prestasi yang berupa afektif, terkecuali ia telah dapat bersikap untuk menghargai, serta dapat menerima dan menolak pada suatu pengakuan dan masalah yang tengah mereka hadapi.

Prestasi yang berupa psikomotorik, yang terhitung prestasi yang berupa psikomotorik yakni kecakapan eksperimen verbal dan nonverbal, keterampilan bertindak dan gerak. Misalnya seorang siswa menerima pelajaran tentang adab sopan santun kepada orang lain, terlebih kepada orang tuanya, maka si anak telah dianggap dapat mengaplikasikannya didalam kehidupannya.

Sebelum mengkaji tentang proses pembelajaran full day school, perlu diketahui makna proses pembelajaran itu sendiri. Sistem adalah seperangkat elemen yang saling berhubungan satu mirip lain. Adapun proses pembelajaran adalah suatu proses dikarenakan merupakan perpaduan beraneka elemen yang berhubungan satu mirip lain. Tujuannya agar siswa studi dan berhasil, yakni bertambah pengetahuan dan keterampilan serta punya sikap benar. Dari proses pembelajaran inilah bakal membuahkan sejumlah siswa dan lulusan yang telah meningkat pengetahuan dan keterampilannya dan beralih sikapnya menjadi lebih baik. Adapun proses inti proses pembelajaran full day school pada lain:

Proses pembelajaran yang terjadi secara aktif, kreatif, transformatif sekaligus intensif. Sistem persekolahan dengan pola full day school mengindikasikan proses pembelajaran yang aktif didalam artian mengoptimalisasikan semua potensi untuk raih tujuan pembelajaran secara optimal baik didalam penggunaan layanan dan prasarana di lembaga dan mewujudkan proses pembelajaran yang kondusif demi pengembangan potensi siswa yang seimbang.
Proses pembelajaran yang ditunaikan selama aktif sehari penuh tidak memforsir siswa pada pengkajian, penelaahan yang terlalu menjenuhkan. Akan tetapi, yang difokuskan adalah proses relaksasinya yang santai dan lepas dari jadwal yang membosankan
Dari uraian di atas tadi, bahwa rencana pengembangan dan inovasi didalam full day school adalah untuk meningkatkan kualitas pendidikan dikarenakan kualitas pendidikan di Indonesia sekarang ini dipertanyakan.

Maka beraneka cara dan metode dikembangkan. Penerapan full day school mengembangkan kreativitas yang mencakup tiga ranah, yakni kognitif, afektif, dan psikomotorik secara seimbang, yang diwujudkan didalam program-programnya yang dikemas sebagaimana berikut:

Pada jam sekolah, sesuai dengan alokasi sementara didalam standar nasional selamanya di jalankan pemberian materi pelajaran sesuai kurikulum standar Nasional.

ruangguru.co.id Di luar jam sekolah (sebelum jam tujuh dan setelah jam 12) ditunaikan kesibukan seperti pengayaan materi pelajaran umum, menambahkan kesibukan yang berupa pengembangan diri seperti musik, dan keagamaan seperti praktik ibadah dan sholat berjama’ah. Namun siswa selamanya diberi kesempatan untuk istirahat siang sebagaimana ditunaikan di rumah. Pola hubungan pada guru dan siswa (vertical) dan guru dengan guru (horizontal) dilandasi dengan bangunan akhlak yang diciptakan dan didalam konteks pendidikan serta situasi kekeluargaan.

Dalam proses penerapan full day school ini, diterapkan terhitung format game (bermain), dengan tujuan agar proses studi mengajar penuh dengan kegembiraan, penuh dengan permainan-permainan yang menarik bagi siswa untuk belajar. Walaupun terjadi selama sehari penuh, hal ini sesuai dengan teori Bloom dan Yacom, yang menunjukkan bahwa metode game (bermain) didalam pembelajaran keliru satunya adalah dengan mengfungsikan kegembiraan didalam mengajarkan dan mendorong tercapainya tujuan-tujuan instruksional.

Hal senada terhitung disampaikan oleh Meier, bahwa permainan studi terkecuali dimanfaatkan dengan bijaksana dapat menghilangkan keseriusan yang menghambat dan menghilangkan stres didalam lingkungan belajar. Semua teknik bukanlah tujuan, melainkan semata-mata rencana untuk raih tujuan, yakni meningkatkan kualitas/mutu pembelajaran dan kualitas pendidikan.

