Skuadron, Gaya Paskhas TNI AU Gembleng Milenial Tangguh

Skuadron, Gaya Paskhas TNI AU Gembleng Milenial Tangguh

Skuadron, Gaya Paskhas TNI AU Gembleng Milenial Tangguh

Afifah meniti balok kayu sepanjang empat meter di atas kolam. Sejenak kemudian,

ia harus berlari dan bersama teman-temannya harus melompati papan kayu setinggi 1,5 meter.

Lalu, di depan gadis belia ini, kini berjejer batang kayu menanjak tajam setinggi tiga meter. Ini adalah medan halang rintang yang biasa dilewati prajurit Paskhas TNI AU, khususnya di Batalyon 461 Halim Perdana Kusuma, Jakarta.

“Perhatian, untuk halang rintang ini, kalian hanya boleh melihat demonstrasinya oleh pelatih karena ini

berat dan berbahaya,” ujar Sertu Adi Nugroho, memberi instruksi kepada 238 siswa-siswi SMA Labschool, Cibubur yang selama, 4-7 Februari ini mengikuti latihan Skuadron dan Pandawa di Batalyon 461 Paskhas TNI AU Halim Perdana Kusuma Jakarta.

Ya, Batalyon 461 Paskhas TNI AU ini memang kerap melatih siswa-siswi dari berbagai sekolah maupun mahasiswa dari berbagai kampus yang memiliki program pelatihan kepemimpinan remaja, SAR, dan latihan dasar kemiliteran.

“Kali ini kami melatih 238 adik-adik siswa SMA Labschool. Anak-anak milenial kita perlu dikenalkan kebiasaan disiplin, mandiri, dan tentu saja latihan fisik agar sehat bugar. Tidak mudah sakit. Tak lupa menanamkan rasa cinta tanah air. Kami juga kenalkan alutsista TNI, jadi biar tidak hanya mengenalnya di game saja,” jelas Sertu Adi.

Pelonco ala Batalyon 461 Paskhas TNI AU ini mereka namai Skuadron dan Pandawa. Maknanya,

Studi Kaderisasi Unggulan Siswa Mandiri Indonesia.

Menurut Kepala Sekolah SMA Labschool, Ali Chudori, sudah menjadi tradisi di sekolah yang dipimpinnya, semua siswa dibekali kepemimpinan, pendidikan karakter yang mandiri, disiplin, dan cinta Tanah Air.

“Kita ingin dengan melatih mereka langsung ke TNI AU ini, pemuda milenial kita kelak tumbuh menjadi generasi tangguh, eksis berorganisasi, sukses berprestasi, dan tak lupa, mencinta Tanah Airnya,” jelas Ali Chudori.

Bagi para siswa SMA Labschool, kegiatan ini disambut dengan riang gembira. Selain teori, para siswa umumnya menyenangi kegiatan praktik dan permainan yang diajarkan para pelatih prajurit Batalyon 461 Paskhas TNI AU ini. Termasuk tentu saja, flying fox, SAR, dan pengenalan alutsista yang dimiliki TNI AU.

“Bagi kalian yang belum nyobain program ini, saya sarankan coba deh. Asyik kok, kita diajarin kenapa harus disiplin, solidaritas, dan juga bertanggungjawab terhadap diri sendiri,” kata Rafli Rinaldi, salah satu peserta.

 

Sumber :

https://www.anythingbutipod.com/sejarah-g30s-pki/