Sabet 9 Medali, DKI Jakarta Juara Umum OSN 2019 Tingkat SD

Sabet 9 Medali, DKI Jakarta Juara Umum OSN 2019 Tingkat SD

Sabet 9 Medali, DKI Jakarta Juara Umum OSN 2019 Tingkat SD

Sabet 9 Medali, DKI Jakarta Juara Umum OSN 2019 Tingkat SD
Sabet 9 Medali, DKI Jakarta Juara Umum OSN 2019 Tingkat SD

Provinsi Daerah Khusus Ibukota (DKI) Jakarta keluar sebagai juara umum Olimpiade

Sains Nasional (OSN) 2019 tingkat sekolah dasar (SD) di Yogyakarta pada 30 Juni sampai 6 Juli.

DKI Jakarta berhasil meraih 9 medali, terdiri atas 3 emas, 5 perak dan 1 perunggu dari 60 medali yang diperebutkan dari dari dua mata pelajaran dilombakan yakni IPA dan Matematika.

Posisi kedua ditempati Provinsi Jawa Timur, meraih 9 medali terdiri atas 1 medali emas, 3 perak dan 3 perunggu.

BACA JUGA: Seorang Anak Penggal Kepala Ayahnya Pakai Kapak Hingga Putus

 

Sedangkan posisi ketiga ditempati Provinsi Banten yang meraih 8 medali, terdiri dari 1 emas, 1 perak, dan 6 perunggu.

Keluar sebagai penerima piala “The Best Overall” dalam bidang IPA yaitu Arkan Daffa Arjakumara, siswa SDN 4 Penganjuran, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur.

 

Sedangkan penerima piala “The Best Overall” dalam bidang Matematika

yaitu Chrysander Immanuel Ambrose Setiawan, siswa SDK 6 Penabur, Jakarta. Seluruh peraih medali emas, perak dan perunggu juga menerima hadiah berupa uang pembinaan sebesar Rp 4.000.000 (medali emas), Rp 3.000.000 (medali perak), serta Rp 2.000.000 (medali perunggu).

Direktur Pembinaan Sekolah Dasar (Direktur PSD) Kemendikbud Khamim mengatakan, dengan kompetisi ini, anak-anak secara matang mampu terus berupaya untuk menjadi yang terbaik. Mereka bukan hanya cerdas secara intelektual tetapi juga mempunyai karakter baik dan akhlak mulia.

 

Baca Juga :

 

 

Pesan Pak Jokowi Untuk Para Guru

Pesan Pak Jokowi Untuk Para Guru

Pesan Pak Jokowi Untuk Para Guru

Pesan Pak Jokowi Untuk Para Guru
Pesan Pak Jokowi Untuk Para Guru

Presiden Joko Widodo atau Jokowi mengatakan bahwa perubahan zaman dan teknologi

yang begitu cepat dewasa ini menuntut dunia pendidikan untuk beradaptasi.

Tujuan pendidikan nasional tidak lagi mencetak siswa yang berpengetahuan, tetapi juga siswa yang berketerampilan, memiliki skill, dan berkarakter.

Hal itu disampaikan Jokowi saat membuka Kongres XXII Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) – Kongres Guru Indonesia Tahun 2019 di Britama Arena, Kelapa Gading, Jakarta Utara, Jumat (5/7) malam.

“Ketika pembangunan SDM menjadi prioritas paling utama, sekali lagi peran guru

akan semakin sentral, semakin utama, dan semakin strategis. Guru harus menjadi agen transformasi penguatan SDM kita, menjadi agen transformasi dalam membangun talenta-talenta bangsa,” ujar Jokowi.

BACA JUGA: Siapa pun Presidennya, Tolong Perhatikan Nasib Honorer

Untuk menghadapi perubahan zaman itu, transformasi pendidikan dan transformasi proses belajar-mengajar harus terus dilakukan, sehingga menggembirakan, baik guru maupun murid, dan dilakukan secara efisien dan mudah.

 

“Saya kira ruang kelas bukanlah satu-satunya tempat belajar. Dunia virtual adalah kampus kita,

bisa belajar dari sana. Google adalah perpustakaan kita, Wikipedia adalah ensiklopedi kita, bisa cari apa saja, Kindle buku elektronik adalah buku pelajaran kita dan masih banyak media digital lainnya,” tuturnya.

Oleh sebab itu, Kepala Negara memandang peran guru harus lebih dari mengajar, tetapi juga mengelola dan mengarahkan belajar siswa, karena mereka bisa belajar di mana-mana. Guru pun dituntut lebih fleksibel, lebih kreatif, lebih menarik, dan lebih menyenangkan siswa.

