Hari LH, “Momentum Perlindungan Satwa

Hari LH, “Momentum Perlindungan Satwa

Hari LH, “Momentum Perlindungan Satwa

Hari LH, “Momentum Perlindungan Satwa
Hari LH, “Momentum Perlindungan Satwa

BANDUNG-Indonesia kaya akan keanekaragaman hayati menjadi salah satu target

utama dalam perdagangan satwa liar di dunia, baik untuk jenis mamalia, reptil, burung maupun ikan. Akibatnya, beberapa satwa liar seperti Harimau Sumatera, Gajah, Trenggiling, Burung Enggang dinyatakan terancam puna, bila tidak segera ada upaya serius untuk menurunkan tingkat perdagangan satwa dilindungi ini.

Upaya inilah yang menjadi tajuk diskusi yang digagas WWF-

Indonesia dalam rangka memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia yang pada tahun 2016 mengambil tema “Zero Tolerance for Illegal Wildlife Trade”.Diskusi Publik ini dihadiri beberapa ahli dan narasumber yang bergerak di bidang Perdagangan Ilegal Satwa Dilindungi, seperti Dirjen Penegakan Hukum Lingkungan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, PolAir Bali, Polda Metro Jaya serta publik figur seperti Davina, Nugie, Jessica Milla, Ricky Cuaca, dan Jamaica Café.

Dalam pantauan pemberitaan media, selama periode Januari-April 2016

terdapat 68 kasus penegakkan hukum kejahatan terhadap satwa berupa penyelundupan, penyitaan dan perdagangan satwa dilindungi, termasuk diantaranya harimau Sumatera (9 kasus), gajah (2 kasus), orangutan (4 kasus) dan penyu (9 kasus).

Temuan kematian Gajah di beberapa daerah selama ini misalnya ditengarai

juga merupakan bagian dari perdagangan satwa liar. Dari beberapa kasus yang berhasil menangkap pelaku kejahatan dan perdagangan satwa liar, vonis yang dijatuhkan kepada para pelaku dirasa belum setimpal guna memberi efek jera.

Direktur Konservasi WWF Indonesia, Dr. Arnold Sitompul dalam release yang diterima jabarprov.go.id menyatakan, “Masih maraknya perdagangan ilegal satwa liar termasuk di situs online membutuhkan partisipasi semua pihak untuk menghentikannya. WWF mengajak agar kita bersama aktif melaporkan kejahatan dan perdagangan satwa liar kepada pihak yang berwenang.”

Salah satu yang dinilai berkontribusi dalam maraknya perdagangan satwa dilindungi, ujar Arnold adalah masih tingginya permintaan dari masyarakat yang berminat memiliki bagian tubuh satwa liar, menjadikan sebagai hewan peliharaan di rumah,, atau mengoleksi satwa liar yang sudah diawetkan, sebagai bagian dari gengsi dan gaya hidup berkelas. (NR)

 

Baca Juga :

 

 

MP BPJS Beri Advokasi Peserta BPJS

MP BPJS Beri Advokasi Peserta BPJS

MP BPJS Beri Advokasi Peserta BPJS

MP BPJS Beri Advokasi Peserta BPJS
MP BPJS Beri Advokasi Peserta BPJS

BANDUNG – Koordinator Wilayah Masyarakat Peduli Badan Penyelenggara Jaminan Sosial

(MP-BPJS) Provinsi Jawa Barat, Dr. Asep Sahid Gatara mengatakan, MP BPJS merupakan bagian dari kepedulian masyarakat terhadap semangat negara untuk menjamin sosial masyarakat, yang dilaksanakan oleh beberapa unit dalam hal ini BPJS dan dinas kesehatan.

“Kami dari MP BPJS Wilayah Jawa Barat mendorong masyarakat untuk berpartisipasi dalam BPJS ini yang kemudian bisa meningkatkan kepesertaan BPJS Kesehatan,” kata Dr. Asep di Bandung kepada jabarprov.go.id.

Asep mengatakan, MP BPJS menjadi bagian yang mensosialisasikan kepada masyarakat

bahwa sebagai warga negara memiliki hak sosial, hak konstitusi untuk terjamin kesehatannya.

“Kita bermitra dengan pemerintah, bermitra dengan swasta. Intinya, bahwa masyarakat harus terjamin kesehatannya. Kita mendorong partisipasi masyarakat dalam peningkatan kepesertaan BPJS melalui lembaga masyarakat peduli BPJS,” katanya.

