TNI Jadi Pengajar Di Sekolah Pelosok

TNI Jadi Pengajar Di Sekolah Pelosok

TNI Jadi Pengajar Di Sekolah Pelosok

TNI Jadi Pengajar Di Sekolah Pelosok
TNI Jadi Pengajar Di Sekolah Pelosok

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemen­dikbud) menjalin kerja sama dengan Tentara Nasional Indonesia

Angkatan Darat (TNI AD). Nota kerja sama ter­sebut ditandatangani Direktur Jende­ral Guru dan Tenaga Kependidikan (Dirjen GTK) Supriano dan asisten Teritorial (Aster) TNI AD Brigjen Bak­ti Agus Fadjari di kantor kemendikbud.

Melalui kerja sama ini, personel TNI AD yang bertugas di daerah Terluar, Tertinggal dan Terdepan

(3T) bisa diperbantukan untuk mengajar di sekolah-sekolah yang kekurangan tenaga pengajar. Dengan begitu, ke­butuhan tenaga pengajar akan ter­bantu prajurit tersebut. Sinergi dengan TNI AD merupakan bentuk antisi­pasi Dirjen GTK jika ada sekolah yang kekurangan guru, sehingga bisa tetap menjalankan aktivitas belajar menga­jar dengan diisi anggota TNI yang bertugas di daerah tersebut.

”Jangan sampai daerah yang punya potensi justru tidak ada gurunya. Nanti 900 (personel, red) ini kita si­apkan, jaga-jaga apabila di perbatasan tidak ada guru, dibutuhkan guru, me­reka bisa masuk,” tuturnya.

Dalam nota tersebut, personel TNI yang ditugaskan di Nunukan dan Ma­lino nantinya akan terlebih dulu

menda­patkan peningkatan kompetensi di bidang pembelajaran dari Kemendikbud melalui Pusat Pengembangan dan Pem­berdayaan Pendidik dan Tenaga Ke­pendidikan (PPPPTK).

Sementara dalam kesempatan yang sama, Brigjen Bakti Agus Fadjari men­jelaskan bahwa selama ini untuk menutup kekurangan guru di perba­tasan, prajurit TNI AD sering terlibat membantu proses pembelajaran. Karena itu dengan pembekalan yang diberikan GTK nanti bisa menjadi standar bagi personel TNI yang menga­jar. Ia juga menyampaikan nanti akan ada dua batalion yang diberikan pem­bekalan 40 jam sebelum bertugas. Kedua batalion tersebut adalah Bata­lion 303 Garut dan Batalion Raider Balikpapan.

 

Sumber :

https://www.surveymonkey.com/r/LPPNCJJ