 

Sumber :

http://www.imfaceplate.com/danuaji88/what-is-geography-concept

Bangun Peradaban Indonesia, Butuh Restorasi Pancasila

Bangun Peradaban Indonesia, Butuh Restorasi Pancasila

Bangun Peradaban Indonesia, Butuh Restorasi Pancasila

Bangun Peradaban Indonesia, Butuh Restorasi Pancasila
Bangun Peradaban Indonesia, Butuh Restorasi Pancasila

Mendikbud Muhadjir Effendy mengatakan, Indonesia tidak boleh menjadi bangsa yang tertutup

. Sejarah menunjukkan bahwa sejatinya Indonesia adalah bangsa yang terbuka. Keterbukaan, Bhinneka Tunggal Ika, itu adalah DNA bangsa kita.

“Seminar ini mengingatkan kita agar menyiapkan diri menghadapi dunia baru. Kita tidak mungkin menutup diri dari perkembangan dunia. Tapi kita juga tidak boleh terjun bebas begitu saja,” kata Menteri Muhadjir saat menutup Seminar Nasional Kebangsaan di Jakarta, Kamis (4/7).

Pembangunan manusia dan kebudayaan, lanjutnya, harus diutamakan,

karena itulah dasar kekuatan Bangsa Indonesia. Dalam lima tahun terakhir sudah terjadi kemajuan di bidang ini. Indeks Pembangunan Manusia naik terus dan mencapai 71,39 persen di tahun 2018.

“Saya berharap seminar ini akan memperkuat gerakan kebudayaan kita di semua daerah,” ucapnya.

Seminar nasional kebangsaan bertema “Kebudayaan Indonesia dalam Dimensi Kekinian dan Perspektif Masa Depan” melahirkan sejumlah rekomendasi yang diharapkan memerkuat karakter budaya di berbagai lini.

 

BACA JUGA: Yusril Sangat Berpengalaman, Diaz Hendropriyono Punya 3 Gelar Master dari AS

 

Direktur Jenderal Direktorat Kebudayaan Kemendikbud Hilmar Farid menyebut salah satu rekomendasi itu adalah pencanangan agenda makro-strategis dengan menjadikan jalan kebudayaan sebagai jalan pembangunan Indonesia.

Ini dilakukan untuk membentuk peradaban baru yang tangguh dan mampu meneguhkan sumber-sumber ekonomi baru.

 

Sumber :

https://justpaste.it/haribesarislam

Interaksi Manusia dan Komputer

Interaksi Manusia dan Komputer

Interaksi Manusia dan Komputer

Interaksi Manusia dan Komputer
Interaksi Manusia dan Komputer

Menurut saya IMK atau biasa disebut HCI (Human Computer Interaction) adalah

interaksi atau keterhubungan manusia, baik sebagai individu maupun kelompok, yang memanfaatkan teknologi dengan bantuan alat bernama computer. Computer disini dapat berarti desktop sampai dengan system computer besar. Contoh dari IMK dalam kegiatan sehari-hari antara lain mesin SPBU, ATM, kasir di supermarket, pengisian KRS secara online oleh mahasiswa di kampus, penggunaan handphone, e-banking, e-commerce, dan lain-lain.

 

Skemanya dapat dilihat sebagai berikut:

Interaksi Manusia-Mesin + Informasi dan Teknologi = Interaksi Manusia – Komputer

Manusia adalah sebagai user yang memanfaatkan suatu teknologi. Komputer adalah teknologi mulai dari desktop sampai dengan system computer besar. Interaksi adalah komunikasi antara user dengan computer. Dapat berupa komunikasi langsung (adanya feedback) maupun tidak langsung (adanya proses). Disiplin-disiplin ilmu yang terkait dengan HCI antara lain ilmu computer, psikologi, linguistic(tata bahasa), antropologi, design grafik, sosiologi, filosofi, matematika, seni, dan artificial intelegence.

Tujuan dari IMK adalah membuat desain user interface, malakukan analisis desain, dan membuat system yang terkait dengan IMK. Jadi dapat dikatakan bahwa IMK terkait dengan suatu sistem interaksi/interface yang memiliki perpaduan antara sains dan seni yang mampu memenuhi kebutuhan user. Tujuan dari HCI adalah untuk menghasilkan sistem yang bermanfaat (usable) dan aman (safe), artinya sistem tersebut dapat berfungsi dengan baik. Sistem tersebut bisa untuk mengembangkan dan meningkatkan keamanan (safety), utilitas (utility), ketergunaan (usability), efektifitas (efectiveness) dan efisiensinya (eficiency).

 

Sistem yang dimaksud konteksnya tidak hanya pada perangkat keras

dan perangkat lunak, tetapi juga mencakup lingkungan secara keseluruhan, baik itu lingkungan organisasi masyarakat kerja atau lingkungan keluarga. Sedangkan utilitas mengacu kepada apakah sistem tersebut dapat meningkatkan efektifitas dan efesiensi kerjanya. Ketergunaan (usability) disini dimaksudkan bahwa sistem yang dibuat tersebut mudah digunakan dan mudah dipelajari baik secara individu ataupun kelompok. Dengan demikian, focus suatu interface tidak hanya dari keindahan saja, tetapi juga aspek kegunaan, keselamatan, dan aspek-aspek lain yang telah disebutkan diatas.

Dalam berinteraksi dengan computer, user pertama kali akan berhadapan dengan perangkat keras komputer. Sebelum sampai pada isi yang ingin disampaikan oleh software, userdihadapkan terlebih dahulu dengan seperangkat alat seperti papan ketik (keyboard), monitor, mouse, joystick, dan lain-lain. User harus dapat mengoperasikan seperangkat alat tersebut. Selanjutnya, user akan berhadapan dengan macam-macam tampilan menu, macam-macam perintah yang terdiri dari kata atau kata-kata yang harus diketikkannya, misalnya save, copy, delete, atau macam-macam ikon. Peralatan, perintah, ikon dan lain-lain yang disebutkan di atas dikenal dengan nama interface (antarmuka). Interface ini merupakan lapisan pertama yang langsung bertatap muka dengan user.

Beberapa hal yang harus diketahui dalam mendesain suatu interface adalah:

  • Physical ability (depend on user)
  • Cognitive ability / kemampuan nalar
  • Personality difference
  • Skill difference
  • Cultural
  • Motivation
  • Special needs

Sedangkan dua hal yang tidak boleh dilakukan dalam mendesain suatu interface adalah tidak mengasumsikan semua user sama, dan tidak mengasumsikan semua user sama dengan designer. Mengapa? karena kemampuan nalar setiap user terhadap suatu interface tidaklah sama.

Sumber : https://linda134.student.unidar.ac.id/2019/07/tujuan-dan-ciri-ciri-teks-ulasan.html

KUTIPAN & DAFTAR PUSTAKA

KUTIPAN & DAFTAR PUSTAKA

KUTIPAN & DAFTAR PUSTAKA

KUTIPAN & DAFTAR PUSTAKA
KUTIPAN & DAFTAR PUSTAKA
  1. KUTIPAN

Mungkin sebagian besar dari Anda sudah sering menemukan kutipan dalam beberapa karya tulis atau buku yang pernah Anda baca. Berikut ini saya akan menjelaskan beberapa hal yang berhubungan dengan kutipan. Siapa tahu suatu saat Anda membutuhkan hal-hal tersebut dalam pembuatan kutipan.

Pengertian

Kutipan adalah gagasan, ide, pendapat yang diambil dari berbagai sumber. Proses pengambilankutipan disebut mengutip. Gagasan itu bisa diambil dari kamus, ensiklopedi, artikel, laporan, buku, majalah, internet, dan lain sebagainya. Penulisan dan pencantuman kutipan dengan pola Harvard ditandai dengan menuliskan nama belakang pengarang, tahun terbit, dan halaman buku yang dikutip di awal atau di akhir kutipan. Data lengkap sumber yang dikutip itu dicantumkan pada daftar pustaka.

Tujuan Kutipan

Dalam tulisan ilmiah, baik berupa artikel, karya tulis, skripsi, tesis, dan disertasi selalu terdapat kutipan. Kutipan adalah pengadopsian argumentasi dalam sebuah karangan. Seorang penulis tidak perlu membuang waktu untuk menyelidiki suatu hal yang sudah dibuktikan kebenarannya oleh penulis lain, penulis cukup mengutip karya orang lain tersebut. Dengan demikian kutipan memiliki fungsi sebagai:
a. Landasan teori
b. Penjelasan suatu uraian

  1. Penguat pendapat penulis
    d.Bahan bukti untuk menunjang pendapat itu

Hal-hal yang perlu diperhatikan mengenai sebuah kutipan:
1) penulis mempertimbangkan bahwa kutipan itu perlu
2) penulis bertanggung jawab penuh terhadap ketepatan dan ketelitian kutipan
3) kutipan dapat terkait dengan penemuan teori
4) jangan terlalu banyak mempergunakan kutipan langsung
5) penulis mempertimbangkan jenis kutipan, kutipan langsung atau kutipan tak langsung
6) perhatikan teknik penulisan kutipan dan kaitannya dengan sumber rujukan

Prinsip Mengutip

  1. a) Pengutip tidak boleh mengadakan perubahan, baik kata-katanya maupun tekniknya. Bila penulis terpaksa mengadakan perbaikan, penulis harus memberi keterangan.

Contoh:

‘Tugas bank antara lain adalah memberi pinjam uang.

Pengutip tahu bahwa dalam kalimat it ada kata yang salah, namun pengutip tidak boleh memperbaikinya.

Cara memperbaikinya:

1) ‘Tugas bank antara lain memberi pinjam [seharusnya, pinjaman, penulis] uang.’

2) ‘Tugas bank antara lain memberi pinjam [Sic!] uang.’

[Sic!] artinya dikutip sesuai dengan aslinyab. Menghilangkan bagian kutipan

  1. b)Diperkenankan menghilangkan bagian kutipan dengan syarat bahwa penghilangan bagian tersebut tidak menyebabkan perubahan makna.

Cara:

1) menghilangkan bagian kutipan yang kurang dari satu alinea. Bagian yang dihilangkan diganti dengan titik berspasi.

2) menghilangkan bagian kutipan yang lebih dari satu alinea. Bagian yang dihilangkan diganti dengan titik berspasi sepanjang garis (dari magin kiri sampai ke margin kanan).

 

Jenis Kutipan

  1. Kutipan langsung

Kutipan langsung adalah mengutip sesuai dengan sumber aslinya, artinya kalimat-kalimat tidak ada yang diubah. Jika terdapat hal yang dinilai salah/meragukan,kita beri tanda ( sic! ), yang artinya kita sekedar mengutip sesuai dengan aslinya dan tidak bertanggung jawab atas kesalahan itu.Demikian juga kalau kita menyesuaikan ejaan dan tanda baca. Bila dalam kutipan terdapat huruf atau kata yang salah lalu dibetulkanoleh pengutip,harus digunakan huruf siku [ ….. ].

  1. Kutipan tidaklangsung

Disebut kutipan tidak langsung jika mengutip dengan cara meringkas kalimat dari sumber aslinya, namun tidak menghilangkan gagasan asli dari sumber tersebut. Kutipan tidak langsung ditulis menyatu dengan teks yang kita buat dan tidak usah diapit tanda petik.Penyebutan sumber dapat dengan sistem catatan kaki,dapat juga dengan sistem catatan langsung ( catatan perut ) seperti telah dicontohkan.

 

TeknikMengutip 

  1. Kutipan Langsung

1) Yang tidak lebih dari empat baris:

  1. Kutipan diintegrasikan dengan teks
  2. Jarak antar baris kutipan dua spasi
  3. Kutipan diapit dengan tanda kutip
  4. Sesudah kutipan selesai, langsung di belakang yang dikutip dalam tanda kurung ditulis sumber dari mana kutipan itu diambil, dengan menulis nama singkat atau nama keluarga pengarang, tahun terbit, dan nomor halaman tempat kutipan it diambil.

2) Yang lebih dari empat baris:

  1. kutipan dipisahkan dari teks sejarak tiga spasi
  2. jarak antar baris kutipan satu spasi
  3. kutipan dimasukkan 5-7 ketukan, sesuai dengan alinea teks pengarang atau pengutip. Bila kutipan dimulai dengan alinea baru, maka baris pertama kutipan dimasukkan lagi 5-7 ketukan
  4. kutipan diapit oleh tanda kutip atau tidak diapit tanda kutip
  5. di belakang kutipan diberi sumber kutipan (seperti pada 1).
  6. Kutipan Tidak Langsung

1) Kutipan diintegrasikan dengan teks

2) jarak antar baris kutipan spasi rangkap

3) kutipan tidak diapit tanda kutip

4) sesudah selesai diberi sumber kutipan.

 

Contoh kutipan Langsung

Argumentasi adalah suatu bentuk retorika yang berusaha untuk mempengaruhi sikap dan pendapat orang lain, agar mereka itu percaya dan akhirnya bertindak sesuai dengan apa yang diinginkan oleh penulis atau pembicara (Keraf, 1983: 3).

 

Contoh Kutipan Tidak Langsung

Seperti dikatakan oleh Gorys Keraf (1983:3) bahwa argumentasi pada dasarnya tulisan yang bertujuan mempengaruhi keyakinan pembaca agar yakin akan pendapat penulis bahkan mau melakukan apa yangdikatakan penulis.

Penulisan kutipan harus menyebutkan sumber kutipan tersebut. Contoh di atas menyebutkan bahwa sumber diambil dari buku karangan Gorys Keraf, yang terbit pada tahun 1983, dan sumber tersebut terdapat di halaman 3. Informasi mengenai penerbit dan judul buku dapat dilihat di Daftar Pustaka atau Bibliografi. Pada contoh terakhir hanya ditulis angka 1), menyatakan bahwa keterangan sumber dicantumkan di bawah halaman yang disebut dengan catatan kaki.

Sumber : http://diana-ega-fst12.web.unair.ac.id/artikel_detail-243961-Umum-Contoh%20Teks%20Eksplanasi.html

Nur Asseri Soliha Ulet Tangani Siswa Berkebutuhan Khusus Kota Pahlawan

Nur Asseri Soliha Ulet Tangani Siswa Berkebutuhan Khusus Kota Pahlawan

Nur Asseri Soliha Ulet Tangani Siswa Berkebutuhan Khusus Kota Pahlawan

Nur Asseri Soliha Ulet Tangani Siswa Berkebutuhan Khusus Kota Pahlawan
Nur Asseri Soliha Ulet Tangani Siswa Berkebutuhan Khusus Kota Pahlawan

Menjadi guru bagi anak-anak berkebutuhan khusus tentu bukan hal yang mudah. Ada metode berbeda yang perlu diterapkan. Kesabaran dan kerja keras menjadi tantangan tersendiri. Namun, Nur Asseri Soliha menikmati profesinya sebagai guru pendamping khusus (GPK) di SDN Klampis Ngasem I Surabaya.

DIGIGIT, dicakar, dipukul, dan dijambak sudah menjadi makanan sehari-hari bagi Nur Asseri Soliha. Berbagai ”siksaan” itu didapatkan dari para murid di sekolah. Bukan murid biasa. Mereka adalah para peserta didik di kelas sumber SDN Klampis Ngasem I.

Siswa di kelas sumber berarti anak-anak berkebutuhan khusus (ABK). Ada penyandang tunagrahita, autisme, tunanetra, slow learner, maupun down syndrome. Tak hanya itu, rata-rata mereka belum bisa baca tulis. ABK yang tidak memiliki masalah akademis atau dianggap mampu akan dipindahkan ke kelas reguler.

Nurish, sapaan akrab Nur Asseri Soliha, sudah sepuluh tahun berhadapan dengan siswa ABK.

Bukan karena terpaksa. Namun, dia memang menyenangi pekerjaannya itu. Apalagi jika bertemu dengan siswa tunagrahita. Nurish paling senang memperoleh siswa dengan keistimewaan tersebut. ”Anak tunagrahita itu seperti bayi,” ujarnya.

Kecintaan terhadap anak-anak itu muncul sejak Nurish menempuh pendidikan sarjana di Universitas Negeri Surabaya (Unesa). Sebagai mahasiswa pendidikan luar biasa (PLB), Nurish tentu pernah menjajal berhadapan dengan siswa dengan berbagai keistimewaan. Namun, siswa tunagrahita paling mencuri perhatiannya. ”Beda dengan autis. Tunagrahita tidak tantrum. Mereka juga punya hati yang lembut dan suka dimanja,” tuturnya.

Setelah menjadi GPK di sekolah negeri, Nurish tidak boleh pilih-pilih. Dia berusaha mencurahkan perhatiannya kepada semua siswa. Juga, dia harus menemukan metode yang tepat untuk mengajari para siswanya yang berbeda-beda itu.

Salah satu cara mengajar ABK, Nurish harus bersuara lantang agar fokus siswa hanya tertuju

kepada dirinya. Kemudian, dia menyampaikan pelajaran dengan bercerita sesuai tema. Sebab, murid-muridnya suka diajak bercerita. Tidak hanya itu, Nurish juga menggambar untuk memvisualisasikan cerita tersebut agar siswa makin paham.

Biasanya anak-anak banyak bertanya setelah didongengi. Tak jarang pertanyaannya cukup sulit dan aneh-aneh. Kalau sudah begitu, Nurish mengeluarkan senjata andalannya. Yakni, sebuah gadget tablet untuk browsing. Kalau sudah ditemukan, jawabannya diberitahukan kepada siswa. ”Atau, saya bawa LCD. Jadi, anak-anak lebih gampang memperhatikan,” imbuhnya.

Berbeda halnya ketika ada siswa yang tantrum. Dibutuhkan penanganan khusus.

Sebab, setiap siswa mempunyai cara sendiri-sendiri untuk ditenangkan. Misalnya, salah seorang siswa autis yang suka mendengarkan musik. Ketika tantrum, Nurish mendekati anak itu dan menempelkan headset di telinganya. Satu untuk Nurish, satu untuk siswa tersebut. Headset mengalirkan musik dari handphone ke telinga bocah itu. Kalau sudah lebih tenang, kedua headset dipasangkan di telinga siswa tersebut. Kalau sudah senyum-senyum dan suasana hati siswa itu membaik, headset dilepas.

Ada juga siswa yang kalau sedang tidak enak hati akan menangis sendiri. Atau, yang paling parah, siswa tersebut sampai memukul temannya. Siswa itu sebenarnya hanya minta perhatian dan membutuhkan kasih sayang. Cara penanganannya cukup dipeluk dan dielus kepalanya. Setelah itu, dia akan kembali ceria. ”Biasanya karena ditinggal orang tua, dia jadi cari perhatian kepada guru,” ungkapnya.

Menjadi guru bagi siswa berkebutuhan khusus memang tidak mudah. Nurish masih terus belajar. Sebab, setiap tahun dia mendapatkan murid dengan karakter berbeda. ”Profesi seperti ini dinikmati saja. Kalau dipikir berat, nanti bisa stroke, hehehe,” guraunya

 

Baca Juga :

 

 

Pola Penerimaan Peserta Didik Baru Dukung Save Our Student

Pola Penerimaan Peserta Didik Baru Dukung Save Our Student

Pola Penerimaan Peserta Didik Baru Dukung Save Our Student

Pola Penerimaan Peserta Didik Baru Dukung Save Our Student
Pola Penerimaan Peserta Didik Baru Dukung Save Our Student

Semangat pemkab untuk menggelorakan program Save Our Student (SOS) di sekolah-sekolah terus berkobar. Bahkan, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Sidoarjo telah membuat pola penerimaan peserta didik baru (PPDB) yang mendukung program tersebut.

