Jangan Marah di Depan Anak

Renungan untuk Para Orang Tua, Jangan Marah di Depan Anak

Renungan untuk Para Orang Tua tentang PENTINGNYA Menjaga Amarah di Depan Anak-anak. Ayah dan Bunda tentu pernah merasa kesal ketika melihat perilaku anak yang tidak sesuai dengan harapan Anda. Contoh seperti saat melihat mereka rewel atau bandel.

Nah, kalau sudah seperti ini, apa yang biasanya Anda lakukan? Langsung bereaksi menghukum, memarahi, atau menasihati?

Sebelum menjawabnya, simak sebentar yuk kisah inspiratif ini satu ini.

Ada sepasang suami istri memiliki seorang putri berusia tiga tahun. Saat hari kerja, mereka biasa menitipkan anaknya pada pembantu di rumah.

Sayangnya, di hari-hari kerja tersebut putrinya justru lebih sering menghabiskan waktunya sendirian di rumah karena si pembantu sibuk bekerja di dapur.

Pada suatu ketika saat sedang asyik bermain, si anak menemukan sebuah paku. Melihat benda tersebut, imajinasi dan daya kreativitasnya langsung bergerak aktif.

Tanpa pikir panjang, ia membuat coretan-coretan di garasi menggunakan paku tersebut. Namun, karena lantai garasi terbuat dari marmer, gambarnya jadi tidak terlihat.

Ia pun mengalihkan media gambarnya ke mobil baru si ayah. Digoresnya sisi kanan dan kiri mobil tersebut menggunakan paku.

Dengan semangat ia membuat lukisan wajah ayahnya, ibunya, dirinya sendiri, ayam, kucing, dan masih banyak lagi. Semuanya dibuat sesuai dengan imajinasi yang ada di kepalanya.

Saat sore tiba, sepasang orang tua ini pulang ke rumah. Terkejutlah mereka ketika melihat kondisi mobil yang sudah penuh goresan paku.

Perasaan marah langsung muncul di dalam diri mereka mengingat kendaraan yang baru berusia satu tahun ini belum selesai angsurannya.

“Kerjaan siapa ini?” teriak si ayah.

“Aku yang membuatnya Ayah, cantik kan?” jawab si anak dengan polosnya sambil memeluk manja ayahnya.

Namun, sang ayah yang terlanjur hilang kesabaran justru memukul telapak tangan si putri menggunakan sebuah ranting berkali-kali. Cukup lama si ayah melampiaskan amarahnya.

Si anak hanya bisa menangis kesakitan dan ketakutan karena tidak memahami betul apa kesalahannya. Tangannya kini penuh luka dan darah.

Sayangnya, Si Ibu hanya mendiamkan tindakan Ayah karena merasa itu adalah hukuman yang tepat.

Tanpa disadari luka akibat pukulan ranting tersebut ternyata menyisakan infeksi yang parah. Lukanya sudah dalam kondisi serius dan bernanah hebat.

Akibatnya, si anak harus merelakan tangannya untuk diamputasi demi menyelamatkan nyawanya.

Terkejutlah si orang tua ketika mengetahui hal ini. Hati mereka semakin terkoyak ketika si anak menangis dan berkata,

“Ayah, Ibu, kembalikan tangan Dita. Untuk apa diambil? Dita Janji tidak akan nakal lagi. Dita janji tidak akan mencoret-coret mobil lagi,” katanya berulang.

Kisah ini makin meyakinkan akan PENTINGNYA MENJAGA AMARAH di depan anak kan Ayah dan Bunda?

Percayalah, banyak hal baik yang bisa kita dapatkan dari hal tersebut.

Ingat Jangan Marah di Depan Anak. Yuk, jadi orang tua idola yang bisa mendidik anak dengan cara yang lembut dan menyenangkan.

Baca Juga: