Belajar Mengajar dengan Semangat Ikhlas Tanpa Bayaran

Belajar Mengajar dengan Semangat Ikhlas Tanpa Bayaran

Belajar Mengajar dengan Semangat Ikhlas Tanpa Bayaran

Belajar Mengajar dengan Semangat Ikhlas Tanpa Bayaran
Belajar Mengajar dengan Semangat Ikhlas Tanpa Bayaran

Pusat Kegiatan Belajar Masyrakat (PKBM) merupakan wadah belajar masyarakat

yang pernah mengalami putus sekolah di usia pendidikan, program kegiatan ini sangat membantu masyarakat kalangan bawah atau kurang beruntung yang tadinya tidak berkesempatan meneruskan pendidikan karena benturan biaya.
Berita Terkait
Xiaomi Siap Kembangkan Smart Pesantren
PGRI Respon Positif Kebijakan Menag Hapus Materi Khilafah di Buku Agama Islam
Pemerintah China Menawarkan Beasiswa untuk Santri Indonesia

Menanggapi permasalahan pentingnya pendidikan, Ustad Mashabi mendirikan PKBM Alfitriah yang berada di Jl. Sarang Bango, Malaka Cilincing, Jakarta Utara. Selain Ustad menjabat sebagai ketua RT di sana melihat banyak sekali warga nya yang putus sekolah bergerak lah ia untuk mendirikan PKBM secara gratis, saat di temui oleh moeslimchoice.com ia menyampaikan” ya saya sebagai RT dan juga pemuka agama di sini sangat prihatin melihat anak-anak muda di sini yang tidak rampung sekolahnya” katanya Ustad Mashabi di PKBM Alfitriah, senin (28/10/19).

“PKBM ini berdiri di bulan Maret 2019, alhamdulilah waktu launching di hadiri oleh Camat Cilincing

, Dinas pendidikan dan juga beberapa kepala sekolah SMPN dan SMK N yang ada di wilayah kecamatan Cilincing” ungkapnya.

“Siswa yang terdaftar saat ini ada 121 siswa dari 3 kelompok belajar, Paket A setaraf SD, paket B setaraf SMP dan paket C setaraf SMK, dan jumlah tutor atau pengajar ada 12 Guru, semua siswa di sini tidak kita kenakan biaya pendidikan, kita sistem biaya seadanya, dengan kelas dibuka setiap hari dengan dibagi berbagai kelas sehingga mereka dapat menyerap pelajaran dengan baik” jelasnya.

“Alhamdulilah semua guru di sini pun punya jiwa sosial yang tinggi, sebagian memang sudah

mendapatkan honor dari pemerintah karena mengajar di sekolah reguler dan ada beberapa lagi yang sama sekali ikhlas tidak di gaji dan ada yang memang benar-benar kita bantu untuk transportasinya saja, itu pun saya ambil dari penghasilan dari RA, TPA atau Majlis Taklim yang ada di sini.

Kemudian ia pun menyampaikan beberapa kendala yang di hadapi yaitu prasarana elektronik yaitu komputer atau laptop yang memang kesediaan ATK itu tidak ada “sekarang saya lagi bingung menghadapi ujian Akhir yang dimana sekarang sudah komputerisasi sedangkan di sini komputer hanya ada 1, dan itu pun kita pakai untuk kepentingan administrasi kantor, tapi saya yakin bahwasannya Allah SWT akan bantu PKBM ini karna memang saya dan guru di sini berjuang demi pendidikan anak-anak bangsa, Inna Allah ma’as sobiriin(sesungguhnya Allah beserta orang-orang sabar)”, tutupnya.

 

Sumber :

https://portal.asun.edu/ICS/Academics/UNIV/UNIV__1001/141C-UNIV__1001-D1_15/Start_Here.jnz?portlet=Blog&screen=View+Post&screenType=next&Id=6d0f3410-0be4-4be2-8af5-76ce82d7a23c