Pemaksaan Kehendak Yang Tak Beradab

Pemaksaan Kehendak Yang Tak Beradab

Segala bentuk pemaksaan kehendak yang tak beradab dalam bentuk apapun, adalah pertentangan dengan semangat serta jiwa demokrasi

Setelah reformai 98 Pancasila seolah hilang, tidak ada lagi pejabat-pejabat resmi yang mengutip Pancasila lagi dalam setiap pidatonya. Di kampus-kampus dan fasilitas juga hilang. Padahal sebelum akan itu banyak sekali kutipan Pancasila. Pada era pemerintahan Orde Baru nasib Pancasila juga tidaklah menguntungkan. Pancasila cuma ditaruh di sebuah sudut sejarah, kemudian digantikan dengan P4. Pancasila berasal dari ideologi terbuka menjadi ideologi tertutup agar tak dapat ditafsirkan lagi. Demikian pula sehabis reformasi 98, Pancasila juga hilang berasal dari publik.

Ada pula pengelompokan dan gerakan politik jangka pendek yang menyebut diri sebagai group dan gerakan nasionalis sekaligus mencap group lain sebagai bukan nasionalis dan tidak Pancasilais.

Nilai-nilai Pancasila yang tidak lagi mengakar dan nyaris menghilang, bangsa ini telah diterpa oleh beraneka isme-isme baru sebagai alternatif pilihan. Akibatnya orang Indonesia, khususnya kaum muda dengan budaya yang ada, cenderung menentukan ideologi tak sekedar Pancasila yang dinilai lebih baik dan menguntungkan. Arus globalisasi dipercaya telah menenggelamkan posisi ideologi negara yang penuh dengan nilai kebangsaan. Praktik liberalisasi, individualistik, dan sekulerisasi yang ikut serta dalam globalisasi lebih diminati. Inilah keadaan lazim yang menimpa para elit dan penduduk akar rumput Indonesia yang menjelma menjadi radikalisasi masa

Radikalisme bukan sebuah original produk Indonesia, tetapi sesungguhnya radikalisme adalah memahami impor gara-gara jatidiri penduduk Indonesia adalah pencinta damai. Ideologi Pancasila tidak dapat melahirkan memahami radikal yang mendorong penganutnya bertindak dan bersikap kontraproduktif. Jika demikian, mengapa memahami ini dapat masuk dan berkembang di Indonesia? Bukankah kami miliki alat penyaring hal-hal baru, temasuk ideologi? Apakah ideologi Pancasila yang menjadi andalan dan ciri negara kami tidak lagi pada posisi dan fungsinya?

Tindakan Anarkis Para Demonstran di Medan
Peristiwa tragis yang merenggut jiwa seorang ketua DPRD Sumatera Utara adalah akibat tindakan anarkis para demonstran di Medan sungguh menyayat hati. Tragedi yang justru terjadi di sedang eforia menjelang Pemilu yang digemakan sebagai Pesta Demokrasi, telah menorehkan catatan hitam pada histori demokrasi negeri ini. Apa sesungguhnya yang sedang melanda bangsa ini? Berita mengenai pertikaian, perseteruan sampai tawuran seakan telah menjadi menu sehari-hari dalam tahun-tahun paling akhir ini.

Berita demi berita selanjutnya tak dapat dipungkiri melukiskan masih lemahnya fondasi demokrasi di negeri ini. Tegaknya demokrasi yang sering digaungkan dan dibanggakan di negara ini ternyata masih hanyalah eforia penyelenggaraan beraneka pilkada dan pemilu saja. Tidak lebih berasal dari itu. Bahkan hasil pilkada dan pemilupun masih acap membuat perseteruan antar kandidat selanjutnya elit politik maupun partai yang menaungi. Tak jarang perseteruan berujung pada tindakan anarkisme berasal dari massa pendukungnya.

Atmosfir demokrasi belum tercipta di republik ini. Semua bentuk anarkisme itu sesungguhnya adalah bentuk penyimpangan paling mendasar pada hakikat dan nilai demokrasi. Pada saat anarkisme terjadi, maka pada saat itulah demokrasi mati. Kehidupan berdemokrasi belum mengurat akar dalam keseharian masyarakat.

Mungkin kurangnya contoh tauladan berasal dari para elit politik maupun para tokoh penduduk membuat bangsa ini lambat studi berdemokrasi. Bisa jadi, rutinitas aparat keamanan yang sering melakukan tindakan-tindakan repressive dalam mengatasi setiap bentuk demonstrasi, membuat tindakan seperti itulah yang diserap dan dimengerti oleh penduduk sebagai bentuk penyelesaian masalah.

Sejatinya Demokrasi adalah kebesaran jiwa untuk menerima segala bentuk perbedaan, juga di dalamnya perbedaan pendapat. Demokrasi adalah kesadaran untuk menghormati hak dan kewajiban masing-masing pihak serta menggunakannya dengan cara-cara yang prosedural dan elegan. Demokrasi adalah keinginan untuk mendengarkan, dan tidak cuma menuntut untuk didengarkan. Sehingga segala bentuk pemaksaan kehendak adalah bukan demokrasi.

Main Hakim Sendiri
Ada sebuah Video di yang beredar di Internet, sepasang remaja sedang berpacaran di kebun teh yang kepergok warga. Apa yang dilakukan oleh para laki laki yang memergokinya, sungguh mencerminkan kelakuan yang merendahkan martabat wanita. Anak remaja wanita itu tidak telanjang, tetapi keluar tangan seorang laki laki mengusahakan menarik celana panjang wanita itu yang telah melorot. Sementara pria pasangan remaja wanita selanjutnya cuma menunduk ketakutan. Inilah potret masayarakat kita, justru berbuat yang diluar batas norma lebih berasal dari pelaku mesra pasangan remaja tersebut.

Artikel Lainnya : motivation letter

Pencuri sepatu dihajar, bus menabrak dibakar, dicurigai segera tewas dihakimi dan itu telah menjadi keseharian dalam penduduk kita. Timbul sebuah pertanyaan, mengapa penduduk dapat berbuat ekstrem diluar batas nilai dalam kehidupan sosial penduduk itu ?. Adalah sebuah keadaan penduduk yang terbentuk berasal dari penduduk yang hidup dalam kesenjangan sosial berkepanjangan. Dalam keadaan keseharian, keadaan ekonomi yang tidak membaik adalah sebagai penyebab utama penduduk hidup dalam tekanan. Namun pada dasarnya kesenjangan sosial dapat disebabkan oleh ada faktor-faktor penghambat agar menghambat dan menghambat seseorang untuk memakai akses atau kesempatan-kesempatan yang tersedia.

Ledakan emosi massa menjadi menakutkan dan menjadi kekuatan yang luar biasa besar jika dipolitisir. Perebutan lahan komersial seandainya sering menimbulkan bentrok antar massa dan seyogyanya pemerintah memahami bahwa makin lama dalam jurang keadaan sosial masayarakat pada pada akhirnya dapat menimblkan kerawanan politik. Kita tidak dapat menjudge penduduk begitu saja tetapi perlu lihat dan membicarakan latar belakang mengapa emosi massa gampang tersulut.

Baca Juga :

KESEPIAN BUKAN MASALAH

KESEPIAN BUKAN MASALAH

Pada waktu-waktu tertentu, seringkali kita mulai kesepian. Rasa sepi dapat termasuk muncul di waktu kita berada di sedang keramaian. Perasaan sepi ada kaitannya dengan berubahnya kondisi didalam kehidupan kita. Kehilangan seseorang yang berarti, sahabat-sahabat sudah bergeser status atau tukar daerah tinggal, ataupun jauh dengan keluarga.

Kesepian yang kita alami sejatinya bukan sebab kita benar-benar sendiri, melainkan adanya stimulan perasaan yang membentuk persepsi tentang perbedaan diri kita dengan lingkungan sosial kita. Menurut John T. Cacioppo, seorang ilmuwan syaraf yang sudah mempelajari isolasi manusia dan koneksi selama tiga decade, kesepian bukan aktualisasi berasal dari kesendirian melainkan persepsi seseorang tentang isolasi sosial, agar apa yang dilihatnya seolah-olah membuatnya berbeda, terasing berasal dari orang-orang di sekitarnya kendati sesungguhnya tidak seperti yang dipikirkannya.

Tanpa disadari, kita mungkin kerap mulai sedih, sendiri dan terasing di waktu kita sadar bahwa sahabat-sahabat kita kerap update status atau berkumpul di situs-situs jejaring sosial, mengadakan reuni atau sekedar berjumpa di acara khusus yang enggan kita ikuti. Perasaan seperti ini kebanyakan dipicu oleh persepsi tadi, “saya berlainan dengan mereka”. Faktornya, mungkin sebab kita belum beralih status, belum menikah dan berkeluarga, belum sesukses mereka dan factor-faktor lain yang terkait dengan dominasi perasaan. Padahal, apa yang kita persepsikan tidak sepenuhnya benar. Karena itu, kesepian yang kita rasakan sejatinya merupakan respon psikologis dan fisiologis atas pergantian keadaan.

Kesepian yang kita rasakan dapat diatasi sebab tiap-tiap individu punyai kapabilitas untuk memandang suatu hal dan mengubah cara pandangnya tersebut. Mengatasi kesepian dapat dikatakan seni menyeimbangkan persepsi dengan menyimak lebih dari satu segi berikut :

Memahami dan menganalisa tanda-tanda yang muncul didalam diri kita. Kesepian jangan tetap diambil kesimpulan dengan kesedihan, depresi, kekuatiran atau kejenuhan. Setiap tanda-tanda dapat saja berbeda. Dengan sadar pemicunya, intensitas dan frekuensi kemunculannya, dan juga efek yang berpengaruh pada diri kita, kita dapat lebih siap mengatasi rasa kesepian itu atau bahkan menghindarinya jika dapat berakibat destruktif.

Mengubah jenis hidup kita dengan tidak jalankan kesibukan yang dapat makin lama menghimpit kita ke didalam rasa kesepian. Mengajak teman atau saudara untuk makan bersama, makan di luar, menyaksikan film di bioskop atau bertegur sapa dengan tetangga dapat menjadi suatu hal yang membuat hidup kita berbeda. Awalnya, mungkin dapat mulai sulit, tetapi hal-hal yang simple itu dapat memotivasi kita untuk dapat sadar dan menyelami lebih dari satu type kesibukan sosial bahkan menunjang memecahkan pola isolasi yang kita persepsikan. Memulai perubahan-perubahan kecil didalam keseharian kita dapat berdampak pula pada perasaan dan cara pandang kita.

Ketemuan, ngobrol secara segera dengan teman-teman berasal dari dunia maya (kopi darat). Sesekali berjumpa dengan teman chatting, mengobrol dengan teman-teman baru dapat menjadi penawar kesepian. Berselancar di dunia maya sebetulnya dapat menjadi alternative sosial, tetapi tanpa adanya pertalian segera rasa tidak dapat banyak berpengaruh untuk mengatasi kesepian. Tatap muka, ekspresi dan nada secara humanis tetap tidak dapat tergantikan 100 persen oleh media teknologi.

Berolah raga. Selain baik untuk kebugaran tubuh, olah raga termasuk dapat menunjang menyeimbangkan segi emosional dan psikologis kita. Saat ini banyak type olah raga yang mengkombinasikan olah tubuh dengan hal-hal yang berupa meditasi, seperti yoga, spin atau latihan pernafasan. Jenis-jenis olah raga seperti ini punyai efek mengubah pikiran, agar dapat berdampak pula pada kondisi perasaan kita. Ketika pikiran positif, perasaan termasuk dapat makin lama mulai lega. Karena itu, jenis-jenis olah raga seperti ini seringkali mengubah cara berpikir orang, membuat seseorang mulai bahagia dengan dirinya dan mulai menemukan eksistensi dirinya.

Selalu mengingat bahwa mutu jauh lebih penting. Kehidupan tidak hanya untuk sekedar capai popularitas sosial, tetapi ada tugas-tugas kemanusiaan khusus yang menuntut mutu kepribadian kita. Pengakuan lingkungan sebetulnya kita butuhkan, tetapi kita tak mesti mulai mesti tetap sama seperti orang lain, mulai mesti tetap lebih daripada orang lain dan tidak siap dengan kekurangan diri. Setiap orang punyai berlebihan dan kekurangan. Apa yang muncul bagus untuk orang lain, belum tentu baik untuk kita. Kualitas kepribadian kita dapat tunjukkan siapa kita. Berbicara, bercerita, bertukar pikiranlah dengan orang paling dekat yang benar-benar layak dipercaya atau membuat kita nyaman. Hal ini dapat membuat kita merasakan pencerahan dan menunjang mengatasi kesepian.

Menghilangkan dan menjauhi rasa bersalah. Kesepian bukan sekedar sebab kita sendirian. Sebagai manusia, kita seringkali membutuhkan waktu untuk menenangkan diri, merenung, dan menyepi sendiri. Di waktu seperti itu, jangan mulai bersalah atau mulai mendapatkan tekanan sosial. Biarkan diri kita menduduki ruang yang dibutuhkan, agar kita dapat mendefinisikan diri kita secara utuh, bukan atas persepsi “keharusan sosial” semata.

Artikel Lainnya : blackpink members

Memiliki dan merealisasikan nilai-nilai spiritualitas lewat kesibukan ibadah dan do’a. Disadari atau tidak, kesepian itu seringkali timbul sebab adanya kekosongan batin, kehampaan pertalian vertical dengan Yang Maha Kuasa. Keyakinan dapat Sang Pencipta merupakan sebuah keharusan yang pada selanjutnya dapat menuntun kita kepada ketenangan, kepasrahan dan mengingat obyek hidup kita. Banyak mengingat-Nya dapat membuat hati kita tenang, agar rasa kesepian tidak menjadi malapetaka bagi kehidupan kita.

Baca Juga :

ANTI ANARKIS ATAU ANIAYA MASSAL

ANTI ANARKIS ATAU ANIAYA MASSAL

Istilah anarkis kalau ditinjau dari etimologi sebetulnya bukan arti sebuah tindakan sekelompok manusia yang bringas, menebarkan keonaran, kekacauan, kehancuran, malapetaka dan menakutkan bagi korbannya. Pengertian isitilah anarkis di penduduk sudah keliru kaprah gara-gara arti anarki itu adalah perindu kebebasan martabat individu yang menolak segala bentuk penindasan, sebetulnya sudah terdefinisi arti anarkis mempunyai pengertian tersendiri. Kita mungkin setuju menolak tindakan sekelompok manusia yang bringas, menebarkan keonaran sekaligus juga menghendaki kemerdekaan martabat individu. Jadi perlu diterbitkan sebuah arti yang tepat untuk sebuah tindakan sekelompok manusia yang berbuat keonaran, umpamanya ANIAYA MASSAL. Dalam tulisan ini kami mohon maaf penulis untuk pas masih pakai kata ‘anarkis’ sebagaimana yang terlanjur penduduk dipahami, supaya tidak berjalan mis komunikasi.

Demo Anarkis Dimana-mana

Beberapa pas ini kondisi kamtibmas ( keamanan, ketertiban penduduk ) jadi tidak menentu. Banyak berjalan demo di mana – mana yang tidak jarang berakhir bentrok antara Polri bersama dengan pendemo, Pendemo bersama dengan pendemo maupun pendemo bersama dengan masyarakat. Tidak jarang bentrokan yang berjalan mengundang rusaknya dan kerugian besar salah satu ke-2 belah pihak dan penduduk pada umumnya.