Ketika ditanya apa peran MP BPJS terkait dengan kalau ada keluhan dari masyarakat

terhadap pelayanan BPJS, Asep menjelaskan bahwa pihaknya memiliki beberapa struktur yang memiliki tugas fungsi mengadvokasi dan mengedukasi terkait keluhan-keluhan peserta BPJS.

“Jadi, kita mencoba membantu menyelesaikan persoalan-persoalan yang dikeluhkan oleh peserta BPJS di Wilayah Jabar, terutama terkait dengan rumah sakit mitra dari BPJS itu, kemudian bagaimana diantara mereka ini memiliki posisi yang sama, jangan sampai peserta BPJS hanya sebagai objek aja, tetapi harus menjadi subjek juga,” katanya. (Adi)

 

Sumber :

http://softwarelivre.org/ojelhtc88/blog/apa-itu-tabel-periodik

PT KAI Waspadai Ganggun selama Mudik

Kemenkop-UKM Siap Fasilitasi E-Commerce bagi UMKM

PT KAI Waspadai Ganggun selama Mudik

Kemenkop-UKM Siap Fasilitasi E-Commerce bagi UMKM
Kemenkop-UKM Siap Fasilitasi E-Commerce bagi UMKM

BANDUNG–Terdapat sebanyak 214 titik rawan di sepanjang jalur

kereta api (KA) wilayah Utara dan Selatan. “Itu titik rawan terjadinya gangguan perjalanan KA. Rawan karena gangguan alam seperti banjir, amblas, longsor dan lainnya,” ujar Dirut PT KAI Edi Sukmoro, Senin (6/6).

Ia mengatakan terus memonitor dan melakukan pengecekan seluruh sarana infrastruktur, termasuk jalur dan rel KA utara dan selatan Jawa. Pengecekan itu mencakup seluruh hal, misalnya, pelayanan stasiun, prasarana sepanjang jalur, dan lainnya.

Hal tersebut guna mengantisipasi dan meminimalisir

kemungkinan terjadinya gangguan-gangguan pada titik-titik rawan itu, yang dapat mengganggu atau bahkan membahayakan perjalanan KA.

Upaya PT KAI lainnya saat angkutan Idul Fitri 2016 berlangsung, ungkapnya, pihaknya pun menyiagakan Alat Material Untuk Siaga (AMUS). Selain itu, imbuh Edi, pihaknya pun menyiagakan petugas 24 jam pada titik-titik rawan tersebut. Kesiapan PT KAI berikutnya berkenaan dengan sarana, yaitu rangkaian.

“Pada masa angkutan Idul Fitri tahun ini, kami menyiagakan 447 u

nit lokomotif, terdiri atas 416 lokomotif dinas dan 31 unit cadangan. Kemudian, kami pun menyiapkan 1.694 unit kereta, terdiri atas 1.565 unit kereta dinas dan 129 unit cadangan,” pangkasnya. jo

 

Sumber :

http://softwarelivre.org/ojelhtc88/blog/kerajaan-sriwijaya

Banyak Pasien Stadium Lanjut Baru Periksakan

Banyak Pasien Stadium Lanjut Baru Periksakan

Banyak Pasien Stadium Lanjut Baru Periksakan

Banyak Pasien Stadium Lanjut Baru Periksakan
Banyak Pasien Stadium Lanjut Baru Periksakan

BANDUNG-Pasien dengan kasus kanker yang datang ke Rumah Sakit

Hasan Sadikin (RSHS) Bandung, khususnya kanker leher rahim dan payudara yang menyerang wanita, merupakan salah satu yang terbanyak yang ditangani pihak rumah sakit. Demikian dikemukakan Direktur RSHS Bandung, Ayi Jembarsari.

“10 penyakit terbanyak itu 8 diantaranya adalah keganasan

dan keganasan pada wanita adalah kanker serviks dan payudara itu merupakan dua penyakit terbanyak yang kami tangani,” ucapnya.

Namun menurut Ayi, kebanyakan pasien yang datang dengan kasus kanker serviks dan payudara sudah dengan kondisi stadium lanjut.

“Dengan kondisi seperti itu penanganan terhadap kedua kasus

kanker tersebut lebih kompleks sehingga berdampak kepada besaran pembiayaan yang harus dikeluarkan oleh pasien,” ujarnya.

Oleh karenanya menurut Ayi, pihaknya menghimbau kepada para perempuan yang rentan terkadap penyakit tersebut untuk tidak segan memeriksakan dirinya secara dini ke pelayanan kesehatan terdekat.

 

Baca Juga :

 

LPE Jabar 2017 Tumbuh 5,0-5,4%

LPE Jabar 2017 Tumbuh 5,0-5,4%

LPE Jabar 2017 Tumbuh 5,0-5,4%

LPE Jabar 2017 Tumbuh 5,0-5,4%
LPE Jabar 2017 Tumbuh 5,0-5,4%

BANDUNG-Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Jabar

memproyeksikan laju pertumbuhan ekonomi (LPE) pada 2017 mendatang akan tumbuh secara signifikan. Kepala KPwBI Jabar Rosmaya Hadi mengatakan, prediksi LPE ini tumbuh mencapai 5,0-5,4%.

Menurutnya, rata-rata pertumbuhan ekonomi Jabar sejak 2010-2015 berkisar 6,02% (year over year/yoy). Walaupun perkiraan pertumbuhan ekonomi Jabar pada 2016 sebesar 5,3-5,7% itu masih berada di bawah rata-rata historisnya.

“Kini menunjukkan mulai adanya pemulihan pada kinerja

perekonomian dibandingkan pada 2014 sebesar 5,09% dan 2015 sebesar 5,03%. Perekonomian Jabar sejak 2010 selalu tumbuh di atas nasional,” kata Rosmaya saat Pertemuan Tahunan BI 2016 di Trans Hotel Bandung, Selasa (29/11).

Dia menjelaskan, ke depan struktur perekonomian lebih banyak ditopang permintaan domestik. Pemanfaatan berbagai potensi yang ada mempengaruhi keyakinan dan gairah swasta untuk beraktivitas.

Keyakinan swasta untuk kembali bergairah ini terjadi

di tengah masih lemahnya perekonomian global. Ini menjadi penentu bagi pertumbuhan ekonomi menjadi lebih cepat.

Terkait inflasi, Rosmaya menyebutkan pada 2017 mendatang berkisar antara 4,0+1%. Ini sejalan dengan komitmen BI yang mengarahkan inflasi sesuai dengan sasarannya.

“Dengan prospek perekonomian tersebut, kami memperkirakan pertumbuhan dana pihak ketiga (DPK) pada tahun 2017 berada dalam kisaran 9-11%. Kredit dan pembiayaan perbankan berkisar 10-12%,” tuturnya.

Berdasarkan landasan tersebut, pihaknya memperkirakan pertumbuhan ekonomi pada periode 2018-2021 akan berada dalam lintasan yang meningkat. Capaiannya berkisar 5,9-6,3% pada 2021 dengan ditopang inflasi yang rendah. (Pun)

 

Sumber :

https://www.bloglovin.com/@robyn225/diodes-what-do-you-need-to-know

Yonarhanudri-3 Raih Juara Kedua Lomba Peleton Tangkas TNI AD

Yonarhanudri-3 Raih Juara Kedua Lomba Peleton Tangkas TNI AD

Yonarhanudri-3 Raih Juara Kedua Lomba Peleton Tangkas TNI AD

Yonarhanudri-3 Raih Juara Kedua Lomba Peleton Tangkas TNI AD
Yonarhanudri-3 Raih Juara Kedua Lomba Peleton Tangkas TNI AD

BANDUNG-Batalyon Arhanudri-3 Kelelawar Kodam III/Siliwangi

telah mengikuti Lomba Peleton Tangkas TNI AD periode II Tahun 2016 berhasil meraih juara kedua se-Angkatan Darat dan hari ini secara resmi ditutup oleh Kepala Staf TNI Angkatan Darat Jenderal TNI Mulyono di Pusdikif Cipatat Kabupaten Bandung Barat(1/12).

Lomba Peleton Tangkas TNI AD TA 2016, yang digelar sejak tanggal 24 November hingga 30

November 2016 mempertandingkan 8 materi yaitu Kesegaran Jasmani “A”, Renang Militer, Teori dan Aplikasi Ilmu Medan, Menembak Pistol, Menembak Senapan, How To Fight Find Fighter (HTF), Lintas Medan dan Permildas.

Adapun sebagai perwakilan Kodam III/Siliwangi dibawah

pimpinan Danyon Arhanudri-3 Letkol Arh Ardian Patria, M.Sc membawa peserta lomba dari Peleton-2 Kompi B yang terdiri dari 23 prajurit inti dan 3 cadangan sudah berupaya keras dan berjuang demi nama Siliwangi hingga akhirnya mampu meraih prestasi sebagai juara kedua dalam lomba tersebut.