Sekretaris Dikbud Sidoarjo Tirto Adi mengatakan, pemkab telah merancang teknik PPDB

untuk jenjang SD dan SMP yang mendukung program SOS. Misalnya, dalam penerimaan jalur prestasi (japres) untuk jenjang SMP. Salah satu syarat yang menjadi pertimbangan utama siswa diterima melalui japres adalah jarak rumah siswa dengan sekolah yang dituju.

’’Ini sudah kami lakukan pada japres tahun ini,’’ ujar Tirto, Minggu (4/6). Begitu juga pada PPDB jenjang SD. Pertimbangan yang utama memang tetap melihat umur. Namun, pertimbangan kedua adalah jarak rumah siswa dengan sekolah. Asumsinya, jika rumah dekat dengan sekolah, siswa tersebut bisa berangkat dengan berjalan kaki. Sekalipun agak jauh, masih terjangkau dengan naik sepeda.

Menurut Tirto, semua sudah disusun dalam perbup PPDB.

’’Biar tidak ada alasan siswa berangkat dengan membawa sepeda motor karena jarak rumahnya sangat jauh dari sekolah,’’ tegasnya.

Sementara itu, PPDB SMP jalur reguler, kata Tirto, memang tidak mempertimbangkan jarak rumah siswa dengan sekolah. Melainkan, hanya berpatokan pada hasil nilai akhir (NA). Meski begitu, jika siswa yang sudah diterima tidak mendaftar ulang hingga tahap kedua, bangku kosong tersebut bisa diisi warga sekitar sekolah.

’’Kalau bangku kosongnya lima, terus warga sekitarnya tujuh, akan dilihat NA tertinggi,’’ katanya.

Untuk mendukung efektivitas penerapan program SOS, lanjut dia

, Kepala Dikbud Sidoarjo Mustain Baladan telah menurunkan surat edaran (SE) baru. Dalam SE tersebut ditegaskan bahwa pihak sekolah bisa menindaklanjuti program SOS dengan memberikan sosialisasi, pendampingan, dan pembinaan kepada siswa.

Jika melakukan pelanggaran, siswa mendapatkan sanksi pengurangan nilai pada mata pelajaran pendidikan agama dan pendidikan kewarganegaraan (PKn). ’’Program ini sudah berjalan,’’ ungkapnya.

Tirto menuturkan, pihaknya juga berencana mengadakan lomba program SOS antarsekolah. ’’Program SOS ini untuk melindungi para pelajar,’’ tandasnya.

 

 

Sumber :

https://www.storeboard.com/blogs/education/definition-of-text-review-and-examples/965580

Seribu Orang Terlibat dalam Lomba Pramuka Jatim

Seribu Orang Terlibat dalam Lomba Pramuka Jatim

Seribu Orang Terlibat dalam Lomba Pramuka Jatim

Seribu Orang Terlibat dalam Lomba Pramuka Jatim
Seribu Orang Terlibat dalam Lomba Pramuka Jatim

Kwartir Daerah Gerakan Pramuka (Kwarda) Jawa Timur menyelenggarakan Lomba Tingkat IV Regu Pramuka Penggalang Jawa Timur 2017 pada 8-13 Juli 2017 di Bumi Perkemahan Sumberboto, Jombang. LT IV Jatim 2017 akan digelar dengan berkemah di dalam tenda di bumi perkemahan yang terletak di dalam hutan.

Sekitar 1.000 orang peserta dan panitia akan mengikuti program rutin empat tahunan ini. Peserta adalah 38 regu

putra terbaik dan 38 regu putri terbaik dari 38 Kwartir Cabang Gerakan Pramuka kota/kabupaten se Jatim. Seluruh regu peserta LT IV Jatim adalah regu juara Lomba Tingkat III Regu Pramuka Penggalang di tingkat kota/kabupaten masing-masing. Masing-masing regu terdiri dari 8 orang Pramuka Penggalang.

Satu regu juara putra dan juara putri LT IV Jatim 2017 ini akan menjadi wakil Jawa Timur untuk mengikuti LT V Nasional 2017. “LT V Nasional akan diselenggarakan di Bumi Perkemahan Cibubur, Jakarta,” kata Mochamad Zamroni, Humas LT IV Jatim 2017.

Ada 33 jenis lomba dihadirkan pada LT IV Jatim 2017. 33 jenis lomba itu sudah menjadi ciri khas kegiatan Pramuka selama ini. Diantaranya giat ketangkasan dengan lomba berenang, memanah, menembak dan kesamaptaan.

