Teladan Pemimpin

Table of Contents

Teladan Pemimpin

Perluasan lokasi Islam dikerjakan bersama penaklukan raja-raja nonmuslim yang menentang bersama peperangan. Banyak raja nonmuslim yang takluk atas keberanian dan ketangguhan pasukan muslim. Salah satu raja yang takluk pada pasukan muslim adalah Raja Kisra.

Setelah menyadari bahwa pasukan muslim berhasil mengalahkan pasukannya yang tangguh, Raja Kisra panik dan meninggalkan istananya. Sa’ad bin Abi Waqqash r.a beserta pasukan masuk ke di dalam istana tanpa alas kaki.

Begitu mewah dan indah situasi di di dalam istana. Lantainya beralaskan permadani yang menghanyutkan kaki penginjaknya hingga sirna seluruh penat dan penat di tubuh. Dinding dan perabotan indah mencerminkan keanggunan, kemewahan, dan kemegahan istana. Pasukan muslimin dibikin takjub olehnya, juga Sa’ad r.a. Kini seluruh kemewahan itu ditinggalkan oleh pemiliknya dan jadi hak kaum muslimin.

Sa’ad r.a membacakan firman Allah SWT, “Betapa banyak taman-taman dan mata air-mata air yang mereka tinggalkan, juga kebun-kebun serta tempat-tempat kediaman yang indah, dan kesenangan-kesenangan yang dopat mereka nikmati di sana, demikianlah, dan Kami wariskan (semua) itu kepada kaum yang iain. Maka langit dan bumi tidak menangisi mereka dan mereka pun tidak diberi penangguhan waktu.” (QS. Ad-Dukhan [44]: 25-29)

Ketika saat shalat tiba dan azan dikumandangkan untuk yang pertama kalinya di Istana Kerajaan Kisra, sirnalah segala bentuk kemusyrikan. Termasuk api di aula utama istana yang dijadikan sesembahan penduduk Kerajaan Kisra yang beragama Majusi telah dipadamkan untuk selama-lamanya.

Usai laksanakan shalat jamaah, Sa’ad r.a membagi-bagikan harta rampasan perang kepada pasukannya dan sebagian kembali dikirimkan kepada Amirul Mukminin, Umar bin Khaththab r.a, untuk disimpan di Baitul Mal.

Menerima harta rampasan yang berlimpah itu, Umar r.a. berbicara kepada Ali bin Abi Thalib r.a. yang saat itu sedang bersamanya, “Orang yang mau mengirimkan ini kepada kami telah pasti orang-orang yang tinggi amanahnya.”

Ali r.a. menanggapi pernyataan Amirul Mukminin, “Ya, karena engkau telah bersikap amanah pada rakyat agar rakyat pun meneladani sikapmu. Sekiranya engkau berkhianat, pasti mereka pun bakal berbuat yang serupa.”

Tak lama sesudah penaklukan itu, seluruh warga Irak dan Iran (penduduk negeri Persia) masuk agama Islam dan jadi kaum muslim yang baik bersama izin Allah Ta’ala.

Sumber : situs bahasa inggris gratis

Baca Juga :