Selain itu hasil perolehan poin lomba dimana Batalyon Arhanudri-3 Kelelawar Kodam III/Siliwangi meraih juara kedua dengan perolehan nilai 110 poin dari 14 peserta lainnya.

Dari 8 materi yang dilombakan Batalyon Kelelawar mampu merebut 1 emas dalam materi menembak Senapan dan 2 perak masing-masing untuk materi Ilmu Medan (Navrad) dan HTF meraih urutan nomor dua. (Pun)

 

Sumber :

https://readymag.com/u30466596/1395599/

Jaringan Operator Seluler Siap Layani Pemudik Lebaran

Jaringan Operator Seluler Siap Layani Pemudik Lebaran

Jaringan Operator Seluler Siap Layani Pemudik Lebaran

Jaringan Operator Seluler Siap Layani Pemudik Lebaran
Jaringan Operator Seluler Siap Layani Pemudik Lebaran

BANDUNG-Menjelang Hari Raya Idul Fitri 1438 H, Badan Regulasi

Telekomunikasi Indonesia (BRTI) memastikan kesiapan jaringan operator telekomunikasi dalam mengantisipasi potensi peningkatan serta pergerakan trafik, khususnya selama arus mudik, hari raya, dan arus balik lebaran. Pemaparan ini disampaikan oleh Komisioner BRTI, Muhammad Imam Nashiruddin pada konferensi pers BRTI di Bandung, Jumat (9/6/2017)

Konferensi pers yang mengusung tema “Evaluasi Kesiapan Jaringan Telekomunikasi untuk Melayani Arus Mudik dan Idul Fitri 1438H/2017” ini dihadiri oleh perwakilan Kementrian Kominfo , Asosiasi Penyelenggara Telekomunikasi Seluruh Indonesia (ATSI), perwakilan Pemerintah Daerah Kota Bandung, serta seluruh pimpinan operator seluler di Bandung.

“Acara ini merupakan kegiatan rutin dalam rangka pemaparan publik

mengenai evaluasi kesiapan operator dan antisipasi yang perlu dilakukan terkait adanya potensi peningkatan dan pergerakan trafik saat arus mudik, lebaran, dan arus balik lebaran tahun 2017. Jaringan telekomunikasi harus dipastikan mampu menampung kapasitas dan melayani mobilitas masyarakat Indonesia yang akan mudik” tuturnya.

Pengujian kesiapan jaringan telekomunikasi dilaksanakan sepanjang Mei 2017 lalu serentak di 10 Kota di Indonesia diantaranya Batam, Jakarta, Bandung, Semarang, Lampung, Surabaya, Medan, Makassar dan Padang.

“Bandung diperkirakan akan menjadi salah satu titik utama kedatangan

mudik karena cukup banyak warga bandung yang tinggal di Jakarta selain Bandung menjadi kota wisata sekaligus sebagai salah satu jalur favorit untuk pemudik dengan tujuan kota-kota di jawa bagian selatan,”pungkasnya. (MAT)P

 

Baca Juga :

 

 

Pasar Tumpah Picu Kemacetan Jalur Mudik Lebaran

Pasar Tumpah Picu Kemacetan Jalur Mudik Lebaran

Pasar Tumpah Picu Kemacetan Jalur Mudik Lebaran

Pasar Tumpah Picu Kemacetan Jalur Mudik Lebaran
Pasar Tumpah Picu Kemacetan Jalur Mudik Lebaran

BANDUNG-Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Barat

menyatakan kemacetan lalu lintas kendaraan di jalur mudik lebaran disebabkan oleh kegiatan pasar tumpah dan pertumbuhan kepemilikan kendaraan yang tidak berimbang dengan pertumbuhan jalan.

“Pertumbuhan jalan di kita itu hanya 1,2 persen. Sedangkan kenaikan jumlah pertumbuhan kendaraan di kita bisa sampai 12 persen. Rasionya enggak sebanding,” kata Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Jawa Barat, Dedi Taufik, pada apel Gelar Pasukan Angkutan Lebaran 2017 di halaman Gedung Sate Bandung, Selasa (13/6/2017).

Dedi mengungkapkan ada 52 titik rawan macet di jalur mudik wilayah utara, tengah, dan selatan Jawa Barat.