Pada giat keterampilan akan ada lomba pionering, english corner, robotika/line tracer, lukis mural

, jurnalistik, iklan layanan masyarakat, fotografi, hasta karya, poster, obat tradisional dan mading. Pada giat wawasan kebangsaan akan ada lomba pidato kebangsaan, puisi kebangsaan, cerdas cermat dan pentas seni.

Pada giat keagamaan akan ada lomba doa sehari-hari dan beribadah. Pada giat umum akan ada lomba kedatangan, upacara pembukaan dan senam pagi. Ada juga lomba giat penjelajahan. Selain lomba pentas seni yang dilaksanakan pada malam hari, semua lomba akan digelar pagi dan siang hari.

LT IV Jatim 2017 direncanakan dibuka oleh Ketua Kwartir Daerah Gerakan Pramuka Jawa Timur

Kak Saifullah Yusuf atau akrab dipanggil Gus Ipul, yang juga Wagub Jatim ini. Selanjutnya, penutupan direncanakan oleh Gubernur Jawa Timur yang juga Kamabida Gerakan Pramuka Jatim Kak Soekarwo.

Selama pelaksanaan LT IV Jatim 2017 ini, Bumi Perkemahan Sumberboto Jombang masih akan bisa diakses pengunjung. Namun, pengunjung dilarang mengakses tapak perkemahan dan area perlombaan.

Sementara itu, Lomba Tingkat (LT) Regu Pramuka Penggalang adalah program rutin Gerakan Pramuka. LT diselenggarakan berjenjang. LT I diselenggarakan di tingkat Gugusdepan Pramuka yang umumnya berpangkalan di sekolah. LT I diikuti oleh seluruh regu yang ada di gugusdepan yang bersangkutan.

Juara I regu putra dan regu putri LT I berhak mengikuti LT II yang diselenggarakan di tingkat kecamatan. Selanjutnya, juara I regu putra dan regu putri LT II berhak mengikuti LT III di tingkat kota/kabupaten

 

Sumber :

https://www.storeboard.com/blogs/education/material-about-building-a-beam-room/965003

Nogogeni, Andalan D-3 Teknik Mesin Industri ITS di Kontes Mobil

Nogogeni, Andalan D-3 Teknik Mesin Industri ITS di Kontes Mobil

Nogogeni, Andalan D-3 Teknik Mesin Industri ITS di Kontes Mobil

Nogogeni, Andalan D-3 Teknik Mesin Industri ITS di Kontes Mobil
Nogogeni, Andalan D-3 Teknik Mesin Industri ITS di Kontes Mobil

Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya memang menyimpan banyak inovator muda.

Tak terkecuali di bidang transportasi. Salah satunya, tim Nogogeni ITS bentukan mahasiswa D-3 teknik mesin industri. Selama enam tahun berkiprah, Nogogeni tak henti berprestasi dan menghasilkan inovasi.

Ketua Nogogeni ITS Muhammad Adietya Nugraha menuturkan, tim mobil hemat energi itu terbentuk sejak 2011. Anggotanya para mahasiswa D-3 teknik mesin industri. Saat ini jumlah anggotanya mencapai 42 orang. Terdiri atas angkatan 2015 dan 2016.

Pembentukan tim tersebut sebenarnya tercetus dari tugas akhir (TA) salah seorang mahasiswa angkatan 2009–2010. Sebagai syarat kelulusan, dia menulis rancang bangun mobil listrik. Kemudian, tugas akhir itu diterjemahkan adik kelasnya sebagai sebuah tim.

Awal berdiri 2011, tim tersebut bernama Nagageni. Satu tahun berikutnya diganti Pancasona.

Kemudian beralih menjadi Nogogeni sejak 2013 hingga sekarang. Dalam bahasa Jawa, nogo berarti naga, sedangkan geni berarti api. Kalau digabung menjadi naga api. ”Naga itu makhluk besar dan api adalah simbol semangat. Jadi, artinya semangat yang besar,” jelas Adiet.

Setiap tahun, Nogogeni dikembangkan sebagai mobil listrik sesuai regulasi lomba. Karena itu, mereka tak henti mendapatkan apresiasi dan juara. Khususnya dalam Kontes Mobil Hemat Energi (KMHE) dan Indonesia Energy Marathon Challenge (IEMC). Juga pada Shell Eco-marathon (SEM) Asia.

Tim Nogogeni kali pertama mengikuti kejuaraan SEM Asia pada 2015 di Filipina.

Satu tahun kemudian, mereka berhasil menjadi juara saat perhelatan SEM Asia di Singapura. Kala itu mereka berhasil menduduki posisi ketiga.

Inovasi yang dilakukan biasanya membangun kembali sasis mobil. Lalu memasang baterai baru. Namun, tahun ini ada perubahan cukup besar dalam mobil buatan tim Nogogeni. Yakni, mengganti bahan bakar Nogogeni 3 Evo dari listrik ke etanol. ”Ini hal baru sekaligus tantangan bagi kami, senang mengemban tugas ini,” katanya.