Aksi memblokir jalan, mengakibatkan kerusakan sarana umum, dan tindakan anarkis lainnya adalah sikap tindakan yang mengganggu ketertiban juga meresahkan masyarakat. Aksi yang demikian tidak sekali atau dua-kali apalagi aksi-aksi kerap dan menuju tren. Mereka mengklaim membela rakyat, bakal namun tambah melakukan perusakan, mengganggu hak-hak individu. Apakah murni mahasiswa2 tersebut membela rakyat, saya kira kalim tersebut kami pertanyakan.

Berbagai bentuk pelanggaran hak asasi manusia yang mengatasnamakan agama. Dua peristiwa beruntun, penyerangan jamaah Ahmadiyah di Banten dan pembakaran tiga gereja di Temanggung.
Pemerintah tidak pernah tegas dalam menindak pelaku anarkis yang mengatasnamakan agama. Dari ratusan masalah umumnya yang diproses hukum hanya aktor lapangan. Sementara para dalang atau aktor intelektual tidak pernah tersedia yang terungkap dan bebas berleha-leha.

Perilaku Anarkis Kolektif
Tindakan anarkis entah itu bersifat perusakan, pengeroyokan, pembakaran tersangka, penjarahan dan lain-lain pada dasarnya adalah hasil dari suatu tingkah laku kolektif (collective behavior). Bila dinamakan tingkah laku kolektif, bukanlah sebatas itu merupakan tingkah laku grup melainkan tingkah laku khas yang dilaksanakan sekelompok orang yang anggotanya pada umumnya tidak saling kenal, bersifat spontan dan ringan cair (dalam makna menghentikan perilakunya). Kelompok yang lantas disebut entah itu crowd, craze dan mob itu, pada dasarnya serupa pula secara kondisional yaitu sudah mengalami deindividuasi. Deindividuasi tersebut terlalu mungkin seseorang atau sekelompok orang melakukan tindakan-tindakan destruktif dan sadis di luar rasionalitas individual dari para pelakunya.

Secara logis sebetulnya mampu dikatakan, bahwa tindakan anarkis bakal mengalami penurunan drastis bila frekuensi kemunculan tingkah laku kolektif juga ditekan habis-habisan. Dalam perihal ini, yang paling efisien melakukan tekanan itu sebetulnya anggota penduduk sendiri, dan bukan polisi, mengingat tingkah laku kolektif mampu terlihat di mana saja kapan saja secara tak terduga padahal polisi tidak mungkin berada dimana-mana. Terlebih kembali bila diingat bahwa penduduk Indonesia juga model penduduk yang ringan terbawa atau hanyut dalam tingkah laku kolektif.

Permasalahannya mengapa yang selalu terlihat adalah kondisi anarkis dan tingkah laku a-sosial? Mengapa pada pas tersedia seseorang yang menganjurkan untuk anarkis, ternyata tidak tersedia (atau sedikit sekali) orang yang sedikitnya berkata ”jangan” ? Padahal, di pihak lain, mampu dikira bahwa beberapa kecil atau beberapa besar peserta dari grup anarkis itu adalah orang-orang yang juga terdidik, punya sopan-santun, singgah dari keluarga kelas menengah, menggerakkan ibadah agama, sudah menikah dan punya anak sampai juga mendiami status sosial khusus di masyarakat.

Redam dan Hentikan Demo Anarkis
Demo Anarkis anggota produk negatif dari penduduk yang merugikan penduduk yang lain, sudah barang pasti tersedia permohonan dari penduduk untuk dilaksanakan peredaman atau penghentian melakukan. Masyarakat mampu melakukan perlawanan yaitu bersama dengan tidak ringan kehilangan rasionalitas, dan selanjutnya mengadakan penolakan berbasis individual pada semangat itu.
Terhadap kecenderungan ajakan tingkah laku kolektif tersebut kami mampu perlu berusaha antisipasi bersama dengan perhitungan sebagai berikut:

Bila kondisi anarkis adalah titik ekstrim dari tingkah laku kolektif, maka kondisi pasifis (situasi aman dan tenang) adalah alternatif titik ekstrim yang lain.

Bila tingkah laku a-sosial (perilaku menyimpang dan melanggar) adalah titik ekstrim, maka seharusnyalah tingkah laku pro-sosial (seperti tingkah laku menopang tanpa pamrih atau mengorbankan diri untuk orang lain) adalah ekstrim lainnya dari tingkah laku kolektif. Baik kondisi pasifis dan tingkah laku pro-sosial, bersama dengan demikian, selayaknya serupa potensialnya untuk terlihat dibanding kondisi anarkis dan tingkah laku a-sosial.

Bila penduduk sendiri yang perlu mencegah anarki oleh massa spontan, maka hanya polisilah yang mampu (dan diperbolehkan oleh undang-undang) untuk mencegah dan menindak anarki model ke-2 tadi cocok fungsinya sebagai pemelihara ketertiban lazim (public-order policing). Intelijen kepolisian yang kuat pasti mampu mendeteksi niat para perancang unjuk rasa, misalnya, untuk “menabrak” siapapun yang mencegah ulah brutal mereka.

