Verifikasi P2WKSS di Kampung Muara Kidul

Verifikasi P2WKSS di Kampung Muara Kidul

 

 

Program Terpadu Peningkatan Peranan Wanita

Program Terpadu Peningkatan Peranan Wanita menuju Keluarga Sehat Sejahtera (P2WKSS) bukan hanya dimaksudkan untuk pembangunan fisik, tetapi diharapkan munculnya kebiasaan baru, semangat baru dan kultur baru yang positif sehingga ketika tuntas penilaian ada satu nilai positif yang tertinggal yang dapat kita banggakan dan menjadi inspirasi bagi wilayah-wilayah lain. Hal tersebut dikatakan Wali Kota Bogor Bima Arya, saat menyambut kedatangan tim verifikasi program terpadu (P2WKSS) Provinsi Jawa Barat di Kelurahan Pasir Jaya, Kecamatan Bogor Barat, Kota Bogor, Selasa (14/03/17).

Bima memaparkan

P2WKSS menjadikan yang awalnya tiada menjadi ada dan menjadikan yang awalnya pasif menjadi aktif, contohnya, Dasa Wisma. Disamping itu P2WKSS adalah salah satu cara untuk mengukur kolaborasi dan sinergi baik secara  nternal, vertikal maupun dengan warga.  ”Semakin baik kolaborasi dan sinerginya, akan semakin baik pula output dan outcome nya. Dengan kehadirannya akan membangun dan  menguatkan sistem dan tatanan yang ada dimasyarakat, kurang lebih inilah beberapa nilai strategis dari P2WKSS,” jelas Bima.

Pekerjaan Rumah

Banyaknya Pekerjaan Rumah (PR) yang ada di wilayah Kampung Muara Kidul Rt. 3 dan 4 Rw.11 Kelurahan Pasir Jaya menjadi salah satu pertimbangan pemilihan wilayah yang akan diverifikasi. “Tingkat produktifitas warga disini sangat tinggi, sehingga akhirnya kita tetapkan sebagai Kampung KB beberapa bulan silam dan disini pula kita telah mendapatkan bantuan dari pusat terkait Program Penataan Kawasan Kumuh. Jadi sudah  cukup banyak intervensi diwilayah ini,” ungkapnya.

Turut hadir mendampingi

Asisten Ekbang Kesra Edgar Suratman, Kabag Tata Pemerintahan M. Taufik dan Camat Bogor Barat Pupung  W.Purnama. Selain itu juga dihadiri kader TP PKK Kota Bogor sebanyak 100 Kepala Keluarga (KK) Binaan.

Sebelum mengakhiri kegiatan  verifikasi, tim verifikasi melaksanakan pengecekan ke wilayah Kampung Pasir Jaya didampingi tim dari Dinas Pemberdayaan Masyarakat Perempuan dan Perlindungan Anak (DPMPMA) Kota Bogor.

 

Artikel terkait ;

Buka-bukaan Soal Mafia Hukum di PPATK

Buka-bukaan Soal Mafia Hukum di PPATK

Buka-bukaan Soal Mafia Hukum di PPATK

Buka-bukaan Soal Mafia Hukum di PPATK
Buka-bukaan Soal Mafia Hukum di PPATK

Dua hari lagi mantan Menkeu Sri Mulyani

terbang ke Washington DC. Sebelum hijrah, dia akan hadir dalam diskusi soal mafia hukum. Acara ini digelar di kantor Pusat Pelaporan Analisa Transaksi Keuangan (PPATK).

“Diskusi tentang mempersatukan energi dalam memberantas mafia hukum,” kata anggota Satgas Pemberantasan Mafia Hukum, Mas Achmad Santosa, saat dihubungi detikcom, Senin (24/5/2010).

 

Selain Sri Mulyani, Menkum HAM Patrialis Akbar

Ketua Komisi III Benny K Harman, dan Sekjen TII Teten Masduki juga menjadi pembicara. Diskusi digelar pukul 09.30-12.30 WIB di auditorium PPATK, Jl Juanda No 36, Jakarta. Sri Mulyani dan Patrialis nanti akan akan mengupas tuntas terkait mafia hukum yang berada di lingkungan masing-masing.

“Juga akan dilaunching website Satgas dan buku modus operandi dan akar pemasalahan mafia hukum,” ujar Mas Ahmad Santosa.

Baca Juga : 

Mengenal Tentang Lembaga-Lembaga Nobel

Mengenal Tentang Lembaga-Lembaga Nobel

Mengenal Tentang Lembaga-Lembaga Nobel

Mengenal Tentang Lembaga-Lembaga Nobel
Mengenal Tentang Lembaga-Lembaga Nobel

Penghargaan Nobel yang diberikan setiap tahun, sebagaimana yang dikehendaki oleh Alfred Nobel merupakan peristiwa yang sangat ditunggu-tunggu oleh para ilmuan dunia dan para tokoh dunia. Beberapa lembaga, yang di dalamnya terdapat beberapa ilmuan dan tokoh-tokoh terkenal, telah ditunjuk untuk menentukan pemenang penghargaan Nobel dalam bidang-bidang tertetentu.

Lembaga-lembaga tersebut antara lain:

Akademi Ilmu Pengetahuan Kerajaan Swedia

(bahasa Swedia: Kungliga Vetenskapsakademien) adalah salah satu dari beberapa Akademi Kerajaan di Swedia. Didirikan pada tahun 1739 oleh Raja Fredrik I, akademi ini adalah sebuah organisasi independen yang bertujuan mempromosikan ilmu, khususnya ilmu alam dan matematika. Komite-komite akademi ini juga merupakan dewan pemilih bagi Penghargaan Nobel dalam bidang fisika, kimia, dan ilmu ekonomi.

Akademi Swedia

(bahasa Swedia: Svenska Akademien), didirikan pada tahun 1786 oleh Raja Gustav III, adalah salah satu Akademi Kerajaan Swedia. Dimodeli menurut Académie française, akademi ini memiliki 18 anggota. Motto akademi ini adalah “Bakat dan Rasa” (“Snille och Smak” dalam bahasa Swedia). Tujuan utama akademi ini adalah “memurnikan, memperkuat, dan mengagungkan bahasa Swedia” (“Svenska Språkets renhet, styrka och hōghet“) (Walshe, 1965). Hingga kini akademi ini berhasil menerbitkan 2 kamus.

Yang pertama adalah kamus 1 jilid berjudul Svenska Akademiens Ordlista (SAOL). Yang ke-2 multijilid, disunting mirip Oxford English Dictionary, berjudul Svenska Akademiens Ordbok (SAOB). SAOL telah mencapai edisi ke-13 saat jilid pertama SAOB terbit tahun 1898 dan pada tahun 2005 kerjanya telah berlanjut ke kata berawalan “T”.

Beberapa orang telah menduduki sebagai sekretaris tetap di lembaga ini diantaranya adalah Horace Engdahl, yang didahului oleh Sture Allén. Sejak tahun 1901 secara tahunan akademi ini telah memutuskan siapa saja yang menjadi penerima Penghargaan Nobel dalam Sastra, dianugerahkan untuk memperingati sang pendonor Alfred Nobel.

Bangunan yang kini dikenal sebagai Bangunan Bursa Efek Stockholm, dibangun untuk kaum borjuis. Lantai bawah digunakan sebagai tempat perdagangan yang kemudian berubah menjadi bursa efek dan lantai atasnya digunakan untuk pesta dansa, malam tahun baru, dan lain lain. Saat akademi itu didirikan, ballroom itu menjadi ruangan terbesar di Stockholm dan bisa dipanaskan sehingga dapat dipakai pada saat musim dingin, Sang Raja pun menyatakan kalau ia bisa meminjamnya. Akademi itu mengadakan pertemuan tahunan di sana, namun tak sampai tahun 1914 akademi itu mendapatkan hak untuk menggunakan lantai atas untuk seterusnya. Di sinilah anggota akademi bertemu, dan di antara bisnis-bisnis lain, para anggota akademi menyampaikan pengumuman nama-nama pemenang Hadiah Nobel.

Komite Nobel Norwegia

(bahasa Norwegia: Den Norske Nobelkomite) menganugerahi Penghargaan Perdamaian Nobelsetiap tahun. Kelima anggotanya diangkat oleh Parlemen Norwegia. Direktur Lembaga Nobel, Profesor Geir Lundestad, menjabat sebagai sekretaris komite ini.

Daftar orang yang pernah dan menjadi anggota Komite Nobel Norwegia

  • Ole Danbolt Mjøs (ketua) (lahir 1939), Profesor dr. med. dan politikus Partai Rakyat Kristen. Anggota dan ketua komite ini sejak 2003.
  • Berge Furre (wakil ketua) (lahir 1937), Profesor dr. theol., bekas anggota parlemen dan pimpinan Partai Kiri Sosialis. Anggota komite sejak 2003, wakil ketua sejak 2003.
  • Sissel Marie Rønbeck (lahir 1950), wakil direktur di Direktorat Warisan Budaya (Riksantikvaren), bekas anggota parlemen dan menteri kabinet Partai Buruh. Anggota komite sejak tahun 1994.
  • Inger-Marie Ytterhorn (lahir 1941), penasihat politik senior grup parlemen Fremskrittspartiet, bekas anggota parlemen. Anggota komite sejak tahun 2000.
  • Kaci Kullmann Five (lahir 1951), bekas anggota parlemen dan Menteri Kabinet untuk Perdagangan, Perkapalan, dan Urusan Eropa untuk Partai Konservatif. Anggota komite sejak 2003.

Lembaga Nobel Norwegia

(bahasa Norwegia: Det Norske Nobelinstitutt) didirikan pada tahun 1904 di Kristiania, Norwegia. Lembaga ini terletak di tengah kota, tepat dekat istana raja. Bangunan ini dibangun pada tahun 1800-an sebagai Stasiun Oslo Vestbanestasjon (Oslo V) yang ditutup pada tahun 1987 dan layanannya dipindahkan ke Oslo Sentralstasjon (Oslo S).

Tugas utama Lembaga Nobel adalah membantu Komite Nobel Norwegia untuk memilih penerima Penghargaan Perdamaian Nobel dan mengorganisasi even tahunan Nobel di Oslo.

Lembaga ini memiliki 180.000 jilid buku yang terkait dengan perdamaian dan hubungan internasional. Lembaga Nobel juga memiliki departemen riset sendiri, mengorganisasi penelitian yang terkait dengan perdamaian dan perang. Departemen ini berbasis pada program beasiswa untuk kunjungan sarjana dari seluruh dunia.

Lembaga Nobel menyusun pertemuan, seminar, dan kuliah di samping menyelenggarakan apa yang disebut sebagai Nobel Symposia, bertukar pandangan dan informasi pada mereka yang diundang dari berbagai negara. Lembaga ini memiliki 5 staf, dikepalai oleh Geir Lundestad, profesor sejarah di Universitetet i Oslo.

Sveriges Riksbank (Bank Nasional Swedia)

adalah bank sentral Swedia dan sering hanya disebut sebagai Bank Swedia. Didirikan pada tahun 1668, ini adalah bank sentral tertua di dunia.

Pada peringatan ulang tahun ke-300 pada tahun 1968, bank ini mulai menganugerahkan Penghargaan Nobel dalam Ekonomi setiap tahunnya. Hadiah ini dibagikan bersama dengan Penghargaan Nobel lainnya setiap tahun pada tanggal 10 Desember pada upacara di Stockholm.

Oleh karena penghargaan ini tidak berdasarkan keinginan Nobel, dan tidak dibayar dengan uangnya serta adanya keputusan untuk tidak menambah penghargaan lainnya “guna mengenang Nobel”, maka secara teknis penghargaan ini bukan Penghargaan Nobel (dan keluarga Nobel sekarang juga tidak menerimanya). Tetapi penghargaan ini diberikan bersamaan dengan penghargaan Nobel.

Pada bulan Februari 1995, penghargaan ekonomi diberi nama penghargaan ilmu sosial, membuka kesempatan bagi bidang ilmu politik, psikologi, dan sosiologi. Komite penghargaan ekonomi ini juga memasukkan 2 orang non-ekonom, dimana sebelumnya terdiri dari 5 orang ekonom.

 

Baca Artikel Lainnya:

Cara Mengenali Garam Mengandung Beriodium Atau Tidak

Cara Mengenali Garam Mengandung Beriodium Atau Tidak – Pemerintah sudah mengatur bahwa garam buat konsumsi tempat tinggal tangga wajib mengandung iodium.

Hal itu cenderung sudah ditaati oleh korporasi besar lantaran mendapat supervisi ketat menurut Badan Pengawas Obat & Makanan (BPOM).

Masalahnya, sangat poly bertebaran garam pada pasaran yang nir mengandung iodium, umumnya produksi rumahan.

Untuk itu, kita perlu mengetahui cara membedakan garam beriodium & yg tidak.

Menurut praktisi Garam Beriodium dari Nutrition International (NI), Rozy Afrizal Jafar, cara yang gampang buat mendeteksi iodium menggunakan indera yang berisi amilum.

“Garam akan berubah sebagai ungu kalau memang mengandung iodium. Tetapi indera ini tidak sanggup memantau 30 ppm atau tidak,” ujar dia pada media briefing Intervensi Gizi Spesifik dalam Upaya Pencegahan Stunting, pada Setiabudi, Jakarta Selatan, beberapa ketika kemudian.

Amilum adalah karbohidrat kompleks yg tidak larut dalam air. Wujudnya berupa serbuk putih, tawar, & nir berbau.

Zat ini dihasilkan tumbuhan buat menyimpan kelebihan glukosa pada jangka panjang.

Ada satu tumbuhan yang mampu kita pakai buat membantu menguji ada tidaknya kandungan iodium dalam garam, yakni singkong.

“Parut singkong, cairan (menurut output parutan) diteteskan ke garam. Bila garam berubah jadi ungu berarti mengandung iodium,” kata Rozy.

Selain itu, teliti menilik bungkus garam juga sanggup kita lakukan agar tidak galat membeli garam bodong atau tak mengandung iodium.

“Pada garam bodong, ditulis SNI & ppm (30) namun nir ditulis alamat pabrik. Kadang hanya tertulis Jawa Tengah saja, namun nir ada alamatnya,” pungkasnya.

Baca Juga : Ragam Hewan Teraneh di Dunia

Apa Penyebabnya Pria Lebih Rentan Alami Kebotakan?

Apa Penyebabnya Pria Lebih Rentan Alami Kebotakan?

Rambut dinamakan sebagai mahkota kepala, sebab selain mengayomi kepala dari penyampaian sinar matahari secara langsung, rambut menciptakan penampilan seseorang tampak sempurna. Itu lah sebabnya, tak jarang lelaki dan perempuan yang senantiasa mengawal kesehatan rambutnya.

Namun, meski sekian banyak upaya dilakukan, nyatanya rambut tak lepas dari masalah, di antaranya kerontokan yang berujung pada kebotakan. Usia, pemakaian obat-obat kimia guna pewarnaan rambut dan pun hormon disinggung sebagai penyebab utama kerontokan.

Untuk menutupi kelemahan tersebut, masyarakat seringkali menutupinya dengan memakai topi, sampai melakukan cangkok rambut yang konon dapat mengembalikan kesuburan rambut.

Meski begitu, ada pun orang yang berpikir bahwa menggunakan topi dapat menyebabkan kebotakan. Hal ini pun ditentang oleh dr. Cintawati Farmanina, seorang spesialis anti aging.

“Saya jarang menemukan permasalahan seperti itu. Kalau topi, saya rasa enggak barangkali (menyebabkan kebotakan). Mungkin dia gunakan topi sebab dia botak,” ucapnya dalam acara Ayo Hidup Sehat di tvOne yang tayang, Jumat, 31 Agustus 2018.

Ia juga mengungkapkan bahwa lelaki lebih rentan merasakan kebotakan sebab pengaruh hormon testosteron. “Testosteron menghambat perkembangan folikel rambut. Pertumbuhan rambut bakal lebih lambat bila testosteron lagi tinggi,” katanya.

Cintawati lebih lanjut mengatakan, bahwa bila sudah tidak punya folikel rambut, inginkan diberi obat atau vitamin pun, rambut tidak bakal tumbuh. Itulah sebabnya terciptalah cara cangkok atau implantasi rambut.

“Menolong sekali pada klien-klien yang telah tidak punya folikel rambut. Metode ini melibatkan pencangkokan folikel rambut pada kulit kepala,” ujarnya menambahkan.

Baca Juga :