Pengertian dan Tujuan Pembelajaran Full Day School

Pengertian dan Tujuan Pembelajaran Full Day School

Pengertian dan Tujuan Pembelajaran Full Day School

a. Pengertian Full Day School Menurut Para Ahli
Full day school berasal berasal dari bhs Inggris, yaitu full bermakna penuh, day bermakna hari, namun school bermakna sekolah (Echols dan Shadily, 1996: 259). Jadi pengertian full day school adalah sekolah selama hari atau sistem studi mengajar yang diberlakukan berasal dari pagi hari hingga sore hari, merasa pukul 06.45-15.30 WIB, dengan durasi istirahat setiap dua jam sekali. Dengan demikian, sekolah bisa sesuaikan jadwal pelajaran dengan leluasa, sesuai dengan bobot mata pelajaran dan disempurnakan dengan pendalaman materi.

Pengertian dan Tujuan Pembelajaran Full Day School

“Hal yang diutamakan didalam full day school adalah pengaturan jadwal mata pelajaran dan pendalaman” (Bahruddin, 2010: 221).
Basuki (2013) mengutarakan pendapatnya mengenai full day school adalah:
Sekolah yang sebagian waktunya digunakan untuk program-program pembelajaran yang situasi informal, tidak kaku, menyenangkan bagi siswa dan membutuhkan kretifitas dan inovasi berasal dari guru. Dalam perihal ini Sukur berpatokan pada sebuah penelitian yang menyatakan bahwa saat studi afektif bagi anak itu cuma 3-4 jam sehari didalam situasi resmi dan 7-8 jam sehari didalam situasi informal.
Sedangkan Sulistyaningsih (2008: 59) menyatakan bahwa “sekolah bertipe full day ini terjadi nyaris sehari penuh lamanya, yaitu berasal dari pukul 08.00 pagi hingga 15.00 sore”. Dengan demikian, sistem full day school adalah komponen-komponen yang disusun dengan tertib dan baik untuk menolong sistem pendewasaan manusia (peserta didik) lewat usaha pengajaran dan pelatihan dengan saat di sekolah yang lebih panjang atau lama dibandingkan dengan sekolah-sekolah pada umumnya.

Berdasarkan paparan pendapat di atas, maka peneliti menyimpulkan full day school adalah sekolah yang menyelenggarakan pembelajaran sehari penuh berasal dari pagi hingga sore dengan sebagian waktunya digunakan untuk program pelajaran yang suasananya informal serta menyenangkan bagi siswa. Sekolah bisa sesuaikan jadwal pelajaran dengan bebas sesuai dengan bobot mata pelajaran.

b. Tujuan Pembelajaran Full Day School
Pelaksanaan full day school merupakan salah satu alternatif untuk menangani berbagai persoalan pendidikan, baik didalam prestasi maupun didalam perihal ethical atau akhlak. Dengan mengikuti full day school, orang tua bisa menghambat dan menetralisir barangkali berasal dari kegiatan-kegiatan anak yang menjerumus pada kesibukan yang negatif. Salah satu alasan para orang tua memilih dan memasukkan anaknya ke full day school adalah berasal dari aspek edukasi siswa (Bahruddin, 2010: 230). Banyak alasan mengapa full day school menjadi pilihan di antaranya:

Meningkatnya jumlah orangtua yang bekerja (parent-career) yang kurang beri tambahan perhatian kepada anaknya, terutama yang berhubungan dengan kesibukan anak sehabis pulang berasal dari sekolah.
Perubahan sosial budaya yang terjadi di masyarakat, berasal dari penduduk agraris menuju ke penduduk industri. Perubahan berikut menyadari berpengaruh pada pola pikir dan langkah pandang masyarakat. Kemajuan sains dan teknologi yang begitu cepat perkembangannya, terutama teknologi komunikasi dan informasi lingkungan kehidupan perkotaan yang menjurus kearah individualisme.

Perubahan sosial budaya memengaruhi pola pikir dan langkah pandang masyarakat. Salah satu ciri penduduk industri adalah mengukur keberhasilan dengan materi. Hal ini terlampau berpengaruh pada pola kehidupan penduduk yang kelanjutannya berdampak pada perubahan peran. Peran ibu yang dahulu cuma sebagai ibu rumah tangga, dengantugas utamanya mendidik anak, merasa bergeser. Peran ibu di zaman sekarang tidak cuma semata-mata sebagai ibu rumah tangga, namun seorang ibu termasuk dituntut untuk bisa berkarier di luar rumah.

