Alumni Buka Magang Kewirausahaan Pertanian melalui Kampung IPB

Alumni Buka Magang Kewirausahaan Pertanian melalui Kampung IPB

Alumni Buka Magang Kewirausahaan Pertanian melalui Kampung IPB

Alumni Buka Magang Kewirausahaan Pertanian melalui Kampung IPB
Alumni Buka Magang Kewirausahaan Pertanian melalui Kampung IPB

Kampung Insan Prima Berdikari(IPB) telah melakukan sosialisasi Program Magang dan Pengembangan Kewirausahaan Muda Pertanian (PMPKMP) di Kantor Lembaga Alam Tropika Indonesia (Latin), Sabtu (2/12). Program ini merupakan program pengarusutamaan kewirausahaan pertanian bagi fresh graduate.

“Ini adalah program pelatihan kewirausahaan berbasis masyarakat yang output-nya diharapkan dapat menjadi pemuda mumpuni sebagai pionir kemandirian dan kedaulatan pertanian,” ujar Dr. Ir. Biakman Irbansyah, MBA selaku pemateri sekaligus alumni Institut Pertanian Bogor (IPB) angkatan 20.

Nilai Sustainable Agriculture Integrated Farming (SAIF) turut diamanatkan dalam program ini yang merupakan gabungan dari dua segmen: Program Magang Kewirausahaan yang mengedepankan nilai Sustainable Agriculture dengan pelatihan untuk mendapat pengalaman langsung dan Program Pengembangan Kewirausahaan yang mengedepankan Integrated Farming dengan pengetahuan rancangan business modelling di segmentasi pertanian.

Dr.Biakman juga mengaku tidak mematok nilai Indeks Prestasi Kumulatif (IPK)

dan modal tinggi sebagai standar kelulusan program magangnya bagi mahasiswa. “Daya juang dan siap gagal adalah yang terpenting. Asal punya niat, tekad, dan nekat,” tegasnya.

Program Pengembangan Kewirausahaan ini menekankan peserta magang yang dikelompokkan menjadi grup kecil yang terdiri dari tiga orang untuk membuat business modelling dari segi on-farm hingga ¬off-farm dalam waktu 15 minggu.

Ketiga orang tersebut juga akan didampingi oleh mentor dan coach terpilih yang tergabung dalam Mentor-Coach Community.

“Peserta tinggal mengembangkan ide bisnis yang akan turut dikembangkan oleh mentor dancoach dari kami. Kami juga menyediakan bantuan networkinguntuk mengakselerasi usaha tersebut,” ujar Dr. Biakman.

Dr. Biakman menegaskan kembali bahwa modal bukan halangan dalam membangun

kewirausahaan pertanian.

“Kami tidak memberi standar minimal pada biaya modal yang dihimpun oleh peserta pada program ini. Sisanya dapat kami pinjamkan terlebih dahulu dan bisa dikembalikan saat usaha sudah mendapat profit,” tututnya.

Kampung Insan Prima Berdikari (IPB) sendiri adalah holding companyyang didirikan oleh 13 alumni IPB angkatan 20 termasuk Dr. Biakman yang telah berhasil merintis perusahaan serta yayasan.

Organisasi ini merupakan wujud nyata alumni IPB dalam menerapkan

model ekologiSustainable Agriculture System dan praktik Integrated Farming yang berbasis dari desa.

Beragam bisnis dijalankan di bawah bendera Kampung IPB diantaranya bergerak di bidang pengembangan sistem pertanian berkelanjutan dengan praktik usaha tani terpadu Holding company ini juga telah menjalin kerja sama resmi dengan IPB dan Himpunan Alumni (HA) IPB.(adit/ris)

 

Sumber :

https://www.sudoway.id/