Etanol merupakan bahan bakar yang ramah lingkungan. Untuk mengembangkan bahan bakar baru tersebut, tim menggunakan mesin dan mekanik baru. Hingga saat ini, mereka bisa mendapatkan perolehan angka 150 kilometer per liter.

Sementara itu, pengembangan mobil listrik dilanjutkan dalam mobil terbaru mereka. Yakni, Nogogeni 5. Mereka melakukan sejumlah pembaruan. Bahan serat karbon disematkan pada tubuh mobil agar lebih ringan. Mobil pun kian lebih aerodinamis. Hingga saat ini, perolehannya mencapai 96 kilometer per kWh.

Perjuangan tim Nogogeni tidak lepas dari bimbingan para dosen. Untuk mobil listrik, mereka mendapatkan arahan dari dosen D-3 Teknik Mesin Industri ITS Dody Zulhidayat Noor, sedangkan pengembangan mobil etanol dibimbing Ir Joko Sarsetiyanto. ”Selain itu, kami minta bimbingan dosen desain produk untuk membuat desain bodi mobil,” imbuhnya.

Adiet berharap tim Nogogeni bisa terus mengembangkan inovasi sehingga menghasilkan prestasi. Penelitian yang dilakukan pun berguna menciptakan mobil hemat energi di masa depan.

 

Baca Juga :

 

 

Pulang dari Amerika, Dua Pemuda Ini Berbuat untuk Pendidikan

Pulang dari Amerika, Dua Pemuda Ini Berbuat untuk Pendidikan

Pulang dari Amerika, Dua Pemuda Ini Berbuat untuk Pendidikan

Pulang dari Amerika, Dua Pemuda Ini Berbuat untuk Pendidikan
Pulang dari Amerika, Dua Pemuda Ini Berbuat untuk Pendidikan

Soekarno pernah berkata, beri satu 10 pemuda akan kuguncang dunia.

Ungkapan itu ternyata bukan isapan jempol semata. Hal itu banyak bukti yang dilakukan kalangan pemuda belakangan ini yang bergerak untuk perubahan bangsa.

Begitu juga bidang yang ditekuni untuk melakukan perubahan pun sangat beragam. Mulai dari kesehatan, pendidikan, agama, konstruksi, teknologi dan lain sebagainya.

Belva Devara dan Iman Usman sepertinya mengambil pilihan di bidang pendidikan. Sikapnya terjun ke dunia edukasi, karena tidak terlepas dari fakta yang miris terhadap Indonesia.

Bangsa ini memiliki populasi masyarakat pendidikan nomor empat terbesar di dunia,

dengan lebih dari 52 juta murid dan 4 juta guru. Faktanya dari hasil literasi yang diterbitkan lembaga Program for International Student Assessment (PISA) pada 2015 lalu, kualitas pendidikan di Indonesia saat ini menduduki peringkat ke-69 dari 76 negara yang tergabung.

Atas kondisi ini Belva Devara dan Iman Usman mendirikan “Ruangguru“, sebuah perusahaan teknologi Indonesia yang berfokus pada layanan berbasis pendidikan. Kini, telah memiliki lebih dari 4 juta pengguna.

“Ruangguru menawarkan video belajar berlangganan, marketplace les privat, layanan bimbingan belajar on-demand, tryout ujian online, dan lain-lain,” ujar Belva yang mendapat gelar Master Kebijakan Publik dari Harvard University, Amerika Serikat itu.

Dia menyebut ruangguru merupakan mitra bagi pemerintah daerah demi

memberikan pendidikan berkualitas melalui Sistem Manajemen Belajar (LMS).

Hingga tahun lalu, Ruangguru berhasil bekerja sama dengan 33 dari 34 pemerintah provinsi dan lebih dari 305 pemerintah kota dan kabupaten di Indonesia. Berkat hal tersebut, Belva dan Iman berhasil masuk dalam jajaran pengusaha sukses di bawah 30 tahun melalui Forbes 30 under 30 untuk teknologi konsumen di Asia.

Sementara itu, Iman peraih gelar Master Pembangunan Pendidikan dari Columbia University, Amerika Serikat itu menyebut, Indonesia kekurangan sekolah sekaligus guru yang berkualitas.

“Bukan rahasia umum kalau negara kita adalah salah satu yang paling tertinggal. Kita tidak kekurangan sekolah atau guru, tapi kita kekurangan sekolah dan guru yang baik dan berkualitas terlepas dimana mereka berada, atau status ekonomi mereka,” tutur Iman pada kesempatan yang sama.

Kendati demikian, keduanya bersinergi mewujudkan perubahan bagi anak bangsa dalam menggapai impiannya terutama di bidang pendidikan. Sebab, pendidikan merupakan hal utama yang menjadi batu loncatan untuk meraih cita-cita.

 

Sumber :

http://www.disdikbud.lampungprov.go.id/perencanaan/jenis-jenis-kata.html