Kemajuan ilmu ilmu dan teknologi begitu cepat sehingga kalau tidak dicermati, maka kami bakal menjadi korban, terutama korban teknologi komunikasi. Dengan jadi canggihnya perkembangan di dunia komunikasi, dunia seolah-olah udah tanpa batas (borderless world), dengan banyaknya program televisi serta menjamurnya stasiun televisi membuat anak-anak lebih santai untuk duduk di depan televisi dan bermain play station (PS). Adanya perubahan-perubahan di atas merupakan suatu isyarat penting untuk dicarikan alternatif pemecahannya. Dari situasi seperti itu, kelanjutannya para praktisi pendidikan berpikir keras untuk merumuskan suatu paradigma baru didalam dunia pendidikan.

Full day school tak sekedar memiliki tujuan mengembangkan manajemen mutu pendidikan yang paling utama adalah full day school memiliki tujuan sebagai salah satu usaha pembinaan akidah dan akhlak siswa dan menanamkan nilai-nilai positif. Full day school termasuk beri tambahan basic yang kuat didalam studi pada segala aspek yaitu perkembangan intelektual, fisik, sosial dan emosional. Karena didalam sistem full day school, sekolah punyai saat yang lebih panjang dibandingkan dengan sekolah basic konvensional pada umumnya. Sebagaimana Seli (2009: 62-63) menyebutkan bahwa “waktu untuk mendidik siswa didalam sistem full day school lebih banyak sehingga tidak cuma teori, namun praktek beroleh bagian saat yang lebih. Sehingga pendidikan tidak cuma teori mineed namun aplikasi ilmu”. Oleh sebab itu, sehingga seluruh terakomodir, maka kurikulum program full day school didesain untuk menjangkau masing-masing anggota berasal dari perkembangan siswa.

AGAMA, FILSAFAT, DAN ILMU

AGAMA, FILSAFAT, DAN ILMU

AGAMA, FILSAFAT, DAN ILMU
AGAMA, FILSAFAT, DAN ILMU
Dalam Tahshîl al-sa’âfidah AI-Fârâbi dengan jelas menyatakan pandangannya tentang sifat agama dan filsafat serta hubungan antara keduanya:

Ketika seseorang memperoleh pengetahuan tentang wujud atau memetik pelajaran darinya, jika dia memahami sendiri gagasan-gagasan tentang wujud itu dengan inteleknya, dan pembenarannya atas gagasan tersebut dilakukan dengan bantuan demonstrasi tertentu, maka ilmu yang tersusun dari pengetahuan-pengetahuan ini disebut filsafat. Tetapi jika gagasan-gagasan itu diketahui dengan membayangkannya lewat kemiripan-kemiripan yang merupakan tiruan dari mereka, dan pembenaran terhadap apa yang dibayangkan atas mereka disebabkan oleh metode-metode persuasif, maka orang-orang terdahulu menyebut sesuatu yang membentuk pengetahan-pengetahuan ini agama. Jika pengetahuan-pegetahuan itu sendiri diadopsi, dan metode-metode persuasif digunakan, maka agama yang memuat mereka disebut filsafat populer, yang diterima secara umum, dan bersifat eksternal.


Al-Fârâbî menghidupkan kembali klaim kuno yang menyatakan bahwa agama adalah tiruan dari filsafat. Menurutnya, baik agama maupun filsafat berhubungan dengan realitas yang sama. Keduanya terdiri dari subjek-subjek yang serupa dan sama-sama melaporkan prinsip-prinsip tertinggi wujud (yaitu, esensi Prinsip Pertama dan esensi dari prinsip-prinsip kedua nonfisik). Keduanya juga melaporkan tujuan puncak yang diciptakan demi manusia yaitu,kebahagiaan tertinggi dan tujuan puncak dari wujud-wujud lain. Tetapi, dikatakan Al-Fârâbî, filsafat memberikan laporan berdasarkan persepsi intelektual. Sedangkan agama memaparkan laporannya berdasarkan imajinasi. Dalam setiap hal yang didemonstrasikan oleh filsafat, agama memakai metode-metode persuasif untuk menjelaskannya.