Detasemen Anti-Anarki
Mabes Polri bakal membentuk Detasemen Anti Anarki yang lantas nama instansi tersebut diralatnya jadi jadi lebih nyaman terbaca bersama dengan nama Satuan Penanggulangan Anarki. Satuan ini bakal ditaruh dalam kondisi yang sifatnya eskalatif, mampu juga yang sifatnya sporadic. Eskalatif itu rencananya di mulai bersama dengan beragam kegiatan-kegiatan masyarakat. Kemudian satuan ini bakal diterjunkan pada kondisi yang sifatnya sporadis, pasti dari kondisi yang sebetulnya ternyata tersedia perbuatan anarkis atau destruktif yang dilaksanakan secara tiba-tiba. Jadi diinginkan pasti Polda ataupun Polres diinginkan mampu memberdayakan.

Menghadapi kondisi anarki merupakan kewajiban dari kepolisian. Kepolisian punya kewajiban untuk menanggulangi kondisi anarki, dan memberi tambahan hukuman secara tegas dan terukur, cocok bersama dengan arahan yang dipedomani oleh tim ini. Artinya, kondisi anarki itu adalah suatu kewajiban yang mampu diatasi pihak kepolisian. Untuk mampu berhasil, kondisi yang demikian maka penanggulangan anarki kami mengharapkan mampu lebih efisien menghadapi tindakan-tindakan destruktif.

baca juga :

Kapankah kita merasa kaya

Kapankah kita merasa kaya

Kapankah kita merasa kaya

Kapankah kita merasa kaya
Kapankah kita merasa kaya

Mungkin awal bulan (atau tanggal 20) pas gajian. Mungkin juga saat menang undian dapat rezeki nomplok. Mungkin juga ada anggaran yang tersisa. Mungkin saat dapat bonus. Tapi sepertinya kita merasa kaya saat kita bisa bersedekah dengan ikhlas. Ayo bersedekah kalau ingin kaya.

Kapankah kita merasa bahagia? Mungkin saat keinginan kita terkabul. Mungkin saat segala kesusahan hilang. Mungkin saat segala masalah terselesaikan. Mungkin saat mimpi jadi kenyataan. Tapi sepertinya kita merasa bahagia saat kita masih bisa bersyukur atas segala nikmat.
Selalu bersyukurlah agar kita selalu bahagia.

Baca Juga : 

MemaHami BaHasa CiNTa

MemaHami BaHasa CiNTa

MemaHami BaHasa CiNTa

MemaHami BaHasa CiNTa
MemaHami BaHasa CiNTa

Kenapa kita menutup mata ketika kita tidur? Ketika kita menangis? Ketika kita membayangkan?
Itu karena hal terindah di dunia TIDAK TERLIHAT Ketika kita menemukan seseorang yang keunikannya SEJALAN dengan kita kita bergabung dengannya dan jatuh kedalam suatu keanehan serupa yang dinamakan CINTA

CINTA yang AGUNG

Adalah ketika kamu menitikkan air mata dan MASIH peduli terhadapnya

Adalah ketika dia tidak mampedulikanmu dan kamu MASIH menunggunya dengan setia

Adalah ketika dia mulai mencintai orang lain dan kamu MASIH bisa tersenyum sembari berkata “Aku turut berbahagia untukmuâ”

Apabila cinta tidak berhasil BEBASKAN dirimu

Biarkan hatimu kembali melebarkan sayapnya dan terbang ke alam bebas LAGI

Ingatlah bahwa kamu mungkin menemukan CINTA dan kehilangannya

Tapi ketika cinta itu mati kamu TIDAK perlu mati bersamanya

Orang terkuat BUKAN mereka yang selalu menang MELAINKAN mereka yang tetap tegar ketika mereka jatuh

Entah bagaimana dalam perjalanan kehidupan, kita belajar tentang diri kita sendiri dan menyadari bahwa penyesalan tidak seharusnya ada penyesalan HANYALAH penghargaan abadi atas pilihan-pilihan kehidupan yang telah kita buat sendiri

MENCINTAI

BUKANLAH bagaimana kamu melupakan melainkan bagaimana kamu MEMAAFKAN

BUKANLAH bagaimana kamu mendengarkan melainkan bagaimana kamu MENGERTI

BUKANLAH apa yang kamu lihat melainkan apa yang kamu RASAKAN

BUKANLAH bagaimana kamu melepaskan melainkan bagaimana kamu

BERTAHAN Lebih berbahaya mencucurkan air mata dalam hati dibandingkan menangis tersedu-sedu Air mata yang keluar dapat dihapus

Sementara air mata yang tersembunyi menggoreskan luka yang tidak akan pernah hilang

Dalam urusan cinta, kita SANGAT JARANG menang

Tapi ketika CINTA itu TULUS, meskipun kalah, kamu TETAP MENANG hanya karena kamu berbahagia dapat mencintai seseorang

LEBIH dari kamu mencintai dirimu sendiri

Akan tiba saatnya dimana kamu harus berhenti mencintai seseorang

BUKAN karena orang itu berhenti mencintai kita,

MELAINKAN karena kita menyadari bahwa dia akan lebih berbahagia apabila kita melepaskannya

Apabila kamu benar-benar mencintai seseorang, jangan lepaskan dia

Jangan percaya bahwa melepaskan selalu berarti kamu benar-benar mencintai MELAINKAN BERJUANGLAH demi cintamu

