KPAI: Meski Bersalah, Sekolah Jangan Pecat Siswa

KPAI Meski Bersalah, Sekolah Jangan Pecat Siswa

KPAI: Meski Bersalah, Sekolah Jangan Pecat Siswa

KPAI Meski Bersalah, Sekolah Jangan Pecat Siswa
KPAI Meski Bersalah, Sekolah Jangan Pecat Siswa

Komisoner Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) bidang Pendidikan,

Retno Listyarti mengingatkan bahwa meskipun seorang anak terbukti bersalah atau melanggar aturan sekolah sekali pun, hak-haknya untuk mendapatkan pendidikan harus tetap dijamin oleh Negara.

Ini diungkapkan Retno menanggapi kasus pemecatan dua siswa SMAN 1 Semarang oleh pihak sekolah. Dua siswa berinisial AN dan AP dikeluarkan dari sekolah meskipun sudah berada di kelas akhir dan tengah mempersiapkan diri menghadapi ujian akhir.

“Seharusnya kedua anak tersebut sibuk mempersiapkan diri mengikuti ujian akhir.

Namun, saat ini justru sibuk memperjuangkan nasibnya,” katanya.

Dua siswa berinisial AN dan AP ini dipecat oleh pihak sekolah karena diduga melakukan tindakan kekerasan fisik kepada junior mereka dalam kegiatan latihan dasar kepemimpinan pada November 2017.

Dugaan kekerasan tersebut terungkap dari video yang ada di telepon genggam siswa

lainnya saat sekolah melakukan razia telepon genggam siswa.

Terkait hal ini, KPAI akan segera bersurat kepada Gubenur Jawa Tengah dan Kepala Dinas Pendidikan Provisi Jateng untuk meminta penjelasan terkait hal ini. KPAI ingin mengetahui apakah prosedur mengeluarkan siswa sudah sesuai dengan tata tertib sekolah dan sejalan dengan standar operasional prosedur dalam mengeluarkan siswa pelanggar tata tertib sekolah.

KPAI juga akan menemui langsung AN dan AF untuk meminta penjelasan lebih lanjut soal kronologis kejadian.

“Kami akan minta penjelasan, dari proses tindakan terjadi sampai pemecatan siswa oleh pihak sekolah. Kami juga akan menanyakan, siswa SMAN 1 Semarang yang ikut diskorsing (tujuh orang),” tambah Retno.

 

Sumber :

https://appliedanimalbehaviour.com/