Tujuan dari ‘tiruan-tiruan’ kebenaran wahyu kenabian dengan citra dan lambang telah dijelaskan sebelumnya. Sifat dari citra dan lambang religius ini membutuhkan pembahasan lebih lanjut. Menurut Al-Fârâbî, agama mengambil tiruan kebenaran transenden dari dunia alami, dunia seni dan pertukangan, atau dari ruang lingkup lembaga sosio-politik. Sebagai contoh, pengetahuan-pengetahuan yang sepenuhnya sempurna, seperti Sebab Pertama, wujud-wujud malakut atau lelangit dilambangkan dengan benda-benda terindra yang utama, sempuma, dan indah dipandang. Inilah sebabnya mengapa dalam Islam, matahari melambangkan Tuhan, bulan melambangkan nabi, dan bintang melambangkan sahabat nabi.

Fungsi dari tugas-tugas politis seperti raja dengan segenap hierarki bawahannya berikut fungsi-fungsi kehormatannya memberikan citra dan lambang bagi pemahaman akan hierarki wujud dan perbuatan-perbuatan ilahi saat menciptakan dan mengurus alam semesta. Karya-karya seni dan pertukangan manusia memperlihatkan, tiruan-tiruan gerakan kekuatan dan prinsip alami yang memungkinkan terwujudnya objek-objek alami. Sebagai contoh, empat sebab Aristotelian yang disebut Al-Fârâbî sebagai empat prinsip wujud, dapat dijelaskan dengan merujuk pada prinsip-prinsip pembuatan objek-objek seni. Secara umum, menurut Al-Fârâbî, agama berusaha membawa tiruan-tiruan kebenaran filosofis sedekat mungkin dengan esensi mereka.
Dalam Islam, pandangan mengenai perbedaan antara agama (millah) dan filsafat (falsafah) umumnya diidentifikasi dengan mazhab masysyâ’î ilmuwan filosof di mana Al-Fârâbî termasuk di dalamnya. Rahman telah memperlihatkan bahwa perbedaan ini diikuti rumusan terinci menyangkut filsafat agama Yunani-Romawi dalam perkembangan-perkembangan berikutnya. Namun, gagasan mendasar yang ingin disampaikan melalui perbedaan ini bukan sesuatu yang asing bagi perspektif wahyu Islam. Gagasan yang sama di ungkapkan para Sufi dalam kerangka perbedaan eksoterik-esoterik. Gagasan itu berbunyi demikian: kebenaran atau realitas adalah satu namun pemahamannya oleh pikiran manusia mempunyai derajat kesempurnaan yang bertingkat-tingkat. Meskipun dia juga seorang Sufi, Al-Farabi di sini berbicara sebagai wakil dari tradisi filosofis.

Dalam perspektif falâsifah, filsafat dan agama merupakan dua pendekatan mendasar menuju pada kebenaran. Apa yang hendak dibedakan dengan tajam di sini bukan filsafat, yang dipahami sebagai sistem rasional pemahaman (inteleksi) dan wahyu yang dirumuskan secara bebas; dan agama, yang dipahami sebagai tradisi wahyu secara total. Ini sangat jelas tampak dari perkataan dan Al-Fârâbî tentang filsafat dan agama. Istilah yang digunakannya untuk menyatakan perbedaan agama dari filsafat adalah millah; bukan dîn. Ini menunjukkan kehendak Al-Fârâbî membedakan filsafat secara kontras tidak dengan tradisi wahyu dalam totalitasnya, melainkan dengan dimensi eksoterik tradisi wahyu. Karena itu, dia lebih suka menggunakan istilah millah daripada dîn. Millah lebih tepat karena dia mengacu pada komunitas religius di bawah sanksi ilahi dengan seperangkat kepercayaan dan undang-undang atau perintah-perintah hukum moral yang didasarkan pada wahyu. Dimensi ekstemal dari tradisi wahyu harus diidentifikasi dengan kepercayaan-kepercayaan dan praktik-praktik komunitas religius ini.

Dalam wacana yang dikutip di atas, Al-Fârâbî tampaknya berpendapat ada dua jenis filsafat. Jenis pertama, filsafat yang disebutnya filsafat populer, diterima secara umum dan eksternal. Dari paparannya tentang karakteristik filsafat tersebut dan kalâm, khususnya penjelasan dalam Ihshâ’ al-‘ulûm, tidak diragukan bahwa Al-Fârâbî menganggap kalâm sebagai contoh dari filsafat jenis pertama. Jenis kedua, filsafat esoterik yang ditujukan bagi kaum elitek yaitu suatu filsafat yang hanya diperkenalkan pada mereka yang telah siap secara intelektual dan spiritual. Filsafat dapat digambarkan sebagai ilmu tentang realitas yang didasarkan atas metode demonstrasi yang meyakinkan (al-burhân al-yaqînî), suatu metode yang merupakan gabungan dari intuisi intelektual dan putusan logis (istinbâth) yang pasti. Karena itu, filsafat adalah sejenis pegetahuan yang lebih unggul dibanding agama (millah), karena millah didasarkan atas metode persuasif (al-iqnâ’).

Kemudian, bagi Al-Fârâbî, filsafat merujuk pada kebenaran abadi atau kebijaksaaan (al-hikmah) yang terletak pada jantung setiap tradisi. Ini dapat diidentifikasi dengan philosophia perennis yang diajarkan oleh Leibniz dan secara komprehensif dijelaskan dalam abad ini oleh Schuon, Berbicara mengenai beberapa tokoh kuno pemilik kebijaksanaan tradisional ini. Al-Fârâbî menulis:

Konon, dahulu kala ilmu ini terdapat dikalangan orang-orang Kaldea, yang merupakan bangsa Irak, kemudian bangsa Mesir, dari sini lantas diteruskan pada bangsa Yunani, dan bertahan di situ hingga diwariskan pada bangsa Syria, dan selanjutnya, bangsa Arab. Segala sesuatu yang terkandung dalam ilmu tersebut dijelaskan dalam bahasa Yunani, kemudian Syria, dan akhirnya Arab.


Dikatakan Al-Fârâbî, bangsa Yunani menyebut pengetahuan tentang kebenaran abadi ini kebijaksanaan “paripuma” sekaligus kebijaksanaan tertinggi. Mereka menyebut perolehan pengetahuan seperti itu sebagai ilmu’, dan mengistilahkan keadaan ilmiah pikiran sebagai filsafat’. Yang dimaksud dengan yang terakhir ini adalah tidak lain pencarian dan kecintaan pada kebijaksanaan tertinggi. Menurut Al-Fârâbî, orang-orang Yunani juga berpendapat bahwa secara potensial kebijaksanaan ini memasukkan setiap jenis kebajikan. Berdasarkan alasan ini, filsafat lantas disebut sebagai ilmu dari segala ilmu, induk dari segala ilmu, kebijaksanaan dari segala kebijaksanaan dan seni dari segala seni. Maksud mereka sebenarnya, tutur Al-Fârâbî, adalah seni yang memanfaatkan segala kesenian, kebajikan yang memanfaatkan segala kebajikan, dan kebijaksanaan yang memanfaatkan segala kebijaksanaan. Referensi :  www.kuliahbahasainggris.com

Cara Mendidik Anak dalam Kandungan yang Benar

Anda pastinya juga sudah mendengar mengenai pendidikan anak di usia dini akan tetapi apa Anda juga sudah pernah mendengar pendidikan pra lahir? Ya, mendidik anak sejak ada di dalam kandungan. Pendidikan sebelum sih kecil terlahir ke dunia. Ada banyak sekali para orangtua, terutama bunda di seluruh dunia berbicara, menyanyi, membaca, dan juga bermain music untuk bayi mereka pada saat masih ada di dalam kandungan dengan harapan bahwasannya anak mereka nantinya akan tumbuh jadi anak yang cerdas dan pintar, sesuai dengan harapan Anda.

Cara Mendidik Anak dalam Kandungan yang Benar
Cara Mendidik Anak dalam Kandungan yang Benar

 

Akan tetapi bagaimana caranya mendidik anak dalam kandungan tersebut? bisakah janin yang ada dalam kandungan Anda mendengarkan suara Anda? Dapatkan dia mendengarkan pada saat Anda berbicara atau pun bercerita? Sebuah study terbaru tengah menunjukkan bahwasannya Anda bisa mulai merangsang dan juga berkomunikasi dengan bayi Anda sejak dia masih ada dalam kandungan. Dan di bawah ini adalah beberapa cara mudahnya untuk mendidik anak dalam kandungan yang benar.

Cara mendidik anak dalam kandungan yang benar

Memberikan rangsangan lewat rasa dan bau

Janin yang ada di dalam kandungan juga bisa merasakan cairan ketuban. Oleh sebab itulah, rangsanglah bayi Anda tersebut dengan bau dan juga rasa sebanyak mungkin. Tak hanya untuk merangsang, akan tetapi para ahli juga telah percaya bahwasannya bayi yang alami berbagai macam rasa dan juga bau di dalam kandungan ini lebih cenderung mampu menerima berbagai makanan setelah lahir.

Memberikan rangsangan lewat sentuhan

Apabila bayi Anda mendorong kaki atau pun tangannya keluar, maka dorong kembali secara lembut. Coba mengelus dengan lembut bayi Anda ya bund.

Memberikan rangsangan lewat cahaya

Rangsang bayi Anda dalam kandungan lewat sinar terang dari sebuah senter akan tetapi hal yang demikian ini masih jadi perdebatan sebab lampu terang bisa merusak mata sih kecil atau pun mengganggu tidur. Untuk keamanannya ada baiknya rangsang lewat cahaya hanya menggunakan senter selama trimester akhir kehamilan dan saat bayi terjaga dan juga aktif.

Memberikan rangsangan lewat suara

Bayi yang ada dalam kandungan tak akan mendengar dengan baik lewat telinganya, yang diisi dengan cairan ketuban. Apa yang dia dengarkan dengan jelas merupakan suara yang datang lewat getaran dari tengkoraknya. Adapun suara yang datangnya dari luar rahim atau kandungan, dengan frekuensi serta bernada rendah akan melintar lewat cairan. Music klasik, instrument perkusi, bass, dan juga nada rendah pada piano nantinya akan terdengar secara jelas oleh bayi Anda.

Itulah cara mendidik anak dalam kandungan yang benar, yang bisa kami informasikan untuk Anda semuanya. Semoga saja bermanfaat dan menginspirasi. Sumber : www.sekolahbahasainggris.com

Tips Jitu Ajari Anak Gaya Hidup yang Sehat

Harus Anda tahu nih ya bund, sebagai orangtua yang baik bagi putera dan puterinya memang sangat penting sekali bagi Anda untuk bisa ajarkan anak tercinta tentang beberapa hal yang baru, agar nantinya tumbuh kembang sih kecil bisa jadi lebih baik lagi sehingga nanti dia akan jadi pribadi yang baik, memiliki wawasan yang luas, dan juga cerdas.

Tips Jitu Ajari Anak Gaya Hidup yang Sehat
Tips Jitu Ajari Anak Gaya Hidup yang Sehat

Selain hal tersebut, salah satu hal yang juga memiliki peranan yang cukup penting sekali yang harus diajarkan oleh para orangtua pada anak tercintanya adalah dengan menerapkan gaya hidup yang sehat. Mengapa demikian? Sebab semakin cepatnya anak Anda belajar gaya hidup yang sehat, maka akan semakin besar pula kemungkinan mereka untuk menerapkannya di sepanjang hidup anak Anda.

Dan salah satu cara yang terbaik dan paling tepat untuk mengajari anak Anda adalah dengan memberikan contoh. Apa yang telah anak Anda lihat dari orangtua dan orang yang ada di sekitarnya tersebut yang akan mereka lakukan. Dan di bawah ini adalah beberapa tips atau pun cara mudah serta sederhananya tentang apa yang seharusnya Anda ajarkan pada anak-anak mengenai gaya hidup yang sehat. Simak saja ulasan selengkapnya di bawah ini ya bund.

Tips jitu ajari anak gaya hidup yang sehat

  • Tips jitu mengajari buah hati tercinta tentang gaya hidup sehat yang bisa dilakukan oleh para orangtua adalah Anda tak bisa mempunyai kesehatan yang baik tanpa adanya gizi yang baik. Untuk itulah ada baiknya Anda selalu membeirkan makanan dengan gizi yang baik setiap harinya pada anak-anak Anda, sehingga nanti yang demikian ini juga diterapkan pada kehidupannya sehar-hari tanpa harus Anda ajari lagi.
  • Gaya hidup yang sehat lainnya yang juga harus Anda ajarkan pada buah hati tercinta adalah konsumsi buah-buahan dan sayuran mentah sebanyak mungkin. Berikan saja pengertian tentang manfaat dari buah atau sayuran yang hendak dikonsumsi agar anak Anda juga mengetahui kenapa dia harus memakannya tiap hari.
  • Makan beberapa jenis protein tiap kali makan. Makan daging cukup dan juga makan ikan yang lebih banyak.
  • Makan dalam porsi kecil atau pun sedang tiap hari dengan gizi yang seimbang pastinya. Dan jangan lupa juga untuk mengajarkan kepada anak Anda untuk minum air putih yang cukup di setiap harinya.
  • Selain itu, ajarkan kepada anak Anda akan pentingnya berolahraga secara teratur, ajarkan anak tentang pentingnya suplemen, dan juga beristirahat yang cukup saat malam hari.

Demikianlah informasi yang dapat kami bagikan tentang tips jitu ajari anak gaya hidup yang sehat. Semoga bermanfaat. sumber : www.dosenpendidikan.com

Makna Proses Belajar Mengajar Dalam Dunia Pendidikan

Dalam dunia pendidikan tentu saja kita sudah tidak asing lagi dengan istilah proses belajar mengajar. Proses belajar mengajar sendiri dalam dunia pendidikan memang menjadi aspek yang sangat penting dalam tatanan penyampaian ilmu antara guru kepada murid atau dari dosen kepada mahasiswanya.

Makna Proses Belajar Mengajar Dalam Dunia Pendidikan
Makna Proses Belajar Mengajar Dalam Dunia Pendidikan

Proses belajar mengajar biasanya dilakukan dengan metode pembelajaran yang memberikan upaya – upaya pendekatan tertentu dan proses belajar mengajar juga sangat penting hukumnya untuk mencapai pemahaman maksimal atas sebuah disiplin ilmu dengan menggunakan media belajar yang diperlukan. Dalam kegiatan proses belajar mengajar yang juga menjadi sangat penting adalah harus adanya kegiatan analisa kebutuhan belajar para mahasiswa. Maksudnya dari aspek ini adalah bagaimana cara untuk menganalisa hubungan antara kemampuan dan juga harapan mahasiswa dari proses pembelajaran yang dilakukan. Dan proses belajar mengajar juga sangat penting dalam memberikan gambaran ujian seperti apa yang akan dikenakan nantinya.

Makna Proses Belajar Mengajar Dalam Dunia Pendidikan

Proses belajar mengajar sendiri terdiri dari dua buah kata yang punya arti berbeda akan tetapi saling berhubungan satu dengan lainnya dimana jika terjadi proses belajar maka akan terjadi proses mengajar dan berlaku sebaliknya secara terorganisir.

Menurut Cronbach Sardirman bahwa belajar merupakan sarana penambahan pengalaman dan pengetahuan atas nilai didalam kehidupan. Sementara menurut Harold Spears dikatakan bahwa belajar merupakan sebuah langkah pengamatan, tata laksana dan percobaan atas sesuatu hal sebagai petunjuk dalam mengarungi kehidupan ke depannya. Dengan pengertian tersebut tentu dapat ditarik kesimpulan bahwa sebenarnya belajar merupakan suatu proses perubahan tingkah laku dari melihat, membaca, mendengar, bahkan sampai berada pada tahap kesimpulan yang akan diterima dan diserap otak sebagai informasi  jangka panjang yang dibutuhkan.

Kita pasti sepaham bahwa setiap ada belajar pasti ada mengajar. Dan mengajar sendiri pada dasarnya merupakan suatu upaya untuk meningkatkan kondisi atau sistem lingkungan yang mendukung dan memungkinkan untuk melakukan keberlangsungan proses belajar. Mengajar juga termasuk sebuah kegiatan penyampaian pengetahuan anak didik sehingga nanti akan terbentuk sebuah proses pemahaman bagi peserta didik. Dan pengertian yang lebih luas lagi tentang mengajar yaitu sebuah aktifitas organisasi atau pengaturan lingkungan dengan sebaik – baiknya dan dapat menghubungkan dengan anak sehingga terjadi proses yang namanya belajar sebagai timbal balik atau feed back dari mengajar.

Didalam Undang – Undang Sistem Pendidikan Nasional No 20 tahun 2003 pasal 1 dinyatakan bahwa kegiatan belajar mengajar sendiri merupakan sebuah proses interaksi antara pelajar, pengajar dalam upaya mencapai tujuan pembelajaran.

Semoga informasi diatas tentang Makna Proses Belajar Mengajar Dalam Dunia Pendidikan menjadi informasi yang bermanfaat. Dan selamat menjadi bagian dari pendidikan Indonesia. sumber : https://www.gurupendidikan.co.id/contoh-surat-kuasa/