Itulah CINTA SEJATI

Kadang kala orang yang kamu cintai adalah orang yang PALING menyakiti hatimu, dan kadang kala teman yang menangis bersamamu adalah CINTA YANG TIDAK KAMU SADARI KEBERADAANNYA

Cinta selalu tak akan pernah bisa diungkapkan dengan apapun yang sesuai dengan kehendak kita karena bahasa cinta adalah bahasa yang abstrak, bahasa yang hanya akan bisa dimengerti oleh mereka yang peka dan mengenal apa itu cinta

Sumber : https://icanhasmotivation.com/

K. E. B .A. H. A. G. I.A. A. N

K. E. B .A. H.K. E. B .A. H. A. G. I.A. A. N A. G. I.A. A. N

K. E. B .A. H. A. G. I.A. A. N

K. E. B .A. H.K. E. B .A. H. A. G. I.A. A. N A. G. I.A. A. N
K. E. B .A. H. A. G. I.A. A. N

Seorang lelaki berumur 92 tahun yang mempunyai selera tinggi, percaya diri, dan bangga akan dirinya sendiri, yang selalu berpakaian rapi setiap hari sejak jam 8 pagi, dengan rambutnya yang
teratur rapi meskipun dia buta, masuk ke panti jompo hari ini. Istrinya yang berumur 70 tahun baru-baru ini meninggal, sehingga dia harus masuk ke panti jompo. Setelah menunggu dengan sabar selama beberapa jam di lobi, dia tersenyum manis ketika diberi tahu bahwa kamarnya telah siap.

Ketika dia berjalan mengikuti penunjuk jalan ke elevator, aku menggambarkan keadaan kamarnya yang kecil, termasuk gorden yang ada di jendela kamarnya. Saya menyukainya, katanya dengan antusias seperti seorang anak kecil berumur 8 tahun yang baru saja mendapatkan seekor anjing. Pak, Anda kan belum melihat kamarnya, tahan dulu perkataan tersebut, kataku. Hal itu t idak ada hubungannya, dia menjawab. Kebahagiaan adalah sesuatu yang kamu putuskan di awal. Apakah aku akan menyukai kamarku atau tidak, tidak tergantung dari bagaimana perabotannya diaturtapi bagaimana aku mengatur pikiranku. Aku sudah memutuskan menyukainya.

Itu adalah keputusan yang kubuat setiap pagi ketika aku bangun tidur. Aku punya sebuah pilihan; aku bisa menghabiskan waktu di tempat tidur menceritakan kesulitan-kesulitan yang terjadi padaku karena ada bagian tubuhku yang tidak bisa berfungsi lagi, atau turun dari tempat tid ur dan berterima kasih atas bagian-bagian yang masih berfungsi. Setiap hari adalah hadiah, dan selama mataku terbuka, aku akan memusatkan perhatian pada hari yang baru dan semua kenangan indah dan
bahagia yang pernah kualami dan kusimpan.

Hanya untuk kali ini dalam hidupku. Umur yang sudah tua adalah seperti simpanan di bank. Kita akan mengambil dari yang telah kita simpan. Jadi,nasehatku padamu adalah untuk menyimpan sebanyak-banyaknya kebahagiaan di bank kenangan kita. Terima kasih padamu yang telah mengisi bank
kenanganku. Aku sedang menyimpannya. Ingat-ingatlah lima aturan sederhana untuk menjadi bahagia:
1. Bebaskan hatimu dari rasa benci.
2. Bebaskan pikiranmu dari segala kekuatiran.
3. Hiduplah dengan sederhana.
4. Lebih mencintai Tuhan, diri sendiri dan sesama.
5. Give more and expect less.

Jangan lupa untuk memberikan pesan ini kepada sahabat-sahabatmu, terutama mereka yang telah mengisi bank kenanganmu.. ..

Sumber : https://mayleneandthesonsofdisaster.us/

Hal Yang Membuat Skripsi Tidak Beres-Beres

Hal Yang Membuat Skripsi Tidak Beres-Beres

Bagi mahasiswa, skripsi adalahtugas akhir yang memiliki kisah panjang dalam proses pengerjaannya. Ini selalu anda bayangkan saat masih sedang di semester mula dan anda rasakan saat sudah sedang di semester akhir. Rasa was-was yang besar sampai pada kepanikan dalam tingkat tinggi akan anda hadapi ketika anda mengerjakannya.

Mengerjakan skripsi tidak tidak jarang kali berjalan dengan lancar. Banyak hambatan yang menciptakan skripsimu tidak selesai. Namun, tanpa anda sadari sebetulnya hambatan tersebut datangnya dari diri sendiri.

1. Selalu menunda revisian dari dosen
Menunda-nunda kegiatan yang seharusnya dapat anda lakukan namun ternyata godaan keduniaan lebih menciptakan diri anda tertarik. Memang menunda-nunda ini menjadi penyebab yang tanpa disadari anda sering melakukannya dan menciptakan skripsimu nggak kelar-kelar.

Awalnya telah niat guna membuka laptop bikin ngerjain skripsian tetapi sebab ada chat masuk dari anjuran teman guna main game, kesudahannya tergoda.

Pikiran guna bersantai-santai terlebih dahulu mulai menghantui dan menunda untuk menggarap di minggu depannya. Keesokan harinya baru disadari bahwa deadline hampir sejumlah jam lagi guna pengumpulan.

Sedangkan anda masih bercita-cita bahwa revisian skripsimu akan berlalu dengan masa-masa yang cepat, maka hasil maksimal supaya skripsi cepat kelar tidak bakal Kamu capai.

2. Tulas-tulis dulu pokoknya asal kerjakan, nanti ujung-ujungnya pun revisi

Beberapa mahasiswa biasanya merasa putus harapan ketika menggarap skripsi sebab selalu direvisi oleh dosen pembimbingnya.

Alhasil, mereka melulu mengerjakan dengan asal-asalan sampai menginginkan belas kasihan dari dosennya untuk mengizinkan ujian. Di samping terkesan tidak pantas, kelaziman semacam ini justeru membuat skripsimu nggak selesai-selesai.

Tanpa anda sadari ini sebetulnya membuat anda zonk sebab tidak seluruh dosen dapat memberikan peluang ujian sementara kualitas dari skripsimu masih jauh dari harapan.

Bagaimanapun sampai ketika ini, anda harus tetap terus belajar sebab mengerjakan skripsi bukan berarti anda sudah sedang di tingkat dewa. Kamu mesti menghargai proses yang terdapat dalam diri anda supaya berhasil.

3. Mood-moodan saat menggarap skripsi

Soal mood ini pun sering menjadi dalil dirimu guna menunda menggarap skripsi. Kalau lagi nggak mood, inginkan menghadap laptop berapapun lamanya pun membuatmu nggak konsentrasi untuk menggarap skripsi.

Sebenarnya, inti dari mencatat skripsi ialah soal kedisiplinan. Jadi anda harus membudayakan diri guna tetap mencatat meskipun tidak terdapat mood. Yang penting tidak boleh berhenti guna belajar.

Kalau anda memang merasa jenuh terhadap kondisi yang terdapat saat menggarap skripsi, usahakanlah untuk mengubah suasananya. Kalau seringkali selalu menggarap di kamar kost, jajaki ganti dengan terbit misal menggarap di cafe yang menawarkan tempat menggarap tugas yang nyaman atau Co Work Space.

Jangan sampai anda malah menunda dan menghasilkan excuse. Siapa tahu, keadaan yang baru dapat membuat dirimu lebih nyaman dan seru dalam menolong mendatangkan mood untuk menggarap skripsi.

4. Diam saja saat tuntunan dengan dosen pembimbing, ini yang salah!

Seringkali mahasiswa ketakutan ketika mendapatkan dosen pemandu yang killer. Lalu, sekitar ini kamu melulu nyetor skripsimu dan terus pulang? mulai kini hentikan kelaziman seperti itu.
Kamu mesti sadar bahwa walaupun dosen pembimbingmu galak namun dia tetap menjadi pembimbingmu sekitar skripsi. Jika anda masih dihantui dengan rasa ketakutan yang mendalam maka anda terus-terusan tidak bakal berkembang.
Jangan sampai anda pulang tuntunan dengan tangan hampa atau tidak memahami apa-apa. Rajin bertukar pikiran dengan dosen pemandu akan menolong pemahamanmu.

5. Hangout terus dengan teman, mending tabung uang guna cetak revisi skripsi

Akan lebih baik andai kamu telah menyiapkan duit khusus untuk kebutuhan skripsi atau tugas akhirmu dari sekarang. Kesalahan yang tidak jarang terjadi dan menciptakan skripsimu nggak kelar-kelar ialah kamu terlalu tidak jarang hangout dengan teman.

Sekarang hentikan semua kelaziman itu supaya skripsimu cepat kelar!

Baca Juga :

Model Pengembangan Standar Profesi

Model Pengembangan Standar Profesi

Model Pengembangan Standar Profesi

Model Pengembangan Standar Profesi
Model Pengembangan Standar Profesi

Jenis-jenis profesi di bidang IT beserta deskripsi kerja profesi IT

  1. Logic Analyst

Logic analyst merancang solusi IT baru untuk meningkatkan efisiensi bisnis dan produktifitas. Bekerja secara dekat dengan client, analyst memeriksa develop bisnis dan aliran facts, mendiskusikan penemuan mereka dengan client, dan merancang solusi IT yang tepat.

  1. Software Engineer

Software engineer meneliti, merancang, dan men-mend sistem software untuk memenuhi keperluan client. Setelah sistem sudah secara penuh dirancang software engineer lalu diuji, debug, dan memelihara sistem.

  1. Concentration Developer

Concentration developer menerjemahkan kebutuhan software ke dalam kode pemrograman singkat dan kuat. Kebanyakan akan mengkhususkan pada lingkungan enhancement tertentu seperti notebook sports assembly atau e-commerce, dan akan memiliki pengetahuan yang dalam pada beberapa bahasa komputer yang bersangkut-paut. Peranannya meliputi menulis spesifikasi dan merancang, membangun, menguji, mengimplementasikan dan terkadang yang membantu aplikasi seperti bahasa komputer dan enhancement tool.

  1. Konsultan IT

Konsultan IT bekerja secara partnership dengan client, menganjurkan mereka bagaimana untuk menggunakan teknologi informasi agar memenuhi sasaran bisnis atau menyelesaikan suatu masalah. Konsultan bekerja untuk memperbaiki struktur dan efisiensi dan sistem IT organisasi.

Baca Juga :

Asal Usul Nama Hari dan 7 Hari Dalam Sepekan

Asal Usul Nama Hari dan 7 Hari Dalam Sepekan

Asal Usul Nama Hari dan 7 Hari Dalam Sepekan

Asal Usul Nama Hari dan 7 Hari Dalam Sepekan
Asal Usul Nama Hari dan 7 Hari Dalam Sepekan

Penamaan hari dan jumlahnya dalam satu minggu tak lepas dari perkembangan peradaban manusia.

Awalnya perkembangan peradaban terutama dalam hal astronomi memegang prinsip bahwa bumi adalah pusat dari benda-benda langit atau sering disebut Geosentris. Pendapat ini mempengaruhi seluruh pikiran dan kebijakan manusia pada masa tersebut. Orang-orang dahulu juga percaya bahwa benda-benda langit mempengaruhi kehidupan di bumi. Pengaruhnya bergantian dari jam ke jam dengan urutan mulai dari yang terdekat sampai dengan yang terjauh

Pada masa tersebut mereka percaya bahwa di langit pertama ada bulan, benda langit yang bergerak tercepat sehingga disimpulkan sebagai yang paling dekat. Langit ke dua ditempati Merkurius . Venus  berada di langit ke tiga dan matahari ada di langit ke empat. Di langit ke lima ada Mars . Di langit ke enam ada Jupiter serta langit ke tujuh ditempati Saturnus.

Orang-orang dahulu juga percaya bahwa ke tujuh benda-benda langit itu mempengaruhi kehidupan di bumi. Pengaruhnya bergantian dari jam ke jam dengan urutan mulai dari yang terjauh, Saturnus, sampai yang terdekat, bulan. Karena itu hari pertama itu disebut Saturday (hari Saturnus) dalam bahasa Inggris atau Doyoubi (hari Saturnus/Dosei) dalam bahasa Jepang. Dalam bahasa Indonesia Saturday adalah Sabtu. Ternyata, kalau kita menghitung hari mundur sampai tahun 1 Masehi, tanggal 1 Januari tahun 1 memang jatuh pada hari Sabtu.

Hari-hari yang lain dipengaruhi oleh benda-benda langit yang lain. Secara berurutan hari-hari itu menjadi Hari Matahari (Sunday, Ahad), Hari Bulan (Monday, Senin), Hari Mars (Selasa), Hari Merkurius (Rabu), Hari Jupiter (Kamis), dan Hari Venus (Jum’at).

Jumlah tujuh hari itu diambil juga oleh orang-orang Arab. Dalam bahasa Arab nama-nama hari disebut berdasarkan urutan: satu, dua, tiga, …, sampai tujuh, yakni ahad, itsnaan, tsalatsah, arba’ah, khamsah, sittah, dan sab’ah.

Bagaimana dengan Indonesia ..?

Bahasa Indonesia hampir semuanya mengikuti penamaan hari dari bahasa Arab kecuali hari pertama yaitu Ahad sehingga di Indonesia menjadi Minggu, Senin, Selasa, Rabu, Kamis, Jum’at, dan Sabtu. Hari ke enam disebut secara khusus, Jum’at, karena itulah penamaan yang diberikan Allah di dalam Al-Qur’an yang menunjukkan adanya kewajiban salat Jum’at berjamaah.

Itulah asal mula satu pekan menjadi tujuh hari.

Baca Juga :

NASIONALISME MENJAGA KEUTUHAN NEGARA

NASIONALISME MENJAGA KEUTUHAN NEGARA

NASIONALISME MENJAGA KEUTUHAN NEGARA

NASIONALISME MENJAGA KEUTUHAN NEGARA
NASIONALISME MENJAGA KEUTUHAN NEGARA

 NASIONALISME MENJAGA KEUTUHAN NEGARA KESATUAN REPUBLIK INDONESIA

Menjaga dan mempertahankan keutuhan NKRI adalah kewajiban semua elemen negara, namun terusik ketika terjadi kasus lepasnya beberapa pulau terluar dari pengakuan wilayah NKRI. Pulau Sipadan dan pulau Ligitan yang berada di Ambalat lepas diambil masuk wilayah Malaysia. Ada 12 pulau yang rawan penguasaan oleh negara lain. Adapun 12 pulau tersebut adalah:

  1. Pulau Batek (NTT)
  2. Pulau Berhala (Sumatra Utara)
  3. Pulau Bras(Papua)
  4. Pulau Dana(Nusa Tenggara Timur)
  5. Pulau Fani(Papua)
  6. Pulau Fanildo(Papua)
  7. Pulau Marampit(Sulawesi Utara)
  8. Pulau Marore(Sulawesi Utara)
  9. Pulau Miangas(Sulawesi Utara)
  10.  Pulau Nipa(Riau)
  11. Pulau Rondo(Nangro Aceh Darussalam)
  12. Pulau Sekatung(Riau)

Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) akan kokoh dan berdiri tegak jika nasionalisme warga dan penyelenggara negara tetap semangat menjaga keutuhan Negara Indonesia.Didalam menjaga NKRI

Sumber : https://uptodown.co.id/