“Titik kemacetan sudah kita petakan, kalau perkiraan kita titik kemacetan

itu ada di utara 17-an titik, lalu tengah ada 18, dan selatan 17 titik,” ungkapnya

Menurut Dedi, di kawasan utara terdapat Simpang Jomin, Cikalong Purwakarta, lalu Sukamandi, Tegal Gubug. Sementara untuk jalur tengah Jawa Barat, ia menjelaskan, titik rawan macet ada di kawasan Jalur Puncak, Padalarang, Ciranjang.

“Lalu masuk ke arah tengah ada Tanjung Sari, itu ada pasar, pom bensin dan ada alun-alun

. Titik kemacetan di tengah juga akan kita lakukan kanalisasi,” tuturnya.

Sedangkan di wilayah selatan, dikatakan Dedi, titik rawan macet ada di Jalur Limbangan, Leles, dan Gentong.

“Untuk wilayah Gentong kan ada pom bensin. Kita kanalisasi tidak boleh ada yang dari timur ke barat masuk ke pom bensin. Nanti juga di sana akan dipasang traffic cone,” pungkasnya. (MAT)

 

 

Sumber :

https://www.shorturl.at/dnST9

Tak Ada Zat Kimia Dalam Air Backwash RSUD

Tak Ada Zat Kimia Dalam Air Backwash RSUD

Tak Ada Zat Kimia Dalam Air Backwash RSUD

Tak Ada Zat Kimia Dalam Air Backwash RSUD
Tak Ada Zat Kimia Dalam Air Backwash RSUD

BANDUNG-Direktur Rumah Sakit Daerah (RSUD) Kota Bandung, Dr.Exsenveny

Lalopua menegaskan tidak ada kandungan kimia berbahaya yang terkandung dalam air tersebut, yang ada hanya kekeruhan (TSS) yang dikarenakan hasil dari endapan filter yang dikeluarkan oleh backwash.

“Masyarakat tidak usah risau dengan isu atau kabar yang beredar mengenai bau menyengat yang bersumber dari air saluran RSUD Kota Bandung,” tegasnya.

“Berdasarkan hasil uji laboratorium air limbah RSUD pada bulan Mei 2017

yang dilakukan DLHK yang hasilnya parameter PH : 6,96; BOD : 10,15 mg/L; COD : 30,77 mg/L; TSS : 10,00 mg/L memenuhi baku mutu lingkungan dan tidak berbahaya bagi lingkungan masyarakat,” ujar Exsenveny.

“Mengenai isu air yang mengeluarkan bau menyengat, kita memastika

n dan menjamin semua itu tidak benar, hasil dari uji laboratorium yang sudah keluar hasilnya dan dapat dipertanggung jawabkan,” ucapnya.

Sebelumnya, masyarakat RW.04 Kelurahan Pakemitan Kecamatan Cinambo yang menanyakan tentang keberadaan air backwash unit pengelolaan air bersih (Water Treatment Plant) rumah sakit di lingkungannya.

 

Sumber :

http://bit.do/gurupendidikan

Proses Geologi Pembentukan Pulau Sulawesi

Proses Geologi Pembentukan Pulau Sulawesi

Proses Geologi Pembentukan Pulau Sulawesi

Proses Geologi Pembentukan Pulau Sulawesi
Proses Geologi Pembentukan Pulau Sulawesi

   Zaman Paleozoikum

  1. Pada periode Perm (280 Ma.) semua daratan menjadi satu benua yaitu benua Pangea.
  2. Zaman Mesozoikum
  3. Pada periode Trias (250 Ma), pecahnya Pangea menjadi dua yaitu Laurasia dan Gondwana. Laurasia meliputi Amerika Utara, Eropa dan sebagian besar Asia sekarang. Sampai beberapa tahun belakangan ini pandangan yang umum diterima dalam sejarah geologi adalah bahwa Indonesia dan wilayah sekitar bagian barat (Semenanjung Malaya, Sumatera, Jawa, Kalimantan dan bagian barat Sulawesi) merupakan bagian benua Laurasia, yang belum lama berselang masih terpisahkan dari bagian timur ( bagian Timur Sulawesi, Timor, Seram, Buru, dan seterusnya) yang merupakan bagian benua Gondwana.
  4. Pada Periode Jura (215 Ma.), Bagian barat Sulawesi bersama sama dengan Sumatera, Kalimantan, dan daratan yang kemudian akan menjadi kepulauan lengkung Banda dianggap terpisahkan dari antartika dalam pertengahan zaman Jura, atau dengan kata lain, Bagian barat Indonesia bersama dengan Tibet, Birma Thailand, Malaysia dan Sulawesi Barat, terpisah dari benua Gondwana.
  5. Zaman Konozoikum
  6. Pada kurun Eosen (60 Ma) Australia terpisah dari Antartika, vulkanisme mulai timbul di bagian barat Sulawesi.
  7. Pada kurun Oligosen (40 Ma), Posisi Indonesia bagian barat dan Sulawesi bagian barat, posisinya seperti posisi sekarang.
  8. Pada kurun Miosen (25 Ma), Australia, Irian dan bagian timur Sulawesi barangkali terpisahkan dari Irian sebelum bertabrakan dengan Sulawesi bagian barat, pada zaman pertengahan miosen dimana mulai munculnya daratan. Dimana Australia, Sulawesi Timur dan Irian terus bergarak ke utara kira kira 10 cm pertahun.

 

Peristiwa yang paling dramatik dalam sejarah geologi Indonesia

terjadi dalam kurun Miosen, ketika lempeng Australia bergerak ke Utara mengakibatkan melengkungnya bagian timur, lengkung Banda ke Barat. Gerakan ke arah barat ini digabung dengan desakan ke darat sepanjang sistem patahan Sorong dari bagian barat Irian dengan arah timur barat, mengubah kedua masa daratan yang akan menghasilkan bentuk khas Sulawesi yang sekarang.

 

Diperkirakan tabrakan ini terjadi pada 19-13 Ma yang lalu.

Kepulauan Banggai Sula bertabrakan dengan Sulawesi timur dan seakan akan menjadi ujung tombak yang masuk ke Sulawesi barat, yang menyebabkan semenanjung barat daya berputar berlawanan dengan arah jarum jam sebesar kira kira 35 derajat, dan bersama itu membuka teluk Bone. Semenanjung Utara memutar ujung utaranya menurut arah jarum jam hampir sebesar 90 derajat ,yang menyebabkan terjadinya subduksi (penempatan secara paksa suatu bagian kerak bumi di bawah bagian lain pada pertemuan dua lempeng tektonik), sepanjang Alur Sulawesi Utara dan Teluk Gorontalo. Dan Obduksi (penempatan secara paksa suatu bagian kerak bumi diatas bagian lain pada pertemuan dua lempeng tektonik), batuan ultra basis di Sulawesi timur dan tenggara diatas reruntuhan pengikisan atau endapan batuan yang lebih muda yang bercampur aduk.

 

Diperkirakan juga bahwa

Sulawesi barat bertabrakan dengan Kalimantan timur pada akhir Pliosen (3 Ma yang lalu) yang sementara itu menutup selat Makasar dan baru membuka kembali dalam periode Kwarter, meskipun tidak ada data pasti yang menunjang pendapat ini. Endapan tebal dari sebelum Miosen di selat Makasar memberikan petunjuk bahhwa Kalimantan dan Sulawesi pernah terpisahkan sekurang-kurangnya 25 Ma. dalam periode permukaan laut rendah, mungkin sekali pada masa itu terdapat pulau-pulau khususnya di daerah sebelah barat Majene dan sekitar gisik Doangdoang. Di daerah Doangdoang, penurunan permukaan air laut sampai 100 m. akan menyebabkan munculnya daratan yang bersinambungan antara Kalimamantan tenggara dan Sulawesi barat daya. Biarpun demikian, suatu pengamatan yang menarik ialah bahwa garis kontur 1000 m di bawah laut di sebelah timur Kalimantan persis sama dengan garis yang sama di Sulawesi barat, sehingga mungkin selat Makasar dulu hanya jauh lebih sempit.

 

Sulawesi meliputi tiga propinsi geologi yang berbeda-beda

Digabung menjadi satu oleh gerakan kerak bumi. Propinsi-propinsi tersebut adalah Sulawesi barat dan timur yang dipisahkan oleh patahan utara barat laut antara Palu dan Teluk Bone (patahan Palu Koro), serta Propinsi Banggai Sula yang mencakup daerah Tokala di belakang Luwuk dan Semenanjung Barat laut, Kepulauan Banggai, pulau Buton dan Kep. Sula (yang kenyataannya merupakan bagian Propinsi Maluku).